Beranda blog Halaman 3

Komisi HLNKI MUI SUMUT Dorong Semangat Generasi Millenial Studi ke Luar Negeri

0

Medan – (muisumut.com) Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) dorong semangat generasi milenial muda untuk studi di luar negeri melalui kegiatan Webinar Series – 2 secara hybrid (gabungan daring dan luring) di Aula MUI SU, Sabtu 21 Agustus 2021/ 12 Muharram 1443 H.

Webinar kali ini menghadirkan seorang motivator yang sangat inspiratif Bapak H. Pasoroan Herman Harianja, SH, M.Sc – Presiden INAMPA (Indonesian Maritime Pilots Association) -yang sudah 35 tahun berpengalaman di bidang kemaritiman dan kepelatihan. Mantan Direktur Pelindo I dan IV ini sangat memukau peserta dengan kisah-kisah perjalanannya ke hampir semua negara di lima benua untuk keperluan studi, tugas, seminar, hingga perjalanan wisata. Coach Herman tidak hanya berorasi dengan sangat menarik dan penuh semangat, tetapi juga sangat dermawan karena sepanjang sesi beliau kerap membagikan hadiah oleh-oleh perjalanannya dari luar negeri kepada peserta yang berani tampil ke depan dan menjawab pertanyaan. Setidaknya ada 5 hal yang dipesankan Coach Herman agar sukses dan disukai banyak orang, yakni komunikasi, open-minded, pengembangan hobi, terus menambah wawasan, dan menjadi diri sendiri.

Dalam bincang-bincang sambil makan siang dengan bapak Pasoroan Herman Harianja setelah sesi webinar selesai, beliau menyarankan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan membuat gathering dengan BUMN yang ada di Medan untuk menjajaki peluang pemanfaatan dana CSR BUMN yang dapat digunakan untuk dana beasiswa anak-anak berprestasi dan juga meminta kesediaan BUMN memfasilitasi program pelatihan bahasa asing.

Sesi kedua menampilkan topik Kuliah di Timur Tengah dengan duet Narasumber Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe, Lc.MA (Alumni Jinan University, Tripoli, Lebanon) dan H. Muhammad Akbar Rosyidi Datmi, Lc (Alumni Al Ahgaff University, Yaman). Doktor Endi mengawali presentasinya dengan mengulas latar sejarah Lebanon yang dikenal sebagai salah satu kota tua (Syam). “Historia magistra vitae, sejarah adalah guru terbaik.” papar beliau sebelum berkisah panjang lebar tentang perkuliahan di Lebanon.

Lebih jauh narasumber Akbar Rosyidi menceritakan sistem pendidikan di Yaman dan profil beberapa institusi seperti Rubath Tarim, Darul Musthafa, Universitas Al Ahgaff, Universitas Imam Syafi’i, Universitas Wasathiyah, Ma’had Alaydrus dan Daruz Zahro.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan pandangannya bahwa saat ini belajar di luar negeri memang suatu pilihan. Walaupun di Indonesia sudah banyak institusi pendidikan lokal yang berafiliasi dengan kampus-kampus ternama di Timur Tengah, namun merasakan kuliah di luar negeri ada kelebihannya. Alumni-alumni luar negeri ini punya position yang baik karena mereka sudah otomatis mahir berbahasa Arab (atau bahasa asing lainnya), berbeda jika kita kuliah di dalam negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI SU juga meresmikan pembukaan layanan “Pusat Informasi Studi Luar Negeri MUI-SU” yang bertempat di Ruang VIP Lantai 2 Gedung MUI Provinsi Sumatera Utara. Ketua Bidang HLNKI MUI SU K.H. Akhyar Nasution, Lc.MA didampingi Ketua Komisi HLNKI MUI SU Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc.MA menjelaskan bahwa Pusat Informasi Studi Luar Negeri (PISLN) ini adalah sumber informasi sekolah, kuliah dan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, baik ke negara Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, Asia dan negara- negara lainnya. Kedepan, PISLN akan menjadi sarana persiapan calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri seperti pelatihan bahasa asing, seleksi admisi universitas, seleksi beasiswa, hingga pemberangkatan mahasiswa Indonesia ke luar negeri.

