Wednesday, 28 October, 2020

Tentang Kami

Komisi Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara dilengkapi juga dengan lembaga/ badan yang ada dilingkungan MUI Provinsi Sumatera Utara saat ini meliputi:

  1. Lembaga Pengkajian, penelitian dan Pengembangan
  2. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat Obatan, makanan dan Kosmetika (LPPOM)
  3. Lembaga Adovokasi Umat Muslim
  4. Yayasan Lemabaga Wakaf MUI Sumut
  5. Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (Basyarnas) Perwakilan Sumatera Utara
  6. Laboratorium Interpreneurhip Wakaf Produktif ”Halalmart MUI Sumut” dan Kedai wakaf

Keenam lembaga ini ini berdiri memiliki kewenangan yang seluas luasnya untuk menjalankan dan mengembangkan lembaga tersebut dengan mengacu kepada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga MUI-SU

Visi, Misi, Oreantasi dan Fungsi Majelis Ulama Indonesia

Lahirnya Majelis Ulama Indonesia tidak terlepas dari faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern dalam hal ini ialah kondisi ummat Islam dan bangsa Indonesia, seperti rendahnya pemahaman dan pengamalan agama. Lebih daripada itu, kemajemukan dan keragaman ummat Islam dalam alam pikiran keagamaan, organisasi sosial, dan kecendrungan aliran dan aspirasi politik selain dapat merupakan kekuatan, tetapi sering juga menjelma menjadi kelemahan dan sumber pertentangan dikalangan ummat Islam itu sendiri. Sebagai akibatnya, ummat Islam terjebak kedalam egoisme kelompok (ananiyah hizbiyah) yang berlebihan dan kehilangan peluang untuk mengembangkan diri menjadi kelompok yang tidak hanya besar dalam jumlah tetapi juga unggul dalam kualitas.

Sedangkan faktor ekstern ialah suasana yang mengintari ummat Islam dan bangsa Indonesia yang menghadapi tantangan global yang sangat berat. Antara lain, dominasi Barat dengan ideologi liberalisme kapitalisme yang berpangkal pada sekularisme dengan sistem politik dan sistem ekonomi yang sering dipaksakan.

Para ulama, zu’ama, dan cendikiawan Muslim menyadari bahwa terdapat hubungan timbal balik yang saling memerlukan antara Islam dan negara Indonesia. Islam memerlukan negara Indonesia sebagai wahana mewujudkan nilai-nilai universal Islam seperti keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian, sedangkan Indonesia memerlukan Islam sebagai landasan bagi pembangunan masyarakat yang maju dan berakhlak. Oleh karena itu, keberadaan organisasi para ulama, zuama dan cendikiawan muslim adalah suatu keharusan dan konsekuensi logis serta prasyarat bagi perkembangan hubungan harmonis antara berbagai potensi untuk kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.

Visi Majelis Ulama Indonesia adalah terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang baik sebagai hasil penggalangan potensi dan partisipasi ummat Islam melalui aktualisasi potensi ulama, zuama, aghniya, dan cendikiawan muslim untuk kejayaan Islam dan ummat Islam (izzul-Islam wa al Muslimin) guna pewujudannya. Dengan demikian maka posisi Majelis Ulama Indonesia adalah berfungsi sebagai Dewan Pertimbangan Syariat Nasional, guna mewujudkan Islam yang penuh rahmat (rahmat lil alamin) ditengah kehidupan ummat manusia dan masyarakat Indonesia khususnya.

Adapun misi menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan Islam secara efektif, sehingga mampu mengarahkan dan membina ummat Islam dalam menanamkan dan memupuk akidah Islamiyah, dan menjadikan ulama sebagai panutan dalam mengembangkan akhlak karimah agar terwujud mesyarakat yang kahir al ummah

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?