Beranda blog Halaman 2

MUI-SUMUT Zikir & Doa Hadapi Tiga Permasalahan Kebangsaan

0

Berastagi, (muisumut.com) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Sumatera Utara bersama pengurus MUI 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara melaksanakan zikir dan doa dalam menghadapi tiga permasalahan kebangsaanan yakni, agar covid-19 segera berlalu, agar erupsi Gunung Sinabung atas izin Allah Swt dapat segera berakhir serta umat Islam diberikan keteguhan keimanan yang dilaksanakan di Masjid Baitur Rahim, Berastagi, Jumat (3/9) malam.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr.H Maratua Simanjuntak dalam tausiahnya menyampaikan, kedatangan ulama ke Kabupaten Karo selain menggelar musyawarah kerja daerah (Mukerda) juga untuk memanjatkan doa dan melantunkan zikir dengan harapan agar covid-19 segera berlalu dan erupsi Gunung Sinabung yang telah berlangsung lebih sepuluh tagun dapat segera berakhir.

Disampaikan Maratua, doa dipanjatkan karena erupsi yang cukup lama berlangsung itu sangat merugikan bagi para petani Karo terutama petani kol, cabai dan tanaman sayuran yang rusak padahal sedang mekar mekarnya dan menunggu masa panen.
“Tapi petani terpaksa menelan pil pahit sebab gagal panen akibat letusan Sinabumg membuyarkan harapan petani tersebut,” ungkapnya.

Sementara Ketua MUI Kabupaten Karo H Samadin Tarigan melalui Bendahara, Suyato Tarigan kepada wartawan mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada MUI SU yang melaksanakan doa san zikir bersama 33 MUI kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Harapan kami dengan datangnya para ulama dari 33 kabupaten/kota ke Kabupaten Karo memberi rahmat kepada masyarakat khususnya bagi warga di sekitar Gunung Sinabung.
Dalam keterangannya Suyato juga menyampaikan harapan MUI Karo kepada Pemkab Karo dapat memberikan dana hibah untuk pembinaan umat Islam, mengingat sampai saat ini dana dimaksud belum pernah diberikan. (rmd)

Gubsu Tegaskan “Haram” Masjid Dibongkar

0

Medan, muisumut.com. Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi menegaskan komitmennya mengharamkan pemerintah di Sumut khususnya untuk membongkar atau meruntuhkan masjid.
“sampai detik ini saya sangat mengharamkan menghancurkan masjid. saya akan kawal, demi umat demi rumah Allah saya akan ada disitu”

Bahkan Edy meyakinkan komitmennya bahwa peruntuhan masjid itu tidak akan terjadi selama dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumut.
“Saya menjaminkan atas nama jabatan saya, bahwa selama masih menjabat tidak akan ada lagi masjid yang dibongkar, kecuali memang benar benar dibutuhkan apa boleh buat tapi ini belum dibutuhkan, saya datang kesitu dan shalat disitu” kata Edy Rahmayadi di Berastagi Cottage, Karo, Jumat (3/9). sembari meminta MUI tidak ragu dalam hal ini.

Dalam sambutannya Edy Rahmayadi juga mengungkapkan harapannya agar MUI menjadi lembaga independen, sehingga keberadaannya sebagai pelayan umat dan mitra sejajar pemerintah dapat lebih proporsional ketika memberikan koreksi dan kontrol kepada pemerintah.

Sementara Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H Maratua Simanjuntak menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Mukerda pertama ini menghasilkan program kerja setahun yang membela kepentingan umat.

Dia juga menyampaikan bahwa wacana yang disampaikan Gubsu agar MUI independen sebagai sesuatu yang sangat baik dengan melihat kemajuan zaman yang bergerak sangat pesat.
“Saya akui target menjadikan MUI yang independen cukup berat. Namun dengan kesungguhan serta kerjasama dengan berbagai pihak, maka hal itu akan tercapai dengan baik sesuai harapan bersama,” kata Maratua.
Turut memberikan sambutan Ketua Umum MUI Pusat diwakili Sekretaris Jenderal, Dr. H Amirsyah Tambunan yang menyampaikannya secara virtual.

Hadir pada kesempatan itu seluruh pengurus harian DP MUI Sumut, utusan ormas Islam, pemuka agama dan undangan lainnya. Rel

GERAKAN PEMBERIAN 1000 BUKU AGAMA KEPADA 10 PANTI ASUHAN UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI

0

Medan (muisumut.com). Dalam rangka meningkatkan budaya literasi bagi Anak Panti Asuhan, Komisi Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara, Hari Kamis, 2 September 2021 yang dipimpin Ketua Bidangnya Hj.Laila Rohani dan sekretaris Bidang Hj. Nani Ayum Panggabean memberikan 1000 buku Agama kepada 10 PANTI Asuhan di kota Medan. Selain motivasi budaya literasi, juga untuk menambah wawasan keagamaan para anak di Panti Asuhan agar dapat faham dan mampu mengamalkannya.

