MILAD MUI KE-46 MUI SUMUT BERZIARAH KE MAKAM KETUA MUI YANG TELAH WAFAT

0
303 views

MEDAN (muisumut.com): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara  mengambil moment Milad MUI ke 46 melaksanakan ziarah ke 4 makam Ketua MUI Sumatera Utara yang telah wafat. Untuk kegiatan ini dibagi menjadi dua kelompok, mengingat Ketua Umum pertama  Syekh H. Dja’far Abdul Wahab Tanjung,  makamnya berada di Padang Sidempuan Tap. Selatan sedangkan tiga lainya berada di kota Medan. Kelompok pertama dipimpin oleh Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA, sedangkan untuk yang berada dikota Medan langsung dipimpin Ketua Umum MUI, Dr. H.Maratua Simanjuntak. Ikut dalam rombongan Sekretaris Umum, Prof. Dr. H. Asmuni, MA, Wakil Ketua Umum Dr H Arso, SH, Mag,  Ketua Infokom, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Sekretaris Dr. Arifinsyah, M.Ag bersama beberapa orang sekretariat, Senin (26/7) di Pekuburan Gg Istirahat Jl.HM Yamin SH, demikian disampaikan Ketua umum MUI Sumut saat berziarah ke makam almarhum Ketua Umum Drs H.Abdul Jalil Muhammad.

Setelah berziarah ke makam Drs. H. Abdul Jalil Muhammad dilanjutkan ke Taman Makam Solang Saling yang berada di Pasar Merah dimana makam H. Mahmud Azis Siregar MA, dan berakhir pada makam H. Hamdan Abbas yang berada di perkuburan Masjid Raya al Maksum

Periodeisasi MUI Sumatera Utara

Sejak berdirinya tahun 1975 sampai saat ini MUI Sumatera Utara telah menjalani 10 (sepuluh) periode kepengurusan, dan telah menyelenggarakan sembilan kali Musyawarah Daerah (Musda). Kesembilan periode kepengurusan itu ialah sebagai berikut:

Periode I (1975-1980) diketuali oleh Syekh H. Dja’far Abdul Wahab dengan ketua harian Syekh H. Yusuf Ahmad Lubis dan sekretaris umum Drs. H. Abdul Djalil Muhammad. Sebelum masa bakti berakhir, Syekh H. Djafar Abdul Wahab wafat dan dilanjutkan oleh SyekhH. Yusuf Ahmad Lubis. Kepengurusan ini tidak ditetapkan melalui Musda, tetapi melalui musyawarah para alim ulama Sumatera Utara. Pemilihan kepengurusan melalui Musda baru pada periode kedua.

Periode II (1980-1985) diketuai oleh Drs. H. Abdul Djalil Muhammad dan H. Abdullah Syah, MA sebagai sekretaris umum. Periode III (1985-1990) diketuai Drs. H. Abdul Djalil Muhammad dan H. Abdullah Syah, MA sebagai sekretaris umum. Sebelum masa bakti berakhir, Drs. H. Djalil Muhammad wafat dan dilanjutkan oleh Syekh H.. Hamdan Abbas.

Periode IV (1990-1995) diketuai Syekh H. Hamdan Abbas dan Drs. H.M. Saleh Harahap. Periode V diketuai oleh H. Mahmud Aziz Siregar, MA dan Drs. Muin Isma Nasution sebagai sekretaris. Periode VI (2000-2005 diketuai H. Mahmud Azis Siregar MA, dan Drs. H.A.Muin Isma Nasution. Periode VII dan VIII (2005-2010/ 2010 -2015) diketuai oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA dan Prof. Dr. Hasan Bakti Nasuion sebagai sekretaris umum, periode ke IX diketuai oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA dan Dr. H. Ardiansyah, MA selaku Sekretaris. sedangkan Periode ke X diketuai oleh Dr. H. Maratua Simanjuntak dan Prof. Dr. H. Asmuni, M.Ag selaku Sekretaris

Meneruskan Perjuangan Pengurus MUI Terdahulu

Menurut Maratua, meneruskan perjuangan pengurus MUI terdahulu sesuai misi misi MUI yang menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan Islam secara efektif.

Sehingga mampu mengarahkan dan membina ummat Islam dalam menanamkan dan memupuk akidah Islamiyah, dan menjadikan ulama sebagai panutan dalam mengembangkan akhlak karimah.

Ini dimaksudkan agar terwujud mesyarakat yang kahir al ummah dan visi Majelis Ulama Indonesia adalah terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang baik sebagai hasil penggalangan potensi dan partisipasi ummat Islam melalui aktualisasi potensi ulama, zuama, aghniya, dan cendikiawan muslim untuk kejayaan Islam dan ummat Islam (izzul-Islam wa al Muslimin) guna pewujudannya.

“Semoga di kepemimpinan saya ini bisa mewujudkan hal yang belum terlaksana pada kepemimpinan sebelumnya,” ujar Maratua.

Hal lain disampaikannya, kegiatan ziarah ini diharapkan menjadi momen iktibar bagi pengurus sekarang, bagaimana pengurus terdahulu hadir di tengah umat sebagai pemersatu umat.

“Kami sebagai pengurus saat ini akan meneruskan perjuangan para ulama terdahulu, terutama dalam upaya penyatuan umat dan dan mengambil iktibar agar lebih istiqomah dimana saat ini umat Islam menghadapi rintangan dalam menegakkan syariat Islam,”kata Maratua.

infokom. akmal