Beranda blog

Komisi HLNKI MUI SUMUT Dorong Semangat Generasi Millenial Studi ke Luar Negeri

0

Medan – (muisumut.com) Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) dorong semangat generasi milenial muda untuk studi di luar negeri melalui kegiatan Webinar Series – 2 secara hybrid (gabungan daring dan luring) di Aula MUI SU, Sabtu 21 Agustus 2021/ 12 Muharram 1443 H.

Webinar kali ini menghadirkan seorang motivator yang sangat inspiratif Bapak H. Pasoroan Herman Harianja, SH, M.Sc – Presiden INAMPA (Indonesian Maritime Pilots Association) -yang sudah 35 tahun berpengalaman di bidang kemaritiman dan kepelatihan. Mantan Direktur Pelindo I dan IV ini sangat memukau peserta dengan kisah-kisah perjalanannya ke hampir semua negara di lima benua untuk keperluan studi, tugas, seminar, hingga perjalanan wisata. Coach Herman tidak hanya berorasi dengan sangat menarik dan penuh semangat, tetapi juga sangat dermawan karena sepanjang sesi beliau kerap membagikan hadiah oleh-oleh perjalanannya dari luar negeri kepada peserta yang berani tampil ke depan dan menjawab pertanyaan. Setidaknya ada 5 hal yang dipesankan Coach Herman agar sukses dan disukai banyak orang, yakni komunikasi, open-minded, pengembangan hobi, terus menambah wawasan, dan menjadi diri sendiri.

Dalam bincang-bincang sambil makan siang dengan bapak Pasoroan Herman Harianja setelah sesi webinar selesai, beliau menyarankan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan membuat gathering dengan BUMN yang ada di Medan untuk menjajaki peluang pemanfaatan dana CSR BUMN yang dapat digunakan untuk dana beasiswa anak-anak berprestasi dan juga meminta kesediaan BUMN memfasilitasi program pelatihan bahasa asing.

Sesi kedua menampilkan topik Kuliah di Timur Tengah dengan duet Narasumber Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe, Lc.MA (Alumni Jinan University, Tripoli, Lebanon) dan H. Muhammad Akbar Rosyidi Datmi, Lc (Alumni Al Ahgaff University, Yaman). Doktor Endi mengawali presentasinya dengan mengulas latar sejarah Lebanon yang dikenal sebagai salah satu kota tua (Syam). “Historia magistra vitae, sejarah adalah guru terbaik.” papar beliau sebelum berkisah panjang lebar tentang perkuliahan di Lebanon.

Lebih jauh narasumber Akbar Rosyidi menceritakan sistem pendidikan di Yaman dan profil beberapa institusi seperti Rubath Tarim, Darul Musthafa, Universitas Al Ahgaff, Universitas Imam Syafi’i, Universitas Wasathiyah, Ma’had Alaydrus dan Daruz Zahro.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan pandangannya bahwa saat ini belajar di luar negeri memang suatu pilihan. Walaupun di Indonesia sudah banyak institusi pendidikan lokal yang berafiliasi dengan kampus-kampus ternama di Timur Tengah, namun merasakan kuliah di luar negeri ada kelebihannya. Alumni-alumni luar negeri ini punya position yang baik karena mereka sudah otomatis mahir berbahasa Arab (atau bahasa asing lainnya), berbeda jika kita kuliah di dalam negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI SU juga meresmikan pembukaan layanan “Pusat Informasi Studi Luar Negeri MUI-SU” yang bertempat di Ruang VIP Lantai 2 Gedung MUI Provinsi Sumatera Utara. Ketua Bidang HLNKI MUI SU K.H. Akhyar Nasution, Lc.MA didampingi Ketua Komisi HLNKI MUI SU Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc.MA menjelaskan bahwa Pusat Informasi Studi Luar Negeri (PISLN) ini adalah sumber informasi sekolah, kuliah dan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, baik ke negara Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, Asia dan negara- negara lainnya. Kedepan, PISLN akan menjadi sarana persiapan calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri seperti pelatihan bahasa asing, seleksi admisi universitas, seleksi beasiswa, hingga pemberangkatan mahasiswa Indonesia ke luar negeri.

Kegiatan webinar dimulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 1 siang, dihadiri total 165 orang dengan rincian 92 orang peserta mengikuti secara luring (offline) dan 69 orang daring (online). Rata-rata peserta merupakan generasi milenial muda yang berasal dari kampus, sekolah, pesantren di Sumatera Utara dan luar provinsi lainnya. (ylubis)

*Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP (Komisi HLNKI MUISU)

HUT KE 76 RI : MUI SUMUT GELAR ZIKIR KEBANGSAAN DAN ZIARAHI TOKOH PEJUANG ISLAM

0
Ketum MUI Sumut ziarah

Infokom, (muisumut.com) Dalam rangka HUT RI yang ke 76 yang mengambIl tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” MUI Sumatera Utara tetap komit terhadap kebangsaan RI, hal ini digambarkan dengan melaksanakan zikir kebangsaan di Masjid Ar Rahmah MUI Sumatera Utara pada Senin 16 Agustus 2021.

Zikir kebangsaan yang disiarkan secara langsung melalui TV streaming MUI Sumut dihadiri secara terbatas hanya oleh Dewan Pimpinan Harian dan Ketua serta Sekretaris Komisi mengingat masih dalam situasi pandemik. Tampak hadir Ketua Umum Dr. Maratua Simanjutak, Wakil Ketua Umum Dr. Asren Nasution.

Zikir yang berlangsung setelah shalat ashar berjamaah berlangsung sekitar 1 jam yang dipimpin oleh K.H Akhyar Nasution, LC, MA. terlihat khidmat dan ditutup dengan doa oleh Dr. Abdul Hamid Ritonga, MA, dalam hal ini kita medoakan para leluhur leluhur pejuang pejuang yang telah menjadi syuhada, mendoakan bangsa Indonesia diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai permasalahan khususnya covid-19.