Adapun jenis buku buku Agama yang diberikan adalah buku yang pas untuk dicerna oleh anak anak dan bisa diserap dengan mudah untuk diamalkan. seperti Tuntunan Sholat Lengkap agar anak Panti dapat menjalankan Sholat dengan baik dan benar. Kemudian ada juga buku Tajwid agar mereka tertuntun membaca Qur’an dengan baik.

Selain penyerahan buku ada empat Panti yang kami memberikan langsung bimbingan Penyuluhan tentang materi agama,motivasi prestasi, bahaya kenakalan remaja , cara mengolah limbah rumah tangga. Penyuluhnya dari Komisi Sosial Bencana sendiri. Kegiatan pertama Penyuluh Dra.Hj.Laila Rohani M.Hum di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Ar Ridho Jalan Bajak 4 pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021. Kegiatan kedua pada Hari Senin, 30 Agustus 2021 di Panti Asuhan Al Ittihadiyah Mamiyai Jalan Bromo, Penyuluh Dra. Hj.Nani Ayum Panggabean. Kegiatan Ketiga pada hari Selasa, tanggal 31Agustus 2021 dengan Penyuluh Hj. Ameilia Zuliyanti Siregar, Msc.Phd. Kegiatan keempat pada Hari Rabu, 2 September 2021 di Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Yos Sudarso dengan Penyuluhnya Heri Syahputra, S.Th.I, MTh.

Tambahan 6 Panti lagi yang diberikan bukunya adalah Panti Asuhan Darul Aitam Jalan Medan Area Selatan, Panti Asuhan Muhammadiyah Putra Jalan Amaliun Gang Umanat, Panti Asuhan Aisyiyah Putri Jalan Santun, Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Ismailiyah, Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Karya Jaya, Panti Asuhan Ar Rasyidin Jalan Pertiwi Medan.

Komisi Sosial dan Bencana MUI SU KERJA NYATA Untuk Umat Kompak Peduli Sesama dan Peduli sama-sama. Baarakallah. (Komsosben)

Pembekalan Ulama Di Era Digital, MUI Sumut kumpulkan para Penggiat Media Sosial dan Jurnalis

0

MEDAN(muisumut.com): Penggiat media sosial (Medsos) bersama para jurnalis media cetak, media online dan televisi, menjadi peserta Fokus Group Discussion (FGD), digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Bidang Informatika dan Komunikasi Rabu (1/9) di Aula MUI Sumut.

Ketua Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Sumut, Dr.H.Akmaluddin Syahputra,M.Hum menyebutkan kegiatan dengan thema, Pembekalan ulama di era informasi digital, memasuki hari ketiga.
“FGD ini berlangsung empat sesi,sudah berlangsung dua sesi, pertama kita mengumpulkan para pakar IT, sesi kedua kita berdiskusi dengan para akademisi dan hari ini sesi ketiga bersama pegiat media social. Kegiatan ini tujuannya, kita ingin membuat garis-garis besar  bagaimana kita harus membekali ulama, dalam era digital. Selanjutnya pokok-pokok pikiran dalam FGD ini, akan dilanjutkan dalam bentuk buku,” ujar Akmaluddin bersama fasilitator, Rustam.
Saat FGD berlangsung, peserta kegiatan menyampaikan ide dan tips, agar ulama tetap update dengan media digital, karena media digital bisa dijadikan penyampai pesan dan nasehat keagamaan kepada masyarakat luas, maka sangat perlu dan tidak malu belajar.

Peserta juga menyampaikan, bagaimana cara membuat dan membaca postingan, mendisain profil instagram,  memfollow akun tersebut dan lain sebagainya.

Konsep membuat konten agar menarik dan dibaca khalayak juga sangat penting dipelajari, sehingga pesan yang disampaikan tidak monoton.

Selain itu, sebagai sosok pemberi pencerahan kepada masyarakat luas, ulamapun perlu mengetahui topik yang sedang trend dan perlu sentuhan atau campurtangan ulama dalam pembahasanya.
Kegiatan FGD juga memberi saran agar digelar pelatihan khusus bagi para ulama agar paham tentang digital yang bisa dijadikan media penyampai pesan kepada masyarakat.

Akhir kegiatan peserta dari media cetak,online dan televisi serta penggiat media sosial akan mendukung proses pembekalan pemanfaatan media sosial dan digital jika diperlukan.()

Alumni PKU MUI Sumatera Utara Raih Doktor Hukum Islam

0

muisumut.com. Alumni PKU MUI SU Angkatan Pertama, Irwansyah raih gelar Doktor dalam bidang Hukum Islam di Pascasarjana UIN Sumatera Utara pada 30 Agustus 2021.

MUI Sumut Gelar Pekan Diskusi Digital

0

MEDAN (muisumut.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Bidang/ Komisi Informatika dan Komunikasi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengambil tema ‘Pembekalan Ulama di Era Informasi Digital’ yang dilaksanakan di aula MUI Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan selama beberapa hari.

Ketua Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Sumut,Dr.H.Akmaluddin Syahputra,M.Hum Ketika membuka kegiatan itu, Senin (30/8/2021) menjelaskan, FGD menghadirkan pakar informasi teknologi yakni para admin dibidang pemberitaan digital dari berbagai media yang ada di Kota Medan.

Akmal didampingi Sekretaris Dr.Wirman Tobing MA menjelaskan, kegiatan FGD ini digelar sebagai upaya mendiskusikan apa dan bagaimana cakupan yang sangat dipahami oleh para ulama, sekaitan dengan era digital yang berkembang pesat.

“Intinya, dalam kegiatan ini bertujuan untuk ekplore ide tentang pembekalan ulama era informasi digital. Pembekalan ulama terkait pengetahuan,sensitisasi dan keterampilan terkait pemanfaatan teknologi informasi digital. Identifikasi konten, aplikasi, metode dan strategi penggunaan medsos untuk berdakwah,” terang Akmal.

Akmal menjelaskan rangkaian acara diskusi juga berlanjut pada Selasa(31/8) dengan menghadirkan akademisi,serta Rabu(1/9) untuk para wartawan/reporter dan penggiat media sosial dan pada sesi terakhir,Kamis(2/9) dengan peserta para ulama.

Dalam diskusi dengan fasilitator Rustam MA menyebutkan, peserta memberikan gagasan dalam menggunakan media sosial antaranya, hendaknya bisa memfilter berita yang dibaca atau informasi yang diterima, agar dipastikan kebenaranya bisa mengecek kebenaran di: www.turnbackhoax.id.

“Sangat perlu mempelajari bagaimana cara untuk membuat konten secara khusus di dunia maya, agar bisa menjadi tempat berdakwah,” sebut Rustam.

Selain itu, sambung Rustam, dengan memahami teknologi, maka akan terkesan ulama tersebut sudah masuk ranah kekinian atau sejalan dengan kaum milenial. Sehingga ulama tersebut bukan saja bergerak konvensional tapi juga bergerak secara digital. (wsp)

Kolaborasi HLNKI dan ISHDAR Dukung Program 1 Milyar untuk Seribu Da’i Sumut

0

Medan (muisumut.com) Bidang dan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI Sumatera Utara bekerjasama dengan Keluarga Besar Ikatan Silaturrahim Haji Dhuyufur Rahman (ISHDAR) turut bergerak bersama mensukseskan program MUI SU untuk menggalang dana yang akan dibagikan kepada seribu orang da’i dan guru agama di Sumatera Utara.

Demikian disampaikan Ketua Bidang HLNKI MUI-SU yang juga Ketua Umum ISHDAR, K.H. Akhyar Nasution kepada wartawan Ahad (29/8/2021)

Akhyar mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pengurus HLNKI dan keluarga besar ISHDAR atas keikhlasan berdonasi untuk program 1000 da’i.

“Dalam waktu 5 hari kolaborasi HLNKI dan ISHDAR berhasil mengumpulkan lebih dari 18 juta rupiah untuk disalurkan kepada para da’i melalui MUI-SU. Bukan nominal yang besar, namun semangat kepedulianlah yang patut dipupuk dan dikembangkan di dalam tubuh umat Islam untuk saling berlomba-lomba di dalam kebaikan,” ungkap Akhyar.

Untuk itu, lanjut Akhyar, pintu donasi masih akan terus dibuka untuk para calon donatur. Sumbangan berupa uang dapat diserahkan langsung kepada Ketua Umum ISHDAR atau transfer ke rekening MUI Provinsi Sumatera Utara di Tabungan Marhamah Bank Sumut Syariah, dengan nomor rekening 6100 2300 1199 99.
Penggalangan dana Satu Milyar Seribu Da’i ini, kata dia, digagas oleh Ketua Umum MUI-SU Dr. H. Maratua Simanjuntak sebagai aksi kepedulian MUI-SU terhadap mereka yang telah berdakwah amar ma’ruf nahi munkar dan berperan membangun akhlak umat.

“Mereka adalah para Ustadz, Ustadzah, Guru Agama dan Guru Mengaji yang terdampak pandemi Covid-19 karena adanya pembatasan pertemuan tatap muka,” terusnya.

Dikatakannya, pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini sangat berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat, terkhusus kepada para Da’i dan Guru Mengaji yang tidak dapat mengisi kajian/ tausiyah dan tidak dapat mengajar disebabkan kondisi yang tidak memungkinkan orang-orang ramai berkumpul. Hal ini imbuhnya, tentu saja berdampak pada minimnya pemasukan untuk keperluan sehari-hari.
“Kami sangat mendukung aksi kepedulian terhadap para da’i dan guru mengaji ini. Semoga program seperti ini di tahun-tahun mendatang dapat kita kembangkan menjadi program bantuan yang bersifat berkelanjutan. Mungkin berupa bantuan modal usaha agar para da’i bisa memiliki sumber mata pencaharian juga dari perniagaan selain berdakwah.” pungkas Akhyar.

Dijelaskan, Ikatan Silaturrahim Haji Dhuyufur Rahman (ISHDAR) berdiri sejak tahun 2004 adalah perkumpulan para haji dan hajjah yang berangkat haji melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Dhuyufur Rahman, dengan anggota tercatat lebih dari 1000 orang dan berkantor di Komplek Perumahan Veteran Medan Estate. (yl)

PISLN HLNKI MUI SU Salurkan Dana Bantuan Pendidikan

0

Medan – (muisumut.com) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) melalui Pusat Informasi Studi Luar Luar Negeri (PISLN) yang diprakarsai oleh Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) menyerahkan dana bantuan pendidikan kepada Alfikri Muliadi (20 tahun), pemuda sederhana alumni pesantren yang lulus beasiswa program studi English Communication di Payap University, Thailand, di Medan hari ini (27/8).

Sebelumnya PISLN melakukan penggalangan dana untuk Alfikri melalui platform digital Kitabisa.com. Dana tersebut dibutuhkan untuk memberangkatkan Alfikri ke universitas tujuan karena beasiswa yang diperolehnya dari Payap University tidak menanggung biaya transport pesawat, visa dan asuransi yang harus dimiliki Alfikri sebelum memulai perkuliahan.

Alfikri yang berlatar keluarga yatim dari pinggiran pantai Pulau Banyak Aceh ini tentu terancam gagal memenuhi panggilan beasiswa kuliah di luar negeri, jika tidak mampu memenuhi biaya keberangkatan itu. Hingga kemudian Alfikri mendengar tentang PISLN MUI SU dan mencoba mencari solusi atas masalahnya. Tim Kerja PISLN MUI-SU kemudian menjajaki lebih dalam mengenai kelayakan Alfikri untuk diberikan bantuan.

Donasi yang terkumpul diserahkan langsung kepada Alfikri Muliadi Jumat (27/8) sekitar pukul 3 sore di Kantor MUI SU oleh Ketua Umum Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak didampingi Ketua Bidang HLNKI MUI SU K.H. Akhyar Nasution, Lc.MA dan Ketua Komisi HLNKI MUI-SU Dr. H. Abdi Syahrial. Lc.MA. Turut hadir menyaksikan penyerahan tersebut Prof. Dr. H. Asmuni, MA (Sekretaris Umum MUI SU), Dr. H. M. Jamil, MA (Rektor Universitas Al Washliyah Medan dan Anggota Komisi Fatwa MUI SU), H. M. Irsan Nasution, SE, Ak., CA, MAk., Cert.IPSAS (Sekretaris Komisi HLNKI MUI SU), Yulia Indawardhani, SS, MSP (Koordinator PISLN MUI-SU), dan Hj. Alya Rahmayani Siregar, S.Ag., S.Pd.I (Anggota Komisi HLNKI MUI SU).

Ketua MUI SU serahkan bantuan pendidikan

Buya Maratua Simanjuntak mengucapkan selamat kepada Alfikri atas keberhasilannya meraih beasiswa dan berpesan agar bersungguh-sungguh dalam belajar dan dapat menyelesaikan studi tepat waktu. “Semoga apa yang telah diupayakan Komisi HLNKI ini menjadi berkah bagi kita semua.” pungkas Buya Maratua.

Alfikri yang berlalarbelakang yatim asal Pulau Banyak NAD

Koordinator PISLN MUI SU, Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP menjelaskan bahwa Pusat Informasi Studi Luar Negeri MUI SU akan terus meningkatkan program-program yang bermanfaat untuk generasi muda Islam khususnya di Sumatera Utara dengan merintis peluang kerjasama dengan berbagai pihak seperti Kementrian terkait, BUMN, BUMD, Sektor Swasta, Perguruan Tinggi, NGO, Perwakilan Negara Asing, Organisasi Alumni Luar Negeri, dan sebagainya. PISLN juga akan melanjutkan penggalangan dana kolektif melalui platform digital “KitaBisa.com” untuk membantu siswa berprestasi yang mengalami kendala biaya pendidikan. Acara penyerahan donasi berakhir pukul 15.30 WIB dan diakhiri dengan foto bersama. (yl)

Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP

REKOMENDASI MUSYAWARAH KERJA NASIONAL KE-1

0

MAJELIS ULAMA INDONESIA TAHUN 2021

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) KE-1 yang diselenggarakan pada tgl 25-26 Agustus 2021 masa khidmat 2020-2025 dengan tema Penguatan Peran Ulama, Umara, dan Umat dalam menghadapi masalah bangsa mengeluarkan rekomendasi terkait berbagai persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan, baik yang bersifat Nasional maupun Internasional, sebagai berikut.