Kegiatan webinar dimulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 1 siang, dihadiri total 165 orang dengan rincian 92 orang peserta mengikuti secara luring (offline) dan 69 orang daring (online). Rata-rata peserta merupakan generasi milenial muda yang berasal dari kampus, sekolah, pesantren di Sumatera Utara dan luar provinsi lainnya. (ylubis)

*Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP (Komisi HLNKI MUISU)

KPRPK MUI SU Latih Ormas Islam Se-Kota Medan Dampingi Anak di Masa Pandemi

0

Medan (muisumut.com) –  Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Provinsi Sumatera Utara (KPRPK MUI SU) menggelar Training of Trainer (ToT) mengenai pendampingan orang tua bagi anak di masa pandemi, di Aula MUI SU, Sabtu, 13 Muharram 1443 H/21 Agustus 2021 M.

Dr. Hj. Nurasiah, MA, selaku moderator, dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu respons untuk menyahuti permasalahan yang dihadapi masyarakat di masa pandemi, termasuk di Kota Medan.

“Ini dikemukakan juga beberapa organisasi yang kemarin dihimpun, dalam bentuk jejaring KPRK MUI Sumatera Utara,” sebut Nurasiah.

Nurasiah menjelaskan, meskipun acara ini disebut ToT, namun pelaksanaannya dapat saja menjadi semi pelatihan mengingat situasi dan kondisi yang ada saat ini.

“Tapi kita harapkan para ibu-ibu, para peserta yang hadir, bisa membagikan ilmunya kepada yang lain,” imbuh Nurasiah.  

Selaku narasumber, Dr. Muhammad Jaelani, MA dalam pemaparan materi pelatihannya mengungkapkan, pendampingan orang tua terhadap anak sangat penting tidak hanya di masa pandemi. Tetapi, mengingat situasi pandemi, maka pendampingan orang tua anak dikaitkan dengan masa pandemi.

 “Di masa pandemi, setidaknya ada empat situasi yang berubah di keluarga, pertama pola komunikasi, bisa lebih sering bisa dia tidak sering, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, kedua situasi pendidikan, dari tatap muka menjadi daring, ketiga anak-anak harus diberikan tools alat teknologi untuk dapat belajar, dan keempat perubahan layanan bantuan,” ungkap Jailani.

Jailani menerangkan, pendampingan anak di masa pandemi biasanya diarahkan pada orang tua mendampingi anak belajar di rumah di masa pandemi.  

“Karena ini yang paling bikin Ibu-ibu stress, bukan anaknya saja yang stress” terang Jailani.

Menurut Jailani, pendampingan orang tua terhadap anaknya dalam belajar sebenarnya tak mampu menolong anaknya untuk belajar lebih kuat.

“Ini adalah satu bentuk kekhawatiran,” cetusnya.

Oleh karena itu, kata dia, agar pendampingan orang tua kepada anak lebih baik, orang tua disarankan agar meminta kepada anak agar mendengarkan masukan dari anak, barulah kemudian orang tua memberikan masukan kepada mereka.

“Ini cara agar kita membangun rasa percaya diri pada anak, apalagi anak-anak ini sedang mencari jatidirinya,” sebut Jailani.

Dalam kesempatan yang juga disiarkan secara live itu hadir Ketua Bidang KPRPK MUI SU, Dr. Sukiati MA didampingi pengurus lainnya, di antaranya Nurliati yang juga salah seorang pengurus PB Al Jam’iyyatul Washliyah. (Jufri Bulian)

HUT KE 76 RI : MUI SUMUT GELAR ZIKIR KEBANGSAAN DAN ZIARAHI TOKOH PEJUANG ISLAM

0
Ketum MUI Sumut ziarah

Infokom, (muisumut.com) Dalam rangka HUT RI yang ke 76 yang mengambIl tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” MUI Sumatera Utara tetap komit terhadap kebangsaan RI, hal ini digambarkan dengan melaksanakan zikir kebangsaan di Masjid Ar Rahmah MUI Sumatera Utara pada Senin 16 Agustus 2021.

Zikir kebangsaan yang disiarkan secara langsung melalui TV streaming MUI Sumut dihadiri secara terbatas hanya oleh Dewan Pimpinan Harian dan Ketua serta Sekretaris Komisi mengingat masih dalam situasi pandemik. Tampak hadir Ketua Umum Dr. Maratua Simanjutak, Wakil Ketua Umum Dr. Asren Nasution.

