Friday, 25 September, 2020

Tentang Kami

Majelis Ulama Sumatera Utara terbentuk sebelum dibentuknya MUI tingkat Nasional. MUI Sumut didirikan tanggal 11 Januari 1974, dua-tiga tahun selesai Pemilihan Umum yang kedua di Indonesia (1971). Dibentuknya suatu organisasi yang diberi nama ”Majelis Ulama” (waktu itu belum ada Indonesianya) adalah atas prakarsa tokoh-tokoh Ulama Medan bersama Pemerintah Daerah yang Gubernurnya ketika itu adalah Kolenel Marah Halim Harahap sebagai Gubernur pertama angkaan 66 bersama juga dengan Panglima Kodam II Bukit Barisan.

Prakarsa-prakarsa yang timbul itu didorong oleh semangat ekslarasi pembangunan yang mulai dicanangkan dalam rangka kebangunan Orde Baru masa itu. Dalam suatu pertemuan pembentukan Majlis Ulama Sumatera Utara (MUI-SU) tokoh ulama pertama yang dipilih menjadi Ketua Umum ialah Syekh H. Dja’far Abdul Wahab Tanjung, yang berdomisili di Padang Sidempuan Tap. Selatan, sedang ketua-ketua lainnya adalah yang berdomisili di Medan.

Kerjasama dan kebersamaan yang berjalan dan terjalin baik di Suamtera Utara antara Pemda dan Panglima, maka MUI-SU juga diberikan fasilitas kantor oleh Gubernur Sumatera Utara pada waktu itu H. Marah Halim Harahap tahun 1975 yang tereletak di jalan Majelis Ulama / Sutomo Ujung No. 3 yang telah beberapa kali direnovasi, yaitu pada tahun 2008 pada masa kepemimpinan Drs. Rudolf M Pardede, Pada masa kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho Gedung PTKU diresmikan yang juga dihadiri oleh Ketua Umum MUI Din Syamsuddin. Kehadiran pusat pendidikan yang dibangun berdampingan dengan kantor MUI Sumut tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk banyak melahirkan ulama muda Sumut untuk masyarakat. Bahkan pada tahun 2017 MUI Sumut telah memiliki laboratorium interpreneurship wakaf produktif.

Sejak berdirinya tahun 1975 sampai saat ini MUI Sumatera Utara telah menjalani 9 (tujuh) periode kepengurusan, dan telah menyelenggarakan delapan kali Musyawarah Daerah (Musda). Kesembilan periode kepengurusan itu ialah sebagai berikut:

Periode I (1975-1980) diketuali oleh Syekh H. Dja’far Abdul Wahab dengan ketua harian Syekh H. Yusuf Ahmad Lubis dan sekretaris umum Drs. H. Abdul Djalil Muhammad. Sebelum masa bakti berakhir, Syekh H. Djafar Abdul Wahab wafat dan dilanjutkan oleh Syekh

H. Yusuf Ahmad Lubis. Kepengurusan ini tidak ditetapkan melalui Musda, tetapi melalui musyawarah para alim ulama Sumatera Utara. Pemilihan kepengurusan melalui Musda baru pada periode kedua.

Periode II (1980-1985) diketuai oleh Drs. H. Abdul Djalil Muhammad dan H. Abdullah Syah, MA sebagai sekretaris umum. Periode III (1985-1990) diketuai Drs. H. Abdul Djalil Muhammad dan H. Abdullah Syah, MA sebagai sekretaris umum. Sebelum masa bakti berakhir, Drs. H. Djalil Muhammad wafat dan dilanjutkan oleh Syekh H.. Hamdan Abbas.

Periode IV (1990-1995) diketuai Syekh H. Hamdan Abbas dan Drs. H.M. Saleh Harahap. Periode V diketuai oleh H. Mahmud Aziz Siregar, MA dan Drs. Muin Isma Nasution sebagai sekretaris. Periode VI (2000-2005 diketuai H. Mahmud Azis Siregar MA, dan Drs. H.A.Muin Isma Nasution. Periode VII dan VIII (2005-2010/ 2010 -2015) diketuai oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA dan Prof. Dr. Hasan Bakti Nasuion sebagai sekretaris umum, saat ini periode ke IX diketuai oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA dan Dr. H. Ardiansyah, MA selaku Sekretaris.

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?