Dalam sambutannya Dr. H. Maratua Simanjutak menyampaikan  “ada tiga alasan zikir kebangsaan ini dilaksanakan, pertama dalam memperingati lahirnya MUI ke-46 tahun, kelahiran MUI diperuntukan menjadi khadimul ummah dan shadiqul hukumah, MUI lahir untuk mengayomi umat, saat ini banyak permasalahan umat Islam, sudah selayaknya MUI harus tampil kedepan”

Alasan kedua zikir kebangsaan ini dilaksanakan adalah sesuai anjuran Presiden Republik Indonesia dalam rangka Dirgahayu Republik Indonesia ke 76, “artinya kita berdoa semoga negara ini tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendiri bangsa Indonesia. Para ulama ulama kita yang bertetesan darah dan air mata memperjuangkan kemerdekaan” ungkapnya

Pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih kita rasakan bersama juga menjadi alasan ketiga mengapa zikir kebangsaan ini dilaksanakan, “saat ini hanya Allah tempat kita meminta pertolongan tentunya setelah kita berikhtiar dengan mematuhi anjuran dari pemerintah agar pandemi ini segera berakhir.”

MUI Ziarahi Tokoh Pejuang Islam

Sebelum diadakan zikir kebangsaan pada pagi hari hingga siang Dewan Pimpinan MUI Sumut menziarahi tokoh pejuang Islam dari berbagai ormas Islam yaitu Nahdatul Ulama, Al Washliyah. Muhammadiyah, dan Ittihadiyah. Ziarah ini dibagi menjadi 3 rombongan. Rombongan pertama yang langsung diketuai oleh Dr.H Maratua Simanjuntak, yang menziarahi makam Zainal Arifin Abbas, yang merupakan tokoh Ittihadiyah, organisasi yang berdiri tahun 1935. H. Abdurrahman Syihab yang merupakan pendiri al Washliyah, berdiri tahun 1930 serta Syekh Muhammad Yunus pencetus nama “Al Jam’iyatul Washliyah”

Ketua Umum MUI Sumut dan rombongan berdoa di makam H. Abdurrahman Syihab

Turut serta dalam rombongan Prof. Dr. H. Mohd. Hatta, Dr. Abdurrahim, M.Hum, Drs. H. Sanusi Lukman, LC. MA, Dr. Akmaluddin Syahputra serta Dr. Sugeng Wanto.

Ziarah ke makam Hj. Darwani BInti Sutan Abdul Muis Pasaribu, tokoh muslimat NU Sumatera Utara
dan Hj. Asiah Lubis binti M. Tamin Lubis, tokoh muslimat al washliyah

Rombongan kedua dipimpin oleh Palit Muda Harahap, MA yang menziarahi tokoh Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, serta rombongan ketiga menzirahi makam tokoh muslimat NU dan muslimat Al Washliyah.

berdoa di makam alm H. Zainal Arifin Abbas Senin 16 Agustus 2021

Ketika menziarahi makam H. Zainal Arifin Abbas yang juga dihadiri putra beliau Dr. Ir. Assad, M.Si, Maratua menyampaikan “Saya secara pribadi pada tahun 1968 punya kenangan dan mungkin yang sekarang saya ikuti adalah jejak beliau terutama dalam konsekwensi keulamaan.  Beliau adalah ahli tafsir, tafsir tiga serangkai yang ditulis oleh H.A. Hasim Hasan, H. Zainal Arifin Abbas, dan Abdurrahman Haitami masih dipakai sampai sekarang. Kami MUI Sumatera Utara akan mentauladani jejak-jejak ulama pejuang” tuturnya  seraya mendoakan, semoga Allah menempatkannya disurga Allah bersama Rasulullah

Pada kesempatan itu Ketua Umum MUI ini prihatin dengan kondisi umat Islam yang terus dipertentangkan dengan kebangsaan, padahal dalam kemerdekaan RI tidak sedikit andil dari umat Islam, “kita terenyuh, Ketika Badan Pembina  Idieologi Pancasila menanyakan kembali melalui sayembara tulisan hukum menyanyikan lagu Indonesia raya dan hukum hormat bendara” ucapnya

MUI luncurkan majalah Media Ulama

Ketua Bidang Infokom menyerahkan majalah Media Ulama dalam rangka Dirgahayu RI ke 76, Senin 16 Agustus setelah zikir kebangsaan

Setelah zikir kebangsaan, MUI Sumut melalui bidang Informatika dan komunikasi menyerahkan media ulama edisi perdana untuk bulan Februari sampai dengan Agustus.  Majalah Media Ulama diserahkan langsung oleh Ketua Bidang Infokom Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum bersama Ali Suman Daulay selaku sekretaris komisi kepada Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak yang di damping oleh wakil ketua umum Dr. Asren Nasution. “Media ulama edisi perdana ini mengambil tema Merdeka dari Covid-19, insya Allah tahun akan diterbitkan 2 edisi dan kita tingkatkan menjadi 3 edisi pada tahun selanjutnya, dan semoga terus meningkat dan mendapat sambutan dari umat Islam” jelas Akmaluddin

Pada kesempatan itu, Maratua menyampaikan bahwa majalah MUI yang pada periode lalu bernama suara ulama namun pada edisi perdana ini berubah menjadi media ulama, hal ini mengingat pertama kali terbit majalah MUI adalah media ulama “jadi ini hanya ingin mengebalikannya pada sejarah pertama berdirinya” tegasnya

MUI KELUARKAN FATWA PENGGUNAAN VAKSIN ASTRAZENECA

0

Download Fatwa MUI No 14 Tahun 2021 Tentang Hukum Penggunaan Vaksin Covid -19 Produk AstraZeneca