Zikir yang berlangsung setelah shalat ashar berjamaah berlangsung sekitar 1 jam yang dipimpin oleh K.H Akhyar Nasution, LC, MA. terlihat khidmat dan ditutup dengan doa oleh Dr. Abdul Hamid Ritonga, MA, dalam hal ini kita medoakan para leluhur leluhur pejuang pejuang yang telah menjadi syuhada, mendoakan bangsa Indonesia diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai permasalahan khususnya covid-19.

Dalam sambutannya Dr. H. Maratua Simanjutak menyampaikan  “ada tiga alasan zikir kebangsaan ini dilaksanakan, pertama dalam memperingati lahirnya MUI ke-46 tahun, kelahiran MUI diperuntukan menjadi khadimul ummah dan shadiqul hukumah, MUI lahir untuk mengayomi umat, saat ini banyak permasalahan umat Islam, sudah selayaknya MUI harus tampil kedepan”

Alasan kedua zikir kebangsaan ini dilaksanakan adalah sesuai anjuran Presiden Republik Indonesia dalam rangka Dirgahayu Republik Indonesia ke 76, “artinya kita berdoa semoga negara ini tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendiri bangsa Indonesia. Para ulama ulama kita yang bertetesan darah dan air mata memperjuangkan kemerdekaan” ungkapnya

Pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih kita rasakan bersama juga menjadi alasan ketiga mengapa zikir kebangsaan ini dilaksanakan, “saat ini hanya Allah tempat kita meminta pertolongan tentunya setelah kita berikhtiar dengan mematuhi anjuran dari pemerintah agar pandemi ini segera berakhir.”

MUI Ziarahi Tokoh Pejuang Islam

Sebelum diadakan zikir kebangsaan pada pagi hari hingga siang Dewan Pimpinan MUI Sumut menziarahi tokoh pejuang Islam dari berbagai ormas Islam yaitu Nahdatul Ulama, Al Washliyah. Muhammadiyah, dan Ittihadiyah. Ziarah ini dibagi menjadi 3 rombongan. Rombongan pertama yang langsung diketuai oleh Dr.H Maratua Simanjuntak, yang menziarahi makam Zainal Arifin Abbas, yang merupakan tokoh Ittihadiyah, organisasi yang berdiri tahun 1935. H. Abdurrahman Syihab yang merupakan pendiri al Washliyah, berdiri tahun 1930 serta Syekh Muhammad Yunus pencetus nama “Al Jam’iyatul Washliyah”

Ketua Umum MUI Sumut dan rombongan berdoa di makam H. Abdurrahman Syihab

Turut serta dalam rombongan Prof. Dr. H. Mohd. Hatta, Dr. Abdurrahim, M.Hum, Drs. H. Sanusi Lukman, LC. MA, Dr. Akmaluddin Syahputra serta Dr. Sugeng Wanto.

Ziarah ke makam Hj. Darwani BInti Sutan Abdul Muis Pasaribu, tokoh muslimat NU Sumatera Utara
dan Hj. Asiah Lubis binti M. Tamin Lubis, tokoh muslimat al washliyah

Rombongan kedua dipimpin oleh Palit Muda Harahap, MA yang menziarahi tokoh Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, serta rombongan ketiga menzirahi makam tokoh muslimat NU dan muslimat Al Washliyah.

berdoa di makam alm H. Zainal Arifin Abbas Senin 16 Agustus 2021

Ketika menziarahi makam H. Zainal Arifin Abbas yang juga dihadiri putra beliau Dr. Ir. Assad, M.Si, Maratua menyampaikan “Saya secara pribadi pada tahun 1968 punya kenangan dan mungkin yang sekarang saya ikuti adalah jejak beliau terutama dalam konsekwensi keulamaan.  Beliau adalah ahli tafsir, tafsir tiga serangkai yang ditulis oleh H.A. Hasim Hasan, H. Zainal Arifin Abbas, dan Abdurrahman Haitami masih dipakai sampai sekarang. Kami MUI Sumatera Utara akan mentauladani jejak-jejak ulama pejuang” tuturnya  seraya mendoakan, semoga Allah menempatkannya disurga Allah bersama Rasulullah