I.                   Kepada Pemerintah RI

  1. Pandemi Covid 19 saat ini masih tinggi, disebabkan kurang disiplinnya penegakan protocol Kesehatan oleh apparat Pemerintah dan kesadaran masyarakat, sehingga dikhawatirkan pandemic tidak segera berakhir. Oleh karena itu, Pemerintah hendaknya mengambil Langkah yang tepat, hati- hati, terukur dan berimbang dalam mengatasi masalah wabah virus corona dan dampaknya. Langkah-langkah yang diharapkan, adalah:
  • Agar penerapan PPKM tidak menimbulkan masalah baru pada masyarakat yang sangat menghawatirkan, seperti timbulnya penyakit mental (depresi dan stress), pengangguran, dan kemiskinan baru, maka MUI mengusulkan kepada Pemerintah agar mengevaluasi penerapan dan pelaksanaan PPKM Darurat di lapangan dan dampaknya yang multi effect terhadap berbagai dimensi kehidupan masyarakat dengan memperhatikan aspirasi umat, keselamatan jiwa rakyat (hifdz an-nafs), dan optimalisasi jaring pengaman sosial.
  • Semangat mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa untuk menanggulangi Covid 19 dan pemulihan ekonomi Nasional, tidak menghalangi para pendiri bangsa untuk saling bertukar pikiran dan bahkan berbeda pendapat. Silang pendapat atau gesekan pemikiran dilakukan demi kepentingan yang lebih konstruktif, yaitu membangun dan menguatkan ekonomi Nasional. Setajam apapun perbedaan pendapat tidak menghalangi hubungan personal di antara meraka yang tetap terjalin akrab dan hangat. Sehingga perbedaan pendapat di antara mereka membawa berkah bagi Indonesia.
  • Mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai penelitian secara serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan virus corona untuk memperjelas sumber asal virus corona sehingga akan mempercepat bentuk dan proses penanganannya.
  • Mendorong pemerintah untuk mendukung segala upaya riset yang dilakukan oleh anak-anak bangsa untuk menemukan vaksin yang tepat dan cocok untuk semua kategori umur serta terjangkau, seperti yang dilakukan oleh peneliti vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara, tanpa ada perlakuan yang diskriminatif.
  • Mendorong pemerintah menghentikan penerbangan dari luar negeri yang dinilai sebagai negara asal virus corona, seperti dari China dan India, serta mengawasi secara ketat para pendatang dari berbagai belahan dunia agar virus corona yang terus menerus bermutasi tidak menular terhadap masyarakat Indonesia dan dapat dicegah sedini mungkin.
  • Mendorong pemerintah untuk mengevaluasi dan memperbaiki system pemulasaraan dan penguburan jenazah bagi yang beragama Islam agar sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Jangan sampai terjadi benturan antara sikap dan pemikiran masyarakat khususnya keluarga ahli mayit dengan petugas pemulasaraan dan petugas keamanan sebagaimana yang sering terjadi.
  • Dampak covid menyebabkan semakin banyaknya pengangguran akibat terjadinya PHK. Oleh karena itu, Pemerintah harus lebih focus kepada penyerapan tenaga kerja dalam negeri dan menyetop tenaga kerja dari lluar negeri. MUI meminta kepada Pemerintah untuk melakukan pembatasan tenaga kerja asing seperti dari China, dengan mempertimbangkan banyak tenaga kerja local yang memiliki kompetensi di bidangnya, sehingga komitmen Negara untuk mengatasi pengangguran dan membuka lapangan kerja dapat dilakukan secara konkrit.
  • MUI mendorong agar Pemerintah memperhatikan Kesehatan dan keselamatan para ulama, karena para ulama adalah garda terdepan yang paling banyak berhadapan dengan umat dalam menghadapi masalah covid 19 dan turut mengatasi dampaknya.
  • MUI mendorong Pemerintah agar lebih menggencarkan cakupan pelaksanaan vaksinasi covid 19 kepada masyarakat untuk memberi perlindungan agar tubuh tidak jatuh sakit akibat covid 19 dengan cara menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh sampai tercapai herd immunity. Selain itu, vaksin diharapkan dapat memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah covid 19.
  • Mendorong pemerintah agar mempersiapkan data seluruh Indonesia tentang korban akibat wabah covid-19 pada umumnya dan khususnya anak-anak yang kehilangan orang tua dimasa pandemi tersebut dapat lebih diperhatikan untuk diberi pengayoman yang memadai.
  • 2. Dalam soal penulisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Pemerintah khusunya Kemendikbud RI hendaknya berhati-hati dalam menulis buku sejarah, yang mestinya berdasarkan fakta dan data yang sebenarnya, bukan atas dasar kepentingan politik dan pertimbangan tertentu yang dapat membelokkan fakta sejarah sehingga terjadi manipulasi fakta dan alur cerita yang dibuat-buat dan dibelokkan dari yang sesungguhnya. Satu contoh, dalam penulisan buku kamus sejarah perjuangan Indonesia terjadi penghilangan nama tokoh-tokoh Nasional dari kalangan umat Islam yang nota bene mereka adalah para pendiri Negeri ini, pahlwan Nasional, dan para pendiri serta tokoh Ormas Islam, seperti KH. Hasyim Asy`ari, KH. Ahmad Saekhu (Pendiri NU),KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), KH. Abdul Halim dan KH. Ahmad Sanusi (Pendiri PUI), dll.
