Friday, 25 September, 2020

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Praktik Kerja Lapangan di Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara



Selasa, 30 April 2019

Mahasiswa universitas islam negeri sumatera utara Fakultas Syariah & Hukum terkhususnya Jurusan Perbandingan Mazhab yang berjumlah 15 orang pada tanggal 30 April 2019 melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara untuk melihat jalannya persidangan yang akan dilaksanakan oleh MUI, sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai praktikum.

Majelis Ulama Indonesia adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, Zu’ama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat islam indonesia sehingga dapat mewujudkan Islam yang penuh rahmat (rahmat lil-alamin). Majelis ulama indonesia berdiri pada 11 Januari 1975 bertepatan dengan tanggal 28 Zulhijjah 1394 H. Sesuai dengan tugasnya, MUI membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya. Dan dijelaskan juga didalam Peraturan Organisasi Majelis Ulama Indonesia Tahun 2015 tentang PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KOMISI HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN MAJELIS ULAMA INDONESIA bagian BAB IV pasal 5 fungsi komisi hukum dan perundang-undangan MUI berfungsi: melakukan pengkajian di bidang hukum dan perundang-undangan, dan hukum Islam/syariah, memberikan sumbangan pemikiran dan memperjuangkan masuknya materi hukum Islam atau nilai-nilai hukum Islam ke dalam hukum nasional dan peraturan perundang- undangan, meningkatkan kapasitas kelembagaan Islam dan umat Islam di bidang hukum dan perundang-undangan, memberikan bantuan, perlindungan, dan advokasi kepada umat Islam dan kepentingan umat Islam yang mengalami masalah di bidang hukum dan perundang-undangan,

dan memeberikan dukungan, bantuan, dan supervisi kepada umat Islam dan ormas- ormas/kelembagaan Islam dalam bidang hukum dan perundang-undangan.

Pukul 11.00 WIB mahasiswa memasuki ruang sidang tempatnya ruang sidang MUI, dimana terdiri dari ketua umum, sekretaris Dr. Akmaluddin Syahputra, M. Hum, dan pengurus- pengurus MUI lainnya, terdiri dari 9 putusan yang akan didiskusikan diruang sidang untuk memutuskan sertifikat kehalalannya. Salah satunya adalah tentang UD. Budi yang terdiri dari 2 tempat, tempat pertama di jln. Tepekong No. 141 KM 12 Kel. Purwodadi, yang kedua Desa Namu Ukur Kec. Sei Binjai Kab. Langkat Binjai, Indonesia, produknya adalah air minum. Dipabrik yang pertama di jln. Tepekong No. 141 KM 12 Kel. Purwodadi air minum tersebut diolah dan berasal dari mata air, sedangkan pabrik yang kedua di Desa Namu Ukur Kec. Sei Binjai Kab. Langkat Binjai, Indonesia, air minum tersebut diolah dan berasal dari sumur bor, MUI bermusyawarah tentang keadaan bahan-bahan yang ada dari kedua pabrik tersebut, setelah diadakan diskusi (musyawarah) ketua umum memutuskan bahwa bahan-bahan yang digunakan dari kedua pabrik adalah halal.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jurusan perbandingan Mazhab “kami mengharapkan semoga mahasiswa/mahasiswi dapat dibimbing, diarahkan oleh pengurus- pengurus MUI dalam pembuatan fatwa. Agar mahasiswa tahu untuk menerbitkan sertifikat kehalalan dari sebuah permasalahan.”

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?