Pada kesempatan itu Ketua Umum MUI ini prihatin dengan kondisi umat Islam yang terus dipertentangkan dengan kebangsaan, padahal dalam kemerdekaan RI tidak sedikit andil dari umat Islam, “kita terenyuh, Ketika Badan Pembina  Idieologi Pancasila menanyakan kembali melalui sayembara tulisan hukum menyanyikan lagu Indonesia raya dan hukum hormat bendara” ucapnya

MUI luncurkan majalah Media Ulama

Ketua Bidang Infokom menyerahkan majalah Media Ulama dalam rangka Dirgahayu RI ke 76, Senin 16 Agustus setelah zikir kebangsaan

Setelah zikir kebangsaan, MUI Sumut melalui bidang Informatika dan komunikasi menyerahkan media ulama edisi perdana untuk bulan Februari sampai dengan Agustus.  Majalah Media Ulama diserahkan langsung oleh Ketua Bidang Infokom Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum bersama Ali Suman Daulay selaku sekretaris komisi kepada Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak yang di damping oleh wakil ketua umum Dr. Asren Nasution. “Media ulama edisi perdana ini mengambil tema Merdeka dari Covid-19, insya Allah tahun akan diterbitkan 2 edisi dan kita tingkatkan menjadi 3 edisi pada tahun selanjutnya, dan semoga terus meningkat dan mendapat sambutan dari umat Islam” jelas Akmaluddin

Pada kesempatan itu, Maratua menyampaikan bahwa majalah MUI yang pada periode lalu bernama suara ulama namun pada edisi perdana ini berubah menjadi media ulama, hal ini mengingat pertama kali terbit majalah MUI adalah media ulama “jadi ini hanya ingin mengebalikannya pada sejarah pertama berdirinya” tegasnya

MUI Kab.Langkat Laksanakan Kunjungan Kerja dan Rakor

0

MUI Kab.Langkat melaksanakan Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi dengan MUI Kec. Batang Serangan serta MUI Kec. Sawit Seberang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Batang Serangan, Sabtu (14/8) yang bertepatan dgn 5 Muharram 1443 H.

Turut hadir dalam acara tersebut pengurus MUI Kab.Langkat yakni Ketua Umum MUI Kab.Langkat H. Zulkifli A.Dian, Lc, MA, Wakil Sekretaris Umum MUI Kab.Langkat ismail, S.Sos.i, S.Pd, S.Pd.i.

Berdasarkan keterangan Ketua MUI Kab. Langkat, Zulkifli A.Dian, Lc, MA, acara tersebut dilaksanakan guna menampung aspirasi dari MUI Kecamatan.

“Acara ini sengaja kita gelar guna menampung aspirasi dari masing-masing MUI Kecamatan terkait dengan Pembinaan umat dan masyarakat di Kab.Langkat,” kata Zulkifli.

Ia pun berharap agar kedepannya MUI Kecamatan dapat memiliki Kantor MUI sendiri.

“Harapan kita juga kedepannya MUI Kecamatan bisa memiliki kantor sendiri sebagai tenda besar bagi umat islam di wilayahnya masing-masing,” ucapnya.

Selain itu Zulkifli juga berharap agar acara Kunjungan Kerja dan Rakor ini bisa terselenggara setiap tahun.

“Semoga acara Kunjungan Kerja dan Rakor MUI Kecamatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya oleh MUI Kab.Langkat,” tutupnya.

MUI Kab. Langkat Gelar Sosialiasi Pencegahan Paham Sempalan

0

Langkat (muisumut.com) MUI Kab. Langkat gelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Sempalan di Aula Kantor MUI Kab. Langkat, yang bertempat di Jln. Diponegoro Nomor 1 Komplek Depag Langkat Stabat, Rabu (11/8). Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai ormas Islam yang ada di wilayah Kab. Langkat.

Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini yakni untuk mengantisipasi paham-paham yang menyimpang masuk ke wilayah Kab. Langkat. Sebagaimana yang disampaikan Ketua MUI Kab. Langkat bahwa pentingnya kegiatan ini dilaksanakan mengingat mulai banyak terjadi penyimpangan. “kita bentengi umat kita dari faham-faham yang sempalan dengan menanamkan aqidah yang benar kepada mereka “

Dalam kegiatan ini, terdapat Tiga (tiga) narasumber yang ikut menyampaikan materi. Ketiga narasumber tersebut yakni H. Zulkifli A.Dian, Lc, MA. (Ketua Umum MUI Kab.Langkat), Thantawi Jauhari, S.Ag, MA. (Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian & Pengembangan MUI Kab.Langkat), dan Muhammad Hasyim, S.Pd.i, MA. (Sekretaris Komisi Penelitian, Pengkajian & Pengembangan MUI Kab.Langkat).

