Konjen Malaysia Jalin Silaturrahmi dengan MUI Sumut

0
133 views

Medan, (muisumut.com) – Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) berkunjung ke Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Rabu siang (15/09/2021).

Kunjungan silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai perkenalan MUI SU dengan negara sahabat saudara serumpun sekaligus menjajaki peluang kerjasama yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya dengan Malaysia mengingat kedekatan jarak, kultur budaya, kemudahan komunikasi dan lain sebagainya.

Konsulat Jenderal Malaysia di Medan merupakan perwakilan pemerintah Malaysia kedua terbesar di Indonesia setelah Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Konsulat Malaysia di Pekanbaru dan Pontianak.

Diterima langsung oleh Konsul Jenderal Malaysia YM Aiyub Bin Omar di kantornya Jalan Pangeran Diponegoro No.43 Medan, delegasi MUI SU beranggotakan 6 orang dipimpin oleh K.H. Akhyar Nasution  selaku Ketua Bidang HLNKI MUI-SU didampingi oleh Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc., MA., H. Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak., CA, M.Ak, Cert. IPSAS, H. Nano Wahyudi, Lc., MA., Hj. Alya Rahmayani Siregar, S.Ag., SPd.I., dan Akhlakul Karimah, SPd., selaku Ketua, Sekretaris dan Anggota Komisi HLNKI MUI-SU. Pertemuan selama kurang lebih 2 jam tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun dengan penerapan standar protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir bersama dengan Konjen Malaysia di Medan YM Aiyub Bin Omar beberapa konsul dan staf konsulat yaitu Azizah Abd Aziz, Lt Commander Syarizan, Mayor Yusri Rahim, konsul muda imigrasi Fatimah Noor Huda dan staf lokal Robert Sianturi. Konjen sangat senang menerima kunjungan perdana MUI SU tersebut dan sangat antusias dengan terjalinnya hubungan antar lembaga ini. Di awal pertemuan Konjen memaparkan tahapan terbentuknya Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, dimulai pembentukan Konsulat untuk Sumatera tahun 1967, meningkat menjadi Konsulat Jenderal tahun 1982 sampai dibangunnya kantor Konsulat Jenderal yang ada saat ini di tahun 1992.

“Peluang beasiswa untuk S2 dan S3 dari Malaysia International Scholarship (MIS) untuk para lulusan dengan GPA terbaik dari negara lain termasuk dari Indonesia, yang dibuka setiap tahunnya namun untuk tahun 2021 ini proses penjaringan sudah selesai,” jelas Konjen berkenaan dengan peluang pendidikan dan beasiswa.

Konjen juga menerangkan tentang adanya beasiswa dari Yayasan Al Bukhari dari Al Bukhari International University di Kedah yang sudah diinformasikan di Medan. Yayasan Al Bukhari yang terbentuk sejak tahun 2010 tersebut memberi 15 beasiswa penuh termasuk uang saku sebesar RM 450 setiap bulannya untuk para calon mahasiswa Indonesia dari keluarga kurang mampu yang berpenghasilan kurang dari Rp. 4 juta setiap bulannya, namun tahun 2021 ini tidak termanfaatkan peluangnya.

Ketua Bidang HLNKI MUI SU mengharapkan agar peluang ini dapat diinformasikan ke MUI SU tahun depan. Konjen menambahkan, masih ada peluang-peluang beasiswa lain yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan dan pemerintah Malaysia.

Konjen juga menggambarkan jumlah yang besar mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia yaitu sejumlah 10.000 orang, jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia sejumlah 4.000 orang dimana 1.500 di antaranya belajar di Sumatera dan sebagian besar yang di Sumatera belajar di Medan yaitu di USU (umumnya di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi), di UIN SU Medan dan di Unimed.

Dalam kondisi pandemi covid 19 ini, pihak Konsulat Jenderal Malaysia juga menyampaikan kondisi kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa Malaysia yang masih belum bisa masuk kembali untuk melanjutkan studi ke Indonesia sementara bagi mahasiswa Indonesia yang harus kembali ke Malaysia untuk melanjutkan studi, saat ini sudah tidak ada halangan. Dalam kesempatan tersebut, K.H. Akhyar Nasution juga menjelaskan tentang Perguruan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang ada di MUI SU.

Menanggapi pertanyaan sijil halal dari Konjen, K.H. Akhyar Nasution memaparkan proses penerbitan sertifkat halal mulai dari proses di LP POM, proses audit lapangan, sampai  sidang Komisi Fatwa untuk putusan halalan syar’ian.

“Perbincangan makin mencair dengan membahas objek wisata baik yang ada di Malaysia maupun Indonesia, makanan daerah hingga potensi ekonomi yang ada,” papar Akhyar.

Di akhir pertemuan, Komisi HLNKI MUI-SU dan Konsul Jenderal Malaysia saling bertukar plakat cenderamata. YM Aiyub Bin Omar sangat mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap kunjungan singkat tersebut merupakan langkah awal untuk jalinan kerjasama yang lebih baik lagi ke depannya. Kunjungan diakhiri dengan berfoto bersama.

Kontributor: H. Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak., CA, M.Ak, Cert.IPSAS