Wednesday, 28 October, 2020

Tentang Kami

Majelis Ulama Indonesia sebagai payung besar atau tenda besar ummat Islam memiliki 9 oreantasi pengkihidmatan, yaitu:

  1. Diniyah, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan yang mendasari semua langkah dan kegiatannya pada nilai dan ajaran Islam. Karena Islam adalah agama yang berdasarkan pada prinsip tauhid dan mempunyai ajaran yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.
  2. Irsyadiyah, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan dakwah wal irsyad, yaitu upaya untuk mengajak ummat manusia kepada kebaikan serta melaksanakan amar makruf dan nahyi munkar dalam arti yang seluas-luasnya. Setiap kegiatan Majelis Ulama Indonesia dimaksudkan untuk dakwah dan dirancang untuk selalu berdimensi dakwah
  3. Ijabiyah, Mejelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan ijabiyah yang senantiasa memberikan jawaban positif terhadap setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui prakarsa kebajikan (amal shaleh) dalam semangat berlomba dalam kebaikan (fastabiq al khairat)
  4. Hurriyah, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan independen yang bebas dan merdeka serta tidak tergantung maupun terpengaruh oleh pihak-pihak lain dalam mengambil keputusan, mengeluarkan pikiran, pandangan dan pendapat.
  5. Taawuniyah. Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan yang mendasari diri pada semangat tolong-menolong untuk kebaikan dan ketakwaan dalam membela kaum dhuafa untuk meningkatkan harkat dan martabat, serta derajat kehidupan masyarakat. Semangat ini didasarkan atas rasa persaudaraan dikalangan seluruh lapisan golongan ummat Islam. Ukhuwah Islamiyah ini merupakan landasan bagi majelis ulama Indonesia untuk mengembangkan persaudaraan kebangsaan (Ukhuwah Wathoniyah) sebagai bagian integral bangsa Indonesia dan memperkukuh oersaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) sebagai anggota masyarakat dunia.
  1. Syuriyah, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan yang menekankan prinsip musyawarah dalam mencapai permufakatan melalui pengembangan sikap demokratis, akomodatif dan aspiratif terhadap berbagai aspirasi yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat.
  2. Tasamuh, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan yang mengembangkan sikap toleransi dan moderat dalam melaksanakan kegiatannya dengan senantiasa menciptakan keseimbangan di antara berbagai arus pemikiran di kalangan masyarakat sesui dengan syariat Islam.
  3. Qudwah, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan yang mengedepankan kepeloporan dan ketauladanan melalui prakarsa kebjikan yang bersifat perintisan untuk kebutuhan kemaslahatan ummat. Majelis Ulama Indonesia dapat berkegiatan secara operasional sepanjang tidak menjadi tumpang tindih dengan kegiatan ormas Islam lain.
  4. Addualiyah, Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengkhidmatan yang menyadari dirinya sebagai anggota masyarakat dunia yang ikut aktif memperjuangkan perdamaian dan tatanan dunia sesuai dengan ajaran Islam. Sejalan dengan hal itu, Majelis Ulama Indonesia menjalin hubungan dan kerjasama dengan lembaga/organisasi Islam Internasional di berbagai negara.Di samping hal di atas, Majelis Ulama memiliki peran utama yang saling terkait, yaitu:
  1. Sebagai Pewaris Tugas Para Nabi (Waratsat al Anbiya), yaitu menyebarkan ajaran Islam serta memperjuangkan terwujudnya suatu kehidupan sehari-hari secara arif dan bijaksana yang berdasarkan Islam. Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi, Majelis Ulama Indonesia menjalankan fungsi profetik yakni memperjuangkan perubahan kehidupan agar berjalan sesuai dengan ajaran Islam, walaupun dengan konsekuensi akan menerima kritik, tekanan, dan ancaman karena perjuangannya bertentangan dengan sebagian tradisi, budaya, dan peradaban manusia.
  2. Sebagai Pemberi Fatwa (Mufti), Majelis Ulama Indonesia berperan sebagai pemberi fatwa baik diminta maupun tidak diminta. Sebagai lembaga pemberi fatwa Majelis Ulama Indonesia mengakomodasi dan menyalurkan aspirasi ummat Islam Indonesia yang sangat beragam aliran, faham dan pemikiran serta organisasi keagamaannya.

Selain itu Majelis Ulama Indonesia juga berperan sebagai pemberi nasihat (tausiyah) dan pemberi peringatan dan renungan (tazkirah)

  1. Sebagai Pembimbing dan Pelayan Ummat (Ri’ayat wa khadim al ummah), yaitu melayani ummat Islam dan masyarakat luas dalam memenuhi harapan, aspirasi, dan tuntutan mereka. Dalam kaitan ini Majelis Ulama Indonesia senantiasa berikhtiar memenuhi permintaan ummat Islam, baik langsung maupun tidak, akan bimbingan dan fatwa keagamaan. Di samping itu Majelis Ulama Indonesia juga selalu berusaha tampil di depan dalam membela dan memperjuangkan aspirasi ummat Islam dan masyarakat luas dalam hubungannya dengan pemerintah.
  2. Sebagai Gerakan Ishlah wal Tajdid, yaitu gerakan pembaharuan pemikiran Islam. Apabila terjadi perbedaan pendapat dikalangan ummat Islam maka Majelis Ulama Indonesia dapat menempuh jalan tajdid yaitu gerakan pembaharuan pemikiran Islam. Apabila terjadi perbedaan pendapat dikalangan ummat Islam maka Majelis Ulama Indonesia dapat menempuh jalan talfiq (kompromi) dan tarjih (mencari hukum yang lebih kuat). Dengan demikian diharapkan tetap terpeliharanya semangat persaudaraan di kalangan ummat Islam.
  3. Sebagai Penegak Amar Makruf dan Nahyi Munkar, yaitu dengan menegakkan kebenaran sebagai kebenaran dan kebatilan sebagai kebatilan dengan penuh hikmah dan istiqamah. Dalam menjalankan fungsi ini MUI tampil di barisan terdepa sebagai kekuatan moral bersama berbagai potensi bangsa lainnya untuk melakukan rehabilitasi sosial.

Lihat Profil Lengkap Kami:

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?