Usut Tuntas Pembunuh Ketua Majelis Ulama Indonesia Labuhan Batu Utara dan Pelakunya agar dihukum dengan hukuman mati

0
150 views

muisumut.com. Sebagai Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara Prof.Dr.H.Asmuni, MA pertama sekali mengucapkan inna lillahi wainna ilahi rajiun. Almarhum ust Aminurrasyid Aruan, telah meninggal dalam keadaan syahid dan husnul khatimah, semoga alm mendapat maghfirah dan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di alam barzah dan kelak akan dimasukkan dalam Surga Jannatun Na’im.

Kepada seluruh keluarga kiranya tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini, sebab ini sudah merupakan taqdir Allah. Semua keluarga tentunya merasa sedih yang mendalam dan sebagai sekretaris Umum, atas nama keluarga dan keluarga besar MUI Sumatera Utara juga turut merasa duka dan kehilangan seorang ulama sebagai warasatul anbiya’.

Berita yang beredar motif pembunuhan tersebut karena pelaku merasa sakit hati karena dutegur oleh korban karena dilarang untuk mencuri sawit di kebun korban. Apapun motifnya, kiranya pihak berwajib dapat mengusut secara tuntas pelaku pembunuhan yang sadis tersebut. Semoga tidak dinyatakan sebagai orang gila seperti yang pernah terjadi di daerah lain. Jika tidak gila lalu dinyatakan gila dengan motif untuk melepaskan tututan hukum yang berat, berarti itu adalah suatu kezaliman yang besar dan diancam dengan azab yang sangat pedih dalam Neraka ( surat al-Insan:31). Semua umat Islam diseluruh dunia pasti mengutuk perbuatan biadab tersebut. Kita semua sangat berharap kiranya Hakim yang akan mengadili perkara tersebut dapat menjatuhi hukuman mati , jika benar terbukti pelaku telah melakukan pembunuhan berenca dengan sudah mempersiapkan kelewang sebagai senjata tajam untuk melakukan pembunuhan.

Hal ini sesuai dengan KUHP pasal Pasal 340 yang menegaskan bahwa “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.” Dari pasal ini, dapat disimpulkan bahwa Pembunuhan Berencana itu memiliki dua unsur, yaitu Unsur Subyektif dan Unsur Obyektif. Unsur Subyektif, yaitu : dengan sengaja, dengan rencana lebih dahulu. Unsur Obyektif, yaitu : Perbuatan (menghilangkan nyawa), Obyeknya (nyawa orang lain).

Ketentuan KHUP pasal 340 ini relevan dengan firman Allah dalam surat al- Baqarah ayat 178 yang artinya “ 178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih “.

Kita semua memberikan apresiasi kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan beserta jajaran yang telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut. Dalam menghadapi cobaan tersebut umat Islam kiranya tidak bertindak anarkis terhadap keluarga pelaku, tetapi kita serahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum semoga mereka bertindak objektif dan berlaku adil sesuai dengan ketentuan yang berlaku,

Kontributor Prof. Dr. Asmuni, M.Ag