  • 3. Kementrian Kominfo perlu  memperhatikan perkembangan medsos dimasa pandemi dimana beredarnya info hoax yang meresahkan bahkan menyesatkan sehingga infokom harus di tangani secara serius.
  • 4. Salah satu kenyataan bahwa keadilan di negeri ini lebih tajam menghukum masyarakat kelas bawah daripada pejabat tinggi. Dalam kaitan tersebut MUI mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan Penegakkan hokum, dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan    sehingga  hukum menjadi  garda terdepan dalam rangka menegakkan demokratisasi .
  • 5.Dalam soal menghadapi aliran-aliran keagamaan, khususnya aliran sesat atau menyimpang yang ada kaitannya dengan agama-agama tertentu yang diakui oleh negara, Pemerintah, khususnya Kementerian Agama RI, hendaknya berkomunikasi dan berkonsultasi dengan majelis-majelis agama yang dinilai terkait. Misalnya, untuk soal Baha`I, syiah, ahmadiyah pemerintah berkomunikasi dengan MUI. Hal ini, untuk menghindari fitnah dalam bermasyarakat, kesalahfahaman dalam beragama, dan kegelisahan umat Islam yang bisa memancing masalah baru yang serius terutama di akar rumput dan terjadi kerawanan sosial yang tidak terkendali.
  • 6. Dalam soal ekonomi, MUI mendorong agar pemerintah terus memperkuat kemandirian ekonomi Nasional, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, dan mengurangi atau bahkan menghentikan ketergantungan kepada pinjaman luar negeri, karena akan semakin memberatkan keuangan Negara dan ekonomi Nasional, serta akan semakin menyengsarakan rakyat. Dalam soal pengembangan ekonomi Syariah, MUI mendorong agar pemerintah menjadikan ekonomi Syariah sebagai arus utama kebijakan ekonomi Nasional, sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan masyarakat akibat dari sistem ekonomi kapitalis dan liberal.
  • 7. Mengingat rendahnya indeks demokrasi di Indonesia, MUI mendorong pemerintah untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi yang lebih substantive atau haqiqy sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab negara terhadap rakyat dan bangsanya, sebagaimana yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
  • 8. Indonesia adalah negara hukum, maka hukum harus menjadi panglima dalam menegakkan keadilan. Di mata hukum semua orang harus diperlakukan secara sama. Oleh karena itu, Pemerintah wajib menegakkan hukum yang seadil-adilnya, tanpa pandang bulu dan tanpa tebang pilih (diskriminasi). Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tumbuh, meningkat, dan semakit kuat, sejalan dengan nilai-nilai dan rasa keadilan yang seharusnya ditegakkan oleh Pemerintah, khususnya para penegak hukum.
  1. 9. MUI mengusulkan agar RUU BPIP dalam bentuk usulan kepada DPR hendaknya tidak semata-mata sebagai pengganti RUU HIP atas inisiatif DPR. Pemerintah dalam mengusulkan RUU BPIP hendaknya mengikuti prosedur yang berlaku, diperbaiki dan disempurnakan baik dari aspek kelengkapan persyaratan dan prosedur pengajuan prolegnas maupun substansi RUU- nya. Keberadaan BPIP diharapkan dapat memperhatikan kepentingan keharmonisan kehidupan masyarakat, bukan malah memunculkan isu-isu yang membenturkan Agama dengan Pancasila atau Negara.
  • 10. Mengusulkan kepada Pemerintah agar memperkuat posisi KPK sebagai komisi negara yang independent dalan menegakkan hukum. Oleh sebab itu, MUI mengusulkan agar revisi UU KPK diperjelas pasalnya yang terkait dengan point bahwa KPK menjadi bagian dari kekuasaan eksekutif. Disinyalir LHKPN selama ini menjadi titik lemah di KPK, karena pada kenyataannya KPK tidak pernah mengungkap kasus korupsi penyelenggara negara dari penelurusan LHKPN, dan kita juga tidak pernah mendengar KPK memeriksa (klarifikasi dan verifikasi) LHKPN yang sudah diserahkan kepada KPK.
  • 11. Memperhatikan  eskalasi  politik  luar  negeri  di beberapa kawasan,     MUI mendorong agar pemerintah lebih proaktif melakukan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sesuai amanat Undang-undang, sehingga tercipta kondisi masyarakat Dunia yang aman, damai, dan sejahtera.
  • 12. Mendorong pemerintah Indonesia agar membantu dengan sungguh- sungguh dan serius untuk kedaulatan dan kemerdekaan Negara Palestina.
  • 13. MUI meminta agar pemerintah menyuarakan kepada Afganistan supaya memperhatikan pemenuhan prinsip-prinsip dasar dan hak asasi manusia serta menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang damai, agar tercipta kedamaian dan kesejahteraan yang haqiqy.

I.                   Kepada DPR RI

  1. MUI mendorong agar DPR RI menuntaskan pembahasan dan pengesahan RUU Minol sesuai masukan MUI dan ormas-ormas Islam, dalam rangka mengutamakan penyelamatan jiwa manusia (hifdzunnafsi), dan mencegah kerusakan akal dan akhlak yang akan ditimbulannya.
  • Dalam rangka menciptakan ketahanan keluarga, maka RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, MUI mendesak agar pembahasan RUU tersebut segera dituntaskan dan isinya harus sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.

II.                   Kepada Pimpinan Ormas-ormas Islam

  1. MUI menghimbau agar seluruh kekuatan umat Islam secara bersama-sama dan bahu membahu mengerahkan segenap kemampuan untuk menghadapi pandemic yang diakibatkan oleh virus corona ini, agar masyarakat disiplin menjaga protocol Kesehatan dan aturan PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah, yang sudah disesuaikan dengan aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam.
  • MUI juga menghimbau agar kita bersama-sama menghadapi dan menyelesaikan segala dampak negative yang ditimbulkan akibat pandemic ini yang berdampak pada krisis multi dimensi, baik ekonomi, sosial, Kesehatan maupun moral atau mental masyarakat.
  • MUI juga menghimbau agar umat benar-benar dijaga akidahnya dari penyesatan dan pemurtadan. Hal ini, karena situasi dan kondisi umat yang seperti sekarang ini sangat rawan dengan upaya penyesatan dan pemurtadan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berusaha memancing ikan di air keruh.
  • Mengingat semakin maraknya Tindakan penistaan terhadap Islam, MUI mengharapkan agar pimpinan ormas Islam menyiapkan tim bantuan hukum untuk mengatasi dan memproses penistaan dan pelecehan secara hukum.

III.               Kepada Masyarakat dan umat Islam

  1. Masyarakat, khususnya umat Islam diharapkan agar menjaga protocol Kesehatan dan mematuhi aturan PPKM yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan disesuaikan dengan aspirasi umat Islam, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, supaya penyebaran wabah virus corona bisa segera dikendalikan atau bahkan dihentikan sama sekali.
  • Selain upaya lahir yang maksimal, dalam menghadapi segala musibah, khsusnya wabah virus corona diperlukan upaya bathin secara seimbang, tulus, dan ikhlas untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak tadarus al-Qur`an, berdzikir dan berdo`a, yang minimal dapat mengurangi atau menghindari depresi dan stress yang bisa menurunkan imunitas
  • tubuh dan menimbulkan lahirnya penyakit-penyakit lain pada organ-organ vital/penting.
  • Terkait dengan semakin merebaknya berbagai upaya penyesatan dan pemurtadan dengan memanfaatkan momentum krisis yang sangat berat akibat pandemi ini, yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dari tokoh-tokoh atau penganut aliran sesat atau dari penganut agama lain, MUI menghimbau kepada umat Islam agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap pihak-pihak yang secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan yang boleh jadi dengan iming-iming tertentu mengajak masuk kepada kelompoknya. Jangan sampai membiarkan keluarga dan tetangga kita disesatkan atau dimurtadkan.

TAUJIHAT KEBANGSAAN MAJELIS ULAMA INDONESIA 2021

0

  • 1. Negara Republik Indonesia didirikan di atas landasan semangat persatuan dan kesatuan. Para pendiri bangsa (founding fathers) meneladankan hal itu melalui perilaku antar mereka. Kepentingan pribadi, kelompok, suku, golongan, ataupun agama, dihindari apabila hal itu akan membawa dampak terjadinya perpecahan bangsa. Mereka mengedepankan semangat saling menyatu dan saling menguatkan untuk berdiri dan jayanya Indonesia.
  • 2. Semangat mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa tidak menghalangi para pendiri bangsa untuk saling bertukar pikiran dan bahkan berbeda pendapat. Silang pendapat atau gesekan pemikiran dilakukan demi kepentingan yang lebih konstruktif, yaitu membangun dan menguatkan ekonomi Nasional. Setajam apapun perbedaan pendapat tidak menghalangi hubungan personal di antara meraka yang tetap terjalin akrab dan hangat. Sehingga perbedaan pendapat di antara mereka membawa berkah bagi Indonesia.
  • 3. Semangat sebagaimana diteladankan oleh para pendiri bangsa tersebut saat ini terasa mulai luntur. Terindikasi kuat telah terjadi polarisasi akut di antara anak bangsa, sehingga berpotensi membelah bangsa ini. Polarisasi tersebut semakin hari menunjukkan tanda semakin menguat, dimana hal itu dikhawatirkan dapat menumbuhkan embrio perpecahan bangsa.
  • 4. Perbedaan pendapat tidak lagi ditanggapi sebagai hal yang konstruktif dalam kerangka memajukan kepentingan bangsa. Perbedaan pendapat juga dipublish tanpa mengindahkan fatsun dan norma yang telah menjadi kesepakatan bersama sebagai bangsa. Yang terjadi adalah terciptanya blok kami dan mereka. Apabun yang berasal dari kelompok kami, dianggap benar dan dibela sedemikian rupa. Sebaliknya, apapun yang berasal dari kelompok mereka, dianggap salah dan diserang habis-habisan. Tiada lagi nalar waras dan jernih untuk mendiskusikan suatu masalah.

Atas dasar itu MUI mengajak semua lapisan bangsa untuk mengambil langkah strategis dan fundamental sebagai-berikut:

  1.  Mengembalikan semangat menyatu demi kepentingan bangsa, tanpa menghilangkan perbedaan pendapat yang ada melalui ruang-ruang dialog, bertemunya pemikiran yang berbeda, dan forum perjumpaan antar kelompok masyarakat yang berbeda. Sehingga masyarakat tidak alergi terhadap perbedaan pendapat dan tidak otomatis menjadikan pihak yang tidak sepaham dengannya sebagai musuh yang harus ditolak.
  2. Kepada Pemerintah diharapkan tidak alergi / apriori terhadap kritik dan pikiran berbeda dari masyarakat. Pendekatan represif dengan mempergunakan instrument hukum untuk membungkam para pengkritik menjadi embrio semakin mengkristalnya pihak-pihak yang kritis terhadap Pemerintah.
  3. Kepada masyarakat diharapkan dapat lebih proporsional dalam menanggapi kebijakan dan kinerja Pemerintah. Yang positif diapresiasi dan didukung, sedangkan yang dirasa menyimpang disampaikan kritik dengan menggunakan saluran yang ada, memperhatikan aspek kepantasan, dan tetap mengedepankan persatuan bangsa.
  4. Mengajak semua pemagku kepentingan untuk mengehntikan segala bentuk polarisasi ini  yang akan dapat membawa dampak destruktif bagi bangsa ini. Oleh karenanya, perlu ada kesadaran bersama untuk mengembalikan semangat saling menyatu dan menjadikan kepentingan bangsa di atas semua kepentingan yang ada.
  5.  Mengajak para pemimpin bangsa untuk mengedepankan  contoh (qudwah hasanah)  oleh para pendiri bangsa, tanpa harus menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada. Di dalam masyarakat majemuk seperti di Indonesia perbedaan merupakan suatu keniscayaan.
  6. Secara khusus MUI mengajak pegiat dunia maya (netizen) untuk ikut serta berperan aktif dalam upaya menciptakan suasana dialogis yang konstruktif di tengah masyarakat, terciptanya forum-forum perjumpaan ide yang saling menghargai pendapat dalam menanggulangi Covid 19 dalam mewujudkan kesehatan bangsa untuk memulihkan ekonomi nasional  melalui semangat persatuan dalam konteks kebangsaan.

Berita

Komsosben MUI SU Beri Penyuluhan dan Bantuan ke Daerah Rawan Bencana...

0
Girsang Sipangonbolon, (muisumut.com) - Komisi Sosial Bencana (Komsosben) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) memberikan Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana Perspektif Islam,...

Fatwa

Transplantasi Organ dan atau Jaringan Tubuh dari Pendonor Hidup untuk Orang...

0
Dalam rangka melindungi dan menjaga jiwa, akal dan keturunan yang merupakan bagian dari tujuan diturunkannya syariat (maqashid as-syari’ah), maka dianjurkan untuk menjaga dan memelihara...

Mudzakarah