Muisumut.com, Medan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa Nomor 14 Tahun 2021 terkait penggunaan Vaksin Vovid-19 Produk AstraZeneca sehubungan permohonan fatwa dari Pemerintah, pada 16 Maret 2021, demikian disampaikan ketua Fatwa MUI Sumut, Drs, Ahmad Sanusi Lukman, LC, didampingi ketua Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Sabtu 20 Maret 2021

Fatwa MUI Pusat ini dikeluarkan setelah mendengar penjelasan Menteri Kesehatan RI dalam rapat Komisi Fatwa MUI, penjelasan dari Direktur Utama PT Biofarma, juga penjelasan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada Senin 8 Maret 2021, serta laporan dan penjelasan tim auditor LPPOM MUI.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa “Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience Andong Korea, hukumnya haram, karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang terbuat dari babi

Pada angka 2 ketentuan hukum dalam fatwa ini dijelaskan bahwa pada saat ini vaksin tersebut dibolehkan (mubah) dikarenakan

Pertama, ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajjah syar’iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar’i

Kedua, ada keterangan ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (resiko fatal) jika tidak segera dilakukan vaknsinisasi Covid-19;

Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci masih terbatas jumlahnya. Sementara Indonesia masih berupaya menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk dapat keluar dari pandemi Covid-19.

Keempat, ada jaminan keamanan penggunaannya vaksin AstraZeneca dari pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga vaksin AstraZeneca dapat terjamin keamanannya.

Kelima, Pemerintah tidak memiliki keluasan memilih jenis vaksin mengingat Ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi dalam pelaksanaan vaksinasi

Kebolehan penggunaan vaksin covid-19 produk AstraZeneca ini tidak berlaku jika salah satu dari kelima hal diatas hilang, dan pemerintah wajib terus mengikhtiarkan ketersediaan vaksin covid-19 yang halal dan suci.

MUI Bolehkan Vaksinasi Covid-19 Ketika Berpuasa

0

Muisumut.com. Medan. Dalam rangka percepatan pencegahan penanggulangan wabah covid, pemerintah menargetkan pelaksanaan vaksinansi vovid-19 menjangkau 181,5 juta orang (70% dari penduduk Indonesia) pada tahun 2021 guna mencapai kekebalan kelompok (herd imunity).

Maka dengan target waktu satu tahun, program vaksinasi tersebut berjalan meskipun umat Islam sedang berpuasa Ramadan, untuk itu Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa nomor  13 Tahun 2021 Tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa. Sebagaimana yang disampaikan Ketua Bidang Fatwa Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA didampingi Sekretaris MUI Sumatera Utara, Irwansyah Ketika ditemui di ruang kerjanya, MUI Sumatera Utara pada 17 Maret 2021.

Dalam fatwa nomor : 13 tahun 2021 yang diterbitkan pada 16 Maret yang lalu, dijelaskan bahwa vaksinasi adalah proses pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibody guna menangkal penyakit tertentu.

Injeksi intramuscular adalah injeksi yang dilalukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Dalam ketentuan Hukum Fatwa itu juga disebutkan bahwa vaksnisasi covid-19 dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa, dan dibolehkan sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar)

Dalam hal ini, meskipun pemerintah dapat melakukan vaksinasi pada  saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan wabah covid-19 namun dengan tetap memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa, yaitu dengan melaksanakan proses vaksinasi pada malam hari.  Karena, Jika proses vaksinisasi pada siang hari saat berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

Dalam fatwa MUI itu juga merekomendasikan bahwa Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19.

Download Fatwa MUI No 13 tahun 2021

Official TV Channel MUI Sumut

0

Al-Qur'an Sebagai Kitab Petunjuk

Live Streaming Dialog Interaktif Kajian Tafsir Dengan Buku Tafsir al-Wasi’ Tema “Al-Qur’an Sebagai Kitab Petunjuk”

Moderator : Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M. Hum. (Ketua Bidang Infokokm MUI SU)
Narasumber : Dr. Ansari
Yamamah. MA. (Penulis Buku Tafsir al-Wasi’)

14.00 s/d Selesai WIB di Studio Kedai Wakaf MUI SU
Selasa, 7 Safar 1443 H/14 September 2021 M
Show More
1 of 41 Next

ISTIHALAH

0

Saat ini teknologi pangan sudah berkembang sedemikan maju, sehingga sebuah makanan bisa terbuat dari berbagai bahan yang sangat banyak, yang oleh orang awam sulit untuk ditelusuri. Namun dengan bantuan teknologi, bahan-bahan yang banyak tersebut memungkinkan untuk dilacak dan diketahui asal-usulnya. Informasi tentang asal-usul bahan dan proses produksi tersebut sangat membantu dalam penetapan status hukum makanan tersebut, apakah halal atau tidak. 
Perubahan bahan baku menjadi makanan yang siap saji, yang melewati proses demikian rumit, menjadi tantangan tersendiri dalam menetapkan status hukumnya. Karena itu, para ulama mencurahkan pikirannya untuk merumuskan kaidah yang dapat lebih sederhana dalam menetapkan status hukum suatu makanan. 

Di antara kaidah yang dipandang memberikan alternative adalah tentang istihalah. 
Istihalahyang berarti perubahan merupakan kata yang digunakan dalam pembahasan fiqh mengenai bebagai hal termasuk perubahan benda najis ataumutanajjis. Perubahan itu karena berbagai sebab dan mengakibatkan perubahan dengan berbagai bentuknya. Perubahan benda tersebut tentu berdampak pada hukum yang berbeda. Pada sisi lain terjadi perbedaan identifikasi terhadap bermacam perubahan yang diakibatkannya. Sehingga, pembahasan masalah ini sampai sekarang selalu menimbulkan beragam pendapat.

 Pembahasan istihalah dengan berbagai sebab dan ragamnya itu kiranya dipandang semakin penting dilakukan, terutama karena semakin banyak beredar berbagai jenis makanan, minuman, obat dan lainnya yang disinyair sengaja dicampur dengan bahan najis, seperti enzim babi dan lainnya. Ternyata persoalan ini tidak sederhana karena tidak cukup hanya berdasar pada dugaan semata, tetapi diperlukan tahqiq (verifikasi) dengan menggunakan peralatan yang akurat oleh tenaga ahli. 

Masalah istihalah ini terus menjadi perbincangan di antara lembaga penerbit sertifikat halal dunia. MUI sebagai salah satu lembaga sertifikat halal yang banyak diikuti pendapatnya oleh lembaga serupa di berbagai Negara telah mempunyai prinsip-prinsip tentang istihalah. Namun prinsip-prinsip tersebut belum formal menjadi sebuah keputusan resmi berbentuk fatwa. Ijtima’ ulama diharapkan dapat merumuskan tentang istihalah, yang nantinya bisa menjadi keputusan resmi MUI. 



Istihalah adalah perubahan material dan sifat-sifat suatu benda menjadi benda lain. Yang dimaksud perubahan material meliputi unsur-unsurnya. Sedangkan perubahan sifat meliputi warna, bau dan rasa. 

Ketentuan Hukum 

  • Proses istihalahtidak mengubah bahan najis menjadi suci, kecuali berubah dengan sendirinya (istihalah binafsiha) dan bukan berasal dari najis ‘aini. Dalam hal khamr menjadi cuka, baik berubah dengan sendirinya atau direkayasa hukumnya suci. 

  • Setiap pengolahan bahan halal yang diproses dengan media pertumbuhan yang najis atau bernajis, maka bahan tersebut hukumnya mutanajjis yang harus dilakukan pensucian (tathhir syar’an). 

  • Setiap bahan yang terbuat dari babi atau turunanya haram dimanfaatkan untuk membuat makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan barang gunaan, baik digunakan sebagai bahan baku, bahan tambahan maupun bahan penolong. 


MUI SU Gelar Workshop Motivasi Kesehatan, Pembuatan Hand Sanitazer dan Jamu Sehat

0

Medan (muisumut.com) – Komisi Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara yang dipimpin Ketua Bidangnya Hj. Laila Rohani dan Sekretaris Bidang Hj. Nani Ayum Panggabean mengadakan Kegiatan Workshop Motivasi Kesehatan, Pembuatan Sanitazer pada Hari Sabtu, 18 September 2021 di Aula MUI SUMUT.

Ketua Umum MUI Sumatera Bapak Dr. H. Maratua Simanjuntak dalam arahannya menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memotivasi kita mengaplikasikan maqasidusy syari’ah (tujuan syariat) mencari kemashlahatan, termasuk hifzun nafsi (menjaga diri) di antaranya menjaga kesehatan.

Sehat merupakan anugerah Allah SWT yang terindah, yang kadang selalu diabaikan manusia. Padahal Allah dan Rasulullah SAW sudah membimbing kita pada pesan cerdas-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits Nabi, seperti yang salah satunya sabda Rasulullah SAW:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].

Komisi Sosial Bencana MUI SUMUT menggelar Workshop ini dalam rangka meng upgrade kembali pentingnya kesehatan itu, apalagi di tengah Masa Pandemi Covid-19 ini.
Narasumber nya adalah Prof.Dr H.Asmuni yang menjelaskan tentang pengalamannya ketika terpapar Covid-19 dan bagaimana sikap yang baik dan benar dalam menghadapi sakit tersebut.

Narasumber lainnya, berasal dari Komisi Sosial dan Bencana MUI SU sendiri yaitu Dokter Spesialis Paru yang berdinas di RS Pirngadi, Ibu dr. Hj. Nuryunita Nainggolan Sp. P(K) tentang Motivasi Kesehatan, dilanjutkan praktik Hand Sanitazer oleh Hj.Ameilia Zuliyanti Siregar, Msc.Phd dosen USU dan Pemaparan dan praktik jamu sehat yang sudah mendapat lisensi Kementerian Kesehatan oleh Hj. Radhiatam Mardiyah yang keseharian berdinas di Kementerian Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Acara dipandu Moderator Bapak Rahmat Widia Sembiring, MSc. Ph.D, Dosen Politeknik Negeri Medan.


Turut menjadi peserta, dari LSM Keagamaan, beberapa Komisi di kalangan MUI SU di antaranya Komisi Dakwah, Infokom dan KPRK, serta Lembaga Penggiat Kesehatan, Lingkungan dan Kebencanaan. Melalui kegiatan ini diharapkan, peserta dapat mendakwahkan dan ‘menularkan’ tentang pentingnya arti Kesehatan terutama pada masa Pandemi COVID-19 ini.

Peserta antusias mengikuti Acara dan selesai Acara dibagikan Hand Sanitazer dan Jamu Sehat yang diberi label nama ‘Afiya. (NA/ Komsosben MUI SU)

Konjen Malaysia Jalin Silaturrahmi dengan MUI Sumut

0

Medan, (muisumut.com) – Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) berkunjung ke Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Rabu siang (15/09/2021).

Kunjungan silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai perkenalan MUI SU dengan negara sahabat saudara serumpun sekaligus menjajaki peluang kerjasama yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya dengan Malaysia mengingat kedekatan jarak, kultur budaya, kemudahan komunikasi dan lain sebagainya.

Konsulat Jenderal Malaysia di Medan merupakan perwakilan pemerintah Malaysia kedua terbesar di Indonesia setelah Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Konsulat Malaysia di Pekanbaru dan Pontianak.

Diterima langsung oleh Konsul Jenderal Malaysia YM Aiyub Bin Omar di kantornya Jalan Pangeran Diponegoro No.43 Medan, delegasi MUI SU beranggotakan 6 orang dipimpin oleh K.H. Akhyar Nasution  selaku Ketua Bidang HLNKI MUI-SU didampingi oleh Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc., MA., H. Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak., CA, M.Ak, Cert. IPSAS, H. Nano Wahyudi, Lc., MA., Hj. Alya Rahmayani Siregar, S.Ag., SPd.I., dan Akhlakul Karimah, SPd., selaku Ketua, Sekretaris dan Anggota Komisi HLNKI MUI-SU. Pertemuan selama kurang lebih 2 jam tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun dengan penerapan standar protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir bersama dengan Konjen Malaysia di Medan YM Aiyub Bin Omar beberapa konsul dan staf konsulat yaitu Azizah Abd Aziz, Lt Commander Syarizan, Mayor Yusri Rahim, konsul muda imigrasi Fatimah Noor Huda dan staf lokal Robert Sianturi. Konjen sangat senang menerima kunjungan perdana MUI SU tersebut dan sangat antusias dengan terjalinnya hubungan antar lembaga ini. Di awal pertemuan Konjen memaparkan tahapan terbentuknya Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, dimulai pembentukan Konsulat untuk Sumatera tahun 1967, meningkat menjadi Konsulat Jenderal tahun 1982 sampai dibangunnya kantor Konsulat Jenderal yang ada saat ini di tahun 1992.

“Peluang beasiswa untuk S2 dan S3 dari Malaysia International Scholarship (MIS) untuk para lulusan dengan GPA terbaik dari negara lain termasuk dari Indonesia, yang dibuka setiap tahunnya namun untuk tahun 2021 ini proses penjaringan sudah selesai,” jelas Konjen berkenaan dengan peluang pendidikan dan beasiswa.

Konjen juga menerangkan tentang adanya beasiswa dari Yayasan Al Bukhari dari Al Bukhari International University di Kedah yang sudah diinformasikan di Medan. Yayasan Al Bukhari yang terbentuk sejak tahun 2010 tersebut memberi 15 beasiswa penuh termasuk uang saku sebesar RM 450 setiap bulannya untuk para calon mahasiswa Indonesia dari keluarga kurang mampu yang berpenghasilan kurang dari Rp. 4 juta setiap bulannya, namun tahun 2021 ini tidak termanfaatkan peluangnya.

Ketua Bidang HLNKI MUI SU mengharapkan agar peluang ini dapat diinformasikan ke MUI SU tahun depan. Konjen menambahkan, masih ada peluang-peluang beasiswa lain yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan dan pemerintah Malaysia.

Konjen juga menggambarkan jumlah yang besar mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia yaitu sejumlah 10.000 orang, jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia sejumlah 4.000 orang dimana 1.500 di antaranya belajar di Sumatera dan sebagian besar yang di Sumatera belajar di Medan yaitu di USU (umumnya di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi), di UIN SU Medan dan di Unimed.

Dalam kondisi pandemi covid 19 ini, pihak Konsulat Jenderal Malaysia juga menyampaikan kondisi kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa Malaysia yang masih belum bisa masuk kembali untuk melanjutkan studi ke Indonesia sementara bagi mahasiswa Indonesia yang harus kembali ke Malaysia untuk melanjutkan studi, saat ini sudah tidak ada halangan. Dalam kesempatan tersebut, K.H. Akhyar Nasution juga menjelaskan tentang Perguruan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang ada di MUI SU.

Menanggapi pertanyaan sijil halal dari Konjen, K.H. Akhyar Nasution memaparkan proses penerbitan sertifkat halal mulai dari proses di LP POM, proses audit lapangan, sampai  sidang Komisi Fatwa untuk putusan halalan syar’ian.

“Perbincangan makin mencair dengan membahas objek wisata baik yang ada di Malaysia maupun Indonesia, makanan daerah hingga potensi ekonomi yang ada,” papar Akhyar.

Di akhir pertemuan, Komisi HLNKI MUI-SU dan Konsul Jenderal Malaysia saling bertukar plakat cenderamata. YM Aiyub Bin Omar sangat mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap kunjungan singkat tersebut merupakan langkah awal untuk jalinan kerjasama yang lebih baik lagi ke depannya. Kunjungan diakhiri dengan berfoto bersama.

Kontributor: H. Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak., CA, M.Ak, Cert.IPSAS

KOMISI HLNKI MELALUI PUSAT INFORMASI STUDI LUAR NEGERI MUI-SU SERAHKAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN KE DAMASCUS SYRIA

0

Medan, (Muisumut.com) Pusat Informasi Studi Luar Negeri (PISLN) MUI SU kembali menyerahkan donasi bantuan pendidikan kepada seorang Hafiz Al-Qur’an 30 Juz asal Padangsidimpuan, Wahyudi, pada Kamis (9/9) di Kantor MUI Sumatera Utara dalam acara Rapat Rutin Bulanan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI).

Sebelumnya, Wahyudi telah dinyatakan lulus dalam seleksi program beasiswa S1 ke Universitas Bilad asy- Syam, Damascus, Syria yang diamanatkan penyelenggaraannya kepada Alumni Syam Indonesia. Meskipun telah lulus beasiswa, Wahyudi masih membutuhkan sejumlah dana untuk persiapan keberangkatan, seperti perlengkapan pakaian, biaya penerjemahan dokumen resmi, transport udara, hingga Test PCR Covid-19 yang harus dilakukan di beberapa tempat. Oleh karena itu Wahyudi, anak seorang supir dari Sidempuan, memberanikan diri untuk mengajukan proposal bantuan pendidikan kepada PISLN MUI-SU.

Bukan sekedar permohonan, tetapi Wahyudi memang layak dibantu. Pemuda 21 tahun ini ternyata seorang Hafiz Al-Qur’an 30 Juz dan memiliki sederet prestasi dalam kejuaraan MTQ di daerahnya. Berturut-turut sejak 2016 hingga 2021, Wahyudi sukses meraih juara satu MTQ Hifzil Qur’an Tingkat Kota Padangsidimpuan.

Penggalangan dana dilakukan melalui akun kitabisa.com, sosial media, dan jejaring pribadi pengurus sejak awal September. Berkat kemurahan hati para donatur, dalam sepekan telah diserahkan donasi, sebesar 11 Juta Rupiah dari 19 Juta Rupiah yang dibutuhkan. “Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas dukungan para donatur kepada ananda Wahyudi al-Hafiz, ibnu sabil yang akan menuntut ilmu ke negeri Syam. Semoga Allah membalas uluran tangan Bapak/Ibu dengan rezeki berlipat ganda, dan kita tetap akan tetap menggalang donasi untuk ananda Wahyudi sampai dana kebutuhannya tercapai.” ungkap KH. Akhyar Nasution Ketua Bidang HLNKI MUI-SU dengan bersemangat. Turut hadir menyaksikan penyerahan donasi Ibu Dra. Hj. Nani Ayum Panggabean, M.Pd selaku Sekretaris Bidang Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara.

Usai penyerahan donasi, Pimpinan Bidang dan Pengurus Komisi HLNKI MUI-SU melanjutkan Rapat Rutin Bulanan yang membahas agenda terdekat seperti Kunjungan ke Konsulat Jenderal Malaysia dan Singapura (tanggal 15 dan 21 September), Webinar Series-3 (tanggal 3 Oktober), dan Kunjungan ke MPU/MUI Aceh yang diperkirakan pada akhir Oktober. (yl)

Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP (Anggota Komisi HLNKI MUI-SU)

Delapan Tausiyah MUI Sikapi Situasi Afghanistan Usai Dikuasai Taliban

0

JAKARTA– Menanggapi situasi gejolak geopolitik yang melanda Afghanistan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan surat Taushiyah pada Selasa (7/9).

Surat Taushiyah dengan nomor Kep-2072/DP-MUI/IX/2021 itu terbit dengan sejumlah anjuran, ajakan damai, dan resolusi terkait penyelesaian konflik di negara yang berjuluk Kuburan para Kerajaan tersebut.
Melalui surat berjumlah tiga halaman dan memuat delapan imbauan itu, MUI mengimbau pihak-pihak terkait dengan sejumlah imbauan solusi.

Pertama, MUI mengimbau para pemimpin politik dan suku dan semua pihak di Afghanistan untuk mengedepankan musyawarah, perdamaian, persatuan, persaudaraan, dan tolong menolong agar tercipta tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat di tanah Afghanistan. Sebagaimana salah satu perintah Allah SWT dalam al-Qur’an al-karim

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar
kamu mendapat rahmat.
(QS. Al-Hujurat: 10)

Kedua, demi mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di Afghanistan, MUI mengimbau untuk meneladani Nabi Muhammad SAW saat membangun Madinah, yaitu: (1) merukunkan dan mendamaikan antara suku Aus dan Khazraj yang telah bertikai selama ratusan tahun yang nanti dikenal sebagai sahabat Ansor. (2) mempersaudarakan dan mempersatukan antara sahabat Ansor dan Muhajirin. (3) menciptakan persatuan antar suku, kelompok, dan penganut agama untuk membangun dan membela negara Madinah sebagai yang heterogen, multi suku dan multi agama. Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga
dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana
.(QS. Ali Imran: 103)

Ketiga, MUI mengapresiasi kebijakan dan langkah yang telah, sedang dan akan diambil oleh Pemerintah dan semua elemen masyarakat Indonesia, sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusi khususnya Pembukaan UUD 1945 dengan ikut serta:
a. mendorong terciptanya penyelesaian masalah dan perdamaian abadi di Afghanistan.
b. mendorong pemenuhan hak-hak warga negara termasuk hak-hak perempuan dan anak.
Semua upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan di Afghanistan yang merdeka dan berdaulat.

Keempat, MUI mendorong pemerintah untuk terus menjalin kerjasama dengan negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan badan Internasional lainnya dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan dan solusi perdamaian abadi di Afghanistan.

Kelima, mengimbau kepada semua pemimpin negara-negara di dunia dan masyarakat internasional untuk tidak melakukan intervensi terhadap proses politik internal di Afghanistan.

Keenam, mengimbau kepada semua pemimpin politik, suku dan elemen masyarakat Afghanistan untuk melakukan proses politik secara damai sehingga terbentuk pemerintahan yang berdaulat.

Ketujuh, mengimbau kepada masyarakat, terutama umat Islam Indonesia, agar dalam menyikapi masalah Afghanistan lebih mengedepankan sikap Wasathiyah, konstruktif dan menghindari sikap-sikap yang dapat memicu dan menimbulkan pertentangan dan polarisasi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.

Kedelapan, mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk memanjatkan doa semoga Allah yang Maha Kuasa melindungi rakyat Afghanistan dan segera tercipta perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan di Afghanistan.

Surat tersebut ditandangani langsung oleh Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, dan H. Amirsyah Tambunan selaku Sekretaris Jenderal MUI.

MUI-SUMUT Zikir & Doa Hadapi Tiga Permasalahan Kebangsaan

0

Berastagi, (muisumut.com) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Sumatera Utara bersama pengurus MUI 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara melaksanakan zikir dan doa dalam menghadapi tiga permasalahan kebangsaanan yakni, agar covid-19 segera berlalu, agar erupsi Gunung Sinabung atas izin Allah Swt dapat segera berakhir serta umat Islam diberikan keteguhan keimanan yang dilaksanakan di Masjid Baitur Rahim, Berastagi, Jumat (3/9) malam.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr.H Maratua Simanjuntak dalam tausiahnya menyampaikan, kedatangan ulama ke Kabupaten Karo selain menggelar musyawarah kerja daerah (Mukerda) juga untuk memanjatkan doa dan melantunkan zikir dengan harapan agar covid-19 segera berlalu dan erupsi Gunung Sinabung yang telah berlangsung lebih sepuluh tagun dapat segera berakhir.

Disampaikan Maratua, doa dipanjatkan karena erupsi yang cukup lama berlangsung itu sangat merugikan bagi para petani Karo terutama petani kol, cabai dan tanaman sayuran yang rusak padahal sedang mekar mekarnya dan menunggu masa panen.
“Tapi petani terpaksa menelan pil pahit sebab gagal panen akibat letusan Sinabumg membuyarkan harapan petani tersebut,” ungkapnya.

Sementara Ketua MUI Kabupaten Karo H Samadin Tarigan melalui Bendahara, Suyato Tarigan kepada wartawan mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada MUI SU yang melaksanakan doa san zikir bersama 33 MUI kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Harapan kami dengan datangnya para ulama dari 33 kabupaten/kota ke Kabupaten Karo memberi rahmat kepada masyarakat khususnya bagi warga di sekitar Gunung Sinabung.
Dalam keterangannya Suyato juga menyampaikan harapan MUI Karo kepada Pemkab Karo dapat memberikan dana hibah untuk pembinaan umat Islam, mengingat sampai saat ini dana dimaksud belum pernah diberikan. (rmd)

Gubsu Tegaskan “Haram” Masjid Dibongkar

0

Medan, muisumut.com. Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi menegaskan komitmennya mengharamkan pemerintah di Sumut khususnya untuk membongkar atau meruntuhkan masjid.
“sampai detik ini saya sangat mengharamkan menghancurkan masjid. saya akan kawal, demi umat demi rumah Allah saya akan ada disitu”

Bahkan Edy meyakinkan komitmennya bahwa peruntuhan masjid itu tidak akan terjadi selama dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumut.
“Saya menjaminkan atas nama jabatan saya, bahwa selama masih menjabat tidak akan ada lagi masjid yang dibongkar, kecuali memang benar benar dibutuhkan apa boleh buat tapi ini belum dibutuhkan, saya datang kesitu dan shalat disitu” kata Edy Rahmayadi di Berastagi Cottage, Karo, Jumat (3/9). sembari meminta MUI tidak ragu dalam hal ini.

Dalam sambutannya Edy Rahmayadi juga mengungkapkan harapannya agar MUI menjadi lembaga independen, sehingga keberadaannya sebagai pelayan umat dan mitra sejajar pemerintah dapat lebih proporsional ketika memberikan koreksi dan kontrol kepada pemerintah.

Sementara Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H Maratua Simanjuntak menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Mukerda pertama ini menghasilkan program kerja setahun yang membela kepentingan umat.

Dia juga menyampaikan bahwa wacana yang disampaikan Gubsu agar MUI independen sebagai sesuatu yang sangat baik dengan melihat kemajuan zaman yang bergerak sangat pesat.
“Saya akui target menjadikan MUI yang independen cukup berat. Namun dengan kesungguhan serta kerjasama dengan berbagai pihak, maka hal itu akan tercapai dengan baik sesuai harapan bersama,” kata Maratua.
Turut memberikan sambutan Ketua Umum MUI Pusat diwakili Sekretaris Jenderal, Dr. H Amirsyah Tambunan yang menyampaikannya secara virtual.

Hadir pada kesempatan itu seluruh pengurus harian DP MUI Sumut, utusan ormas Islam, pemuka agama dan undangan lainnya. Rel

GERAKAN PEMBERIAN 1000 BUKU AGAMA KEPADA 10 PANTI ASUHAN UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI

0

Medan (muisumut.com). Dalam rangka meningkatkan budaya literasi bagi Anak Panti Asuhan, Komisi Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara, Hari Kamis, 2 September 2021 yang dipimpin Ketua Bidangnya Hj.Laila Rohani dan sekretaris Bidang Hj. Nani Ayum Panggabean memberikan 1000 buku Agama kepada 10 PANTI Asuhan di kota Medan. Selain motivasi budaya literasi, juga untuk menambah wawasan keagamaan para anak di Panti Asuhan agar dapat faham dan mampu mengamalkannya.

Adapun jenis buku buku Agama yang diberikan adalah buku yang pas untuk dicerna oleh anak anak dan bisa diserap dengan mudah untuk diamalkan. seperti Tuntunan Sholat Lengkap agar anak Panti dapat menjalankan Sholat dengan baik dan benar. Kemudian ada juga buku Tajwid agar mereka tertuntun membaca Qur’an dengan baik.

Selain penyerahan buku ada empat Panti yang kami memberikan langsung bimbingan Penyuluhan tentang materi agama,motivasi prestasi, bahaya kenakalan remaja , cara mengolah limbah rumah tangga. Penyuluhnya dari Komisi Sosial Bencana sendiri. Kegiatan pertama Penyuluh Dra.Hj.Laila Rohani M.Hum di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Ar Ridho Jalan Bajak 4 pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021. Kegiatan kedua pada Hari Senin, 30 Agustus 2021 di Panti Asuhan Al Ittihadiyah Mamiyai Jalan Bromo, Penyuluh Dra. Hj.Nani Ayum Panggabean. Kegiatan Ketiga pada hari Selasa, tanggal 31Agustus 2021 dengan Penyuluh Hj. Ameilia Zuliyanti Siregar, Msc.Phd. Kegiatan keempat pada Hari Rabu, 2 September 2021 di Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Yos Sudarso dengan Penyuluhnya Heri Syahputra, S.Th.I, MTh.

Tambahan 6 Panti lagi yang diberikan bukunya adalah Panti Asuhan Darul Aitam Jalan Medan Area Selatan, Panti Asuhan Muhammadiyah Putra Jalan Amaliun Gang Umanat, Panti Asuhan Aisyiyah Putri Jalan Santun, Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Ismailiyah, Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Karya Jaya, Panti Asuhan Ar Rasyidin Jalan Pertiwi Medan.

Komisi Sosial dan Bencana MUI SU KERJA NYATA Untuk Umat Kompak Peduli Sesama dan Peduli sama-sama. Baarakallah. (Komsosben)

Pembekalan Ulama Di Era Digital, MUI Sumut kumpulkan para Penggiat Media Sosial dan Jurnalis

0

MEDAN(muisumut.com): Penggiat media sosial (Medsos) bersama para jurnalis media cetak, media online dan televisi, menjadi peserta Fokus Group Discussion (FGD), digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Bidang Informatika dan Komunikasi Rabu (1/9) di Aula MUI Sumut.

Ketua Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Sumut, Dr.H.Akmaluddin Syahputra,M.Hum menyebutkan kegiatan dengan thema, Pembekalan ulama di era informasi digital, memasuki hari ketiga.
“FGD ini berlangsung empat sesi,sudah berlangsung dua sesi, pertama kita mengumpulkan para pakar IT, sesi kedua kita berdiskusi dengan para akademisi dan hari ini sesi ketiga bersama pegiat media social. Kegiatan ini tujuannya, kita ingin membuat garis-garis besar  bagaimana kita harus membekali ulama, dalam era digital. Selanjutnya pokok-pokok pikiran dalam FGD ini, akan dilanjutkan dalam bentuk buku,” ujar Akmaluddin bersama fasilitator, Rustam.
Saat FGD berlangsung, peserta kegiatan menyampaikan ide dan tips, agar ulama tetap update dengan media digital, karena media digital bisa dijadikan penyampai pesan dan nasehat keagamaan kepada masyarakat luas, maka sangat perlu dan tidak malu belajar.

Peserta juga menyampaikan, bagaimana cara membuat dan membaca postingan, mendisain profil instagram,  memfollow akun tersebut dan lain sebagainya.

Konsep membuat konten agar menarik dan dibaca khalayak juga sangat penting dipelajari, sehingga pesan yang disampaikan tidak monoton.

Selain itu, sebagai sosok pemberi pencerahan kepada masyarakat luas, ulamapun perlu mengetahui topik yang sedang trend dan perlu sentuhan atau campurtangan ulama dalam pembahasanya.
Kegiatan FGD juga memberi saran agar digelar pelatihan khusus bagi para ulama agar paham tentang digital yang bisa dijadikan media penyampai pesan kepada masyarakat.

Akhir kegiatan peserta dari media cetak,online dan televisi serta penggiat media sosial akan mendukung proses pembekalan pemanfaatan media sosial dan digital jika diperlukan.()

Alumni PKU MUI Sumatera Utara Raih Doktor Hukum Islam

0

muisumut.com. Alumni PKU MUI SU Angkatan Pertama, Irwansyah raih gelar Doktor dalam bidang Hukum Islam di Pascasarjana UIN Sumatera Utara pada 30 Agustus 2021.

MUI Sumut Gelar Pekan Diskusi Digital

0

MEDAN (muisumut.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Bidang/ Komisi Informatika dan Komunikasi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengambil tema ‘Pembekalan Ulama di Era Informasi Digital’ yang dilaksanakan di aula MUI Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan selama beberapa hari.

Ketua Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Sumut,Dr.H.Akmaluddin Syahputra,M.Hum Ketika membuka kegiatan itu, Senin (30/8/2021) menjelaskan, FGD menghadirkan pakar informasi teknologi yakni para admin dibidang pemberitaan digital dari berbagai media yang ada di Kota Medan.

Akmal didampingi Sekretaris Dr.Wirman Tobing MA menjelaskan, kegiatan FGD ini digelar sebagai upaya mendiskusikan apa dan bagaimana cakupan yang sangat dipahami oleh para ulama, sekaitan dengan era digital yang berkembang pesat.

“Intinya, dalam kegiatan ini bertujuan untuk ekplore ide tentang pembekalan ulama era informasi digital. Pembekalan ulama terkait pengetahuan,sensitisasi dan keterampilan terkait pemanfaatan teknologi informasi digital. Identifikasi konten, aplikasi, metode dan strategi penggunaan medsos untuk berdakwah,” terang Akmal.

Akmal menjelaskan rangkaian acara diskusi juga berlanjut pada Selasa(31/8) dengan menghadirkan akademisi,serta Rabu(1/9) untuk para wartawan/reporter dan penggiat media sosial dan pada sesi terakhir,Kamis(2/9) dengan peserta para ulama.

Dalam diskusi dengan fasilitator Rustam MA menyebutkan, peserta memberikan gagasan dalam menggunakan media sosial antaranya, hendaknya bisa memfilter berita yang dibaca atau informasi yang diterima, agar dipastikan kebenaranya bisa mengecek kebenaran di: www.turnbackhoax.id.

“Sangat perlu mempelajari bagaimana cara untuk membuat konten secara khusus di dunia maya, agar bisa menjadi tempat berdakwah,” sebut Rustam.

Selain itu, sambung Rustam, dengan memahami teknologi, maka akan terkesan ulama tersebut sudah masuk ranah kekinian atau sejalan dengan kaum milenial. Sehingga ulama tersebut bukan saja bergerak konvensional tapi juga bergerak secara digital. (wsp)

Berita

Konjen Malaysia Jalin Silaturrahmi dengan MUI Sumut

0
Medan, (muisumut.com) - Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) berkunjung ke Konsulat Jenderal Malaysia di...

Fatwa

Transplantasi Organ dan atau Jaringan Tubuh dari Pendonor Hidup untuk Orang...

0
Dalam rangka melindungi dan menjaga jiwa, akal dan keturunan yang merupakan bagian dari tujuan diturunkannya syariat (maqashid as-syari’ah), maka dianjurkan untuk menjaga dan memelihara...

Mudzakarah