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, (sosialisasi Pencegahan Faham Sempalan di Kab.Langkat) yang terdiri dari ormas-ormas islam yang ada di Kab.Langkat salah satu peserta berharap agar selain diadakan sosialisasi perlu ditambah dengan buku saku sebagai pegangan.

“Harapannya setelah ada sosialisasi seperti ini kita berharap ada mendapat buku saku yg berisikan tentang kriteria tentang paham-paham sempalan,” harapnya. (Ismail Langkat)

RESENSI BUKU: PERLINDUNGAN ANAK

0

Identitas Buku
Judul buku: Perlindungan Anak di Keluarga, Sekolah, Masjid dan Situasi Pandemi Covid-19
Penulis: Akmaluddin Syahputra & Rustam
Editor: Jufri Bulian Ababil
Penerbit: Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara
Tahun Terbit: 2020
Tebal halaman: 276 halaman

Sinopsis Buku
Buku yang diramu dari serangkaian Focus Group Discussion dan Webinar ini banyak menjelaskan kondisi faktual mengenai situasi perlindungan anak terkini di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Nyatanya, pelanggaran hak anak di berbagai level, baik di lingkaran keluarga, sekolah, komunitas, rumah ibadah dan ruang publik lainnya masih terus terjadi, bahkan dalam situasi bencana termasuk pandemic Covid-19. Namun masih banyak para orang tua, guru dan tokoh komunitas belum memahami hak anak.

Isi Resensi:
Dalam buku ini, Akmaluddin dan Rustam menekankan dibutuhkannya pemahaman yang memadai bagi orang tua, guru, pemuka masyarakat, pengelola rumah ibadah dan aparatur pemerintah untuk dapat mencapai perlindungan anak yang maksimal. Faktor-faktor ekonomi dan sosial juga berpengaruh dalam terwujudnya kepentingan terbaik anak. Buku ini banyak pula mengulas bahwa ternyata banyak bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak tidak disadari oleh para orang tua, guru, tokoh masyarakat dan aparat pemerintah seringkali diterapkan kepada anak. Tentu saja, segala bentuk kekerasan terhadap anak tidak akan membawa perubahan positif bagi kehidupan anak di masa mendatang.

Kelebihan Buku:
Akmaluddin dan Rustam menulis karya ini dengan sistematis dengan menggambarkan situasi umum yang terjadi secara nasional, hingga secara khusus mengulas persoalan perlindungan anak di Sumatera Utara, di berbagai level perlindungan anak. Rustam yang selama proses pengumpulan data melalui FGD selalu menjadi pemandu diskusi (fasilitator) memberikan buku ini nuansa akademis yang sangat kental. Buku ini sarat dengan analisis dan argumentasi, dan memiliki tingkat validitas data yang cukup kuat. Dapat dikatakan, buku ini merupakan hasil rangkaian proses penelitian kualitatif yang berkualitas.

Kekurangan Buku:
Judul buku masih terlalu berat, padahal sebenarnya belum mampu mewakili seluruh isu perlindungan anak yang terjadi di Sumatera Utara. Sebagaimana situasi yang tidak menentu dan informasi yang simpang siur sejak awal terjadinya pandemic Covid-19 di tanah air, buku ini juga sebenarnya masih belum merekomendasikan hal-hal yang praktis apapun, khususnya mengenai bagaimana seharusnya melindungi anak di masa pandemi Covid-19

GEBYAR MUHARRAM 1443 H: MUI Sumut Kembali Gelar Lomba Da’i Cilik Dan Da’i Muda

0

MEDAN (muisumut.com): Para pelajar usia belia di Sumatera Utara, berkesempatan mengikuti, Gebyar Muharam 1443 H di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dengan lomba Da’i cilik dan da’i muda putra putri secara virtual. Hampir seluruh kabupaten kota mengirimkan peserta sebagai utusan dalam perlombaan ini.

“ini kali kedua MUI Sumut melaksanakan lomba secara virtual, dan alhamdulillah masyarakat Sumatera sangat antusias mengikuti lomba yang menjadi salah satu syiar Islam. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta lomba yang meningkat hampir 100%, pada Muharram 1442 H peserta mencapai 46 orang, dan saat ini Muharram 1443 H, peserta mencapai 85 orang.” kata Sekretaris Panitia Gebyar Muharram 1443 H. yang juga, Ketua Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum Selasa (10/8).

Kata dia, peserta lomba dinilai dari video yang mereka kirimkan, dan menjadi keyakinan kuat bahwa generasi muda muslim sudah memiliki tekad yang kuat dalam berdakwah, ditandai dengan materi ceramah yang mereka kuasai.

“Memang belum semua peserta lomba bisa juara, namun dari tampilan mereka dan isi ceramahnya sudah bisa dibanggakan, terlebih dalam suasana pembelajaran secara daring saat ini. Sehingga mereka harus fokus dan belajar dan membuat konsep pidatonya,” ujar Akmaludin.

Para Pemenang

Setelah menilai seluruh peserta dengan objektivitas dan profesionalitas serta rapat paripurna dewan juri lomba da’i cilik dan da’i muda putra/putri yang berlangsung mulai pukul 09.00 pagi hingga azan magrib berkumandang, Dewan juri harus bekerja keras mengingat banyaknya video yang masuk, dan akhirnya diputuskan bahwa yang menjadi pemenang atau juara I, II, dan III dalam setiap kategori adalah: Da’i cilik putra: Baihaqi Khairi asal Deliserdang.Sultan Nur Royyan asal Langkat. Muhammad Ansori asal Asahan.

Juara Da’i cilik putri I,II dan III: Kholia Khotimah Caniago asal Batubara. Makaila Aida Filzah asal Langkat. Maulizza Ashry  Fauzyah asal Deliserdang.

Juara da’i muda putra I,II dan III atas nama Yurid Daviq Tanjung asal Nias Utara.M. Agung Permana asal Serdangbedagai. M. Ripai asal Labuhan Batuselatan.

Juara da’i muda putri I,II dan III yakni: Zyan Anggra Ulfia Nasution asal Kota Medan. Nur Fitriyah Hulu asal Gunungsitoli. Siti Nurhalizah Langkat.

Selain itu diberikan pula juara pavorit, untuk da’i muda putri atas nama, Lala Al-Aufi asal Pematangsiantar. Da’i cilik putri atas nama Mahira Abidah Fatinanda asal Langkat

KETUA UMUM MUI SUMUT TAKZIAH KE RUMAH DUKA

0

musumut.com.Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak beserta ibu yang juga didampingi Ketua Infokom, Dr. Akmaluddin Syahputra hadir kerumah duka di jalan baru wonosari belakang kantor Camat tepat sebelum jenazah diberangkatkan ke masjid Raya al Aman Aekonopan sekitar pukul 07.00 pagi, . Pada kesempatan tersebut Maratua memimpin jamaah takziah untuk berdoa Bersama dirumah duka.

Dilansir dari muisumut.com, salat jenazah langsun diimami putra beliau digelar di Masjid Raya Al Aman Aekkanopan. Jemaah yang diperkirakan lebih-kurang seribu orang tersebut memadati masjid yang berada di sisi Jalan Lintas Sumatera Aekkanopan itu. Demikian juga Ketika akan dikebumikan di perkuburan kampung Terutung.

.

Bupati Labura Hendriyanto Sitorus dan Wakil Bupati Samsul Tanjung tampak langsung memimpin acara pemberangkatan di masjid. dalam sambutannya Bupati mengajak seluruh eleman masyarakat melalui para BKM masjid untuk Bersama mendoakan almarhum pada shalat Jumat mendatang  

Dr. Maratua diberikan kesempatan menyampaikan sambutan mewakili ulama, dan ormas Islam mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Pemerintahan Daerah termasuk kepolisian atas apresiasi yang diberikan kepada Ketua MUI Labura yang wafat, “kami sangat merasakan kehilangan tokoh ulama yang berkiprah di masyarakat, beliau pernah menjadi ketua FKUB, ketua BAZNAS dan ormas Islam” tuturnya

Ia juga  berwasiat kepada keluarga yang ditinggalkan hanya sabarlah obat daripada musibah, semua kita akan melewati pintu kematian, kita doakan semoga Allah memeberikan yang terbaik buat almarhum”

Lebih lanjut Maratua tetap mengingatkan pihak berwenang untuk megusut tuntas kasus pembunuhan umala ini, agar tidak ada sakwasangka dari masyarakat tentang motif kriminalisasi ulama.   Kita  ingin penyelidikan kasus itu dilaksanakan secara fair. “Kita tidak ingin penyelidikan yang tidak fair,” ujarnya sambil menambahkan kalau ada motif dibalik kasus itu harus dikatakan. Jika pun tidak, juga harus disampaikan.

Pihaknya bersyukur kalau kasus ini murni kriminal. Karena dari informasi yang diperoleh almarhum sempat memberikan nasihat. “Jika ini krimal murni, kita bersyukur. Kenapa bersyukur? Karena di akhir hayatnya almarhum memberikan nasihat yang baik,” paparnya.

Setelah sambutan Jemaah yang tertinggal salat jenazah diberi kesempatan untuk melaksanakan salat jenazah gelombang kedua. Mengingat antusias masyarakat yang jumlahnya ribuan ingin mensholatkan.   Usai salat, imam salat meneriakkan takbir yang langsung disambut oleh jemaah yang memenuhi masjid tersebut

Usut Tuntas Pembunuh Ketua Majelis Ulama Indonesia Labuhan Batu Utara dan Pelakunya agar dihukum dengan hukuman mati

0

muisumut.com. Sebagai Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara Prof.Dr.H.Asmuni, MA pertama sekali mengucapkan inna lillahi wainna ilahi rajiun. Almarhum ust Aminurrasyid Aruan, telah meninggal dalam keadaan syahid dan husnul khatimah, semoga alm mendapat maghfirah dan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di alam barzah dan kelak akan dimasukkan dalam Surga Jannatun Na’im.

Kepada seluruh keluarga kiranya tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini, sebab ini sudah merupakan taqdir Allah. Semua keluarga tentunya merasa sedih yang mendalam dan sebagai sekretaris Umum, atas nama keluarga dan keluarga besar MUI Sumatera Utara juga turut merasa duka dan kehilangan seorang ulama sebagai warasatul anbiya’.

Berita yang beredar motif pembunuhan tersebut karena pelaku merasa sakit hati karena dutegur oleh korban karena dilarang untuk mencuri sawit di kebun korban. Apapun motifnya, kiranya pihak berwajib dapat mengusut secara tuntas pelaku pembunuhan yang sadis tersebut. Semoga tidak dinyatakan sebagai orang gila seperti yang pernah terjadi di daerah lain. Jika tidak gila lalu dinyatakan gila dengan motif untuk melepaskan tututan hukum yang berat, berarti itu adalah suatu kezaliman yang besar dan diancam dengan azab yang sangat pedih dalam Neraka ( surat al-Insan:31). Semua umat Islam diseluruh dunia pasti mengutuk perbuatan biadab tersebut. Kita semua sangat berharap kiranya Hakim yang akan mengadili perkara tersebut dapat menjatuhi hukuman mati , jika benar terbukti pelaku telah melakukan pembunuhan berenca dengan sudah mempersiapkan kelewang sebagai senjata tajam untuk melakukan pembunuhan.

Hal ini sesuai dengan KUHP pasal Pasal 340 yang menegaskan bahwa “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.” Dari pasal ini, dapat disimpulkan bahwa Pembunuhan Berencana itu memiliki dua unsur, yaitu Unsur Subyektif dan Unsur Obyektif. Unsur Subyektif, yaitu : dengan sengaja, dengan rencana lebih dahulu. Unsur Obyektif, yaitu : Perbuatan (menghilangkan nyawa), Obyeknya (nyawa orang lain).

Ketentuan KHUP pasal 340 ini relevan dengan firman Allah dalam surat al- Baqarah ayat 178 yang artinya “ 178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih “.

Kita semua memberikan apresiasi kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan beserta jajaran yang telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut. Dalam menghadapi cobaan tersebut umat Islam kiranya tidak bertindak anarkis terhadap keluarga pelaku, tetapi kita serahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum semoga mereka bertindak objektif dan berlaku adil sesuai dengan ketentuan yang berlaku,

Kontributor Prof. Dr. Asmuni, M.Ag

Ustadz Aminurrasyid Aruan Mati Syahid

0

muisumut.com KH. Akhyar Nasution, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri

Tadi malam saya mendapat berita, Ust Drs H Aminurrasyid Aruan  tewas terbunuh secara sadis di tangan preman kampung. 

Motif pembacokan yang mengakibatkan Ketua MUI Labura H Amirnurrasyid Aruan hingga tewas mengenaskan adalah lantaran pelaku sakit hati dinasehati oleh korban.

AD (35) warga Lingkungan Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualah Hulu, Kabupaten Labura  Sumatera Utara tersebut tidak terima dinasehati karena ketahuan mencuri buah sawit milik korban.

Pelaku diketahui menghabisi korban yang ditemukan di selokan dengan posisi telungkup, Selasa (27/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Dari photo jenazah ada berapa tanda dan kriteria yang terdapat dalam diri beliau bahwa beliaumati syahid dan ahli surga , ia meninggal terbunuh sesecara zhalim, air mata masih mengalir dan hidungnya kelihatan mengembang.

Dalam kitab Nihayatuz Zein disebutkan bahwa orang yang meninggal seperti ustadz tersebut adalah mati syahid,

Ibarotnya:

نهاية الزين (ص: 160 ( و ) أما الشهيد فهو ثلاثة أقسام لأنه إما شهيد الآخرة فقط فهو كغير الشهيد وذلك كالمبطون وهو من قتله بطنه بالاستسقاء أي اجتماع ماء أصفر فيه أو بالإسهال والغريق وإن عصي في الغرق بنحو شرب خمر دون الغريق بسير سفينة في وقت هيجان الريح فإنه ليس بشهيد والمطعون ولو في غير زمن الطاعون أو بغيره في زمنه أو بعده حيث كان صابرا محتسبا والميت عشقا بشرط الكف عن المحارم حتى عن النظر بحيث لو اختلى بمحبوبه لم يتجاوز الشرع وبشرط الكتمان حتى عن معشوقه والميتة طلقا ولو من زنا إذا لم تتسبب في إسقاط الولد والمقتول ظلما ولو بحسب الهيئة كمن استحق القتل بقطع الرأس فقتل بالتوسط مثلا والغريب وإن عصي بغربته كآبق وناشزة والميت في طلب العلم ولو على فراشه والحريق والميت بهدم وكذا من مات فجأة أو في دار الحرب قاله ابن الرفعة وكذا المحدود سواء زيد على الحد المشروع أم لا وسواء سلم نفسه لاستيفاء الحد منه تائبا أم لا قاله الشبراملسي ومعنى الشهادة لهم أنهم { أحياء عند ربهم يرزقون } آل عمران الآية 169 قاله الحصني

Syahid itu terbagi kepada tiga hal :

A. SYAHID AKHIRAT SAJA

Antara lain :

1. Orang yang ” sakit perut “, yaitu orang yang mati karena sakit perut, baik berupa busung air (perutnya dipenuhi cairan kuning) atau sebab diare (mencret).

2. Orang yang ” mati tenggelam “, meskipun tenggelamnya disebabkan maksiat,dengan meminum miras misalnya. Sedangkan orang yang tenggelam disebabkan naik perahu atau kapal laut di waktu angin ribut, orang yang tenggelam dengan cara seperti ini bukan termasuk syahid.

3. Orang yang mati sebab penyakit ” tha’un “(pandemi covid, pen), meskipun tidak pada waktu mewabahnya penyakit tha’un atau dengan sebab selain tha’un namun pada waktu mewabahnya tha’un atau setelahnya dengan syarat ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT .

4. Orang yang mati disebabkan “rindu membara” dengan syarat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan meskipun dari hanya sekedar melihat orang yang dicintai, seandainya ia berduaan dengan orang yang dicintai tidak akan melanggar norma-norma syar’i,selain itu juga bisa menyimpan rindu membaranya, sampai-sampai pada orang yang dicintai pun ia tidak pernah memperlihatkannya.

5. Wanita yang mati karena ” sakit melahirkan ” meskipun hasil dari perzinaan dengan syarat tidak bermaksud untuk menggugurkan kandungannya (aborsi) .

6. Orang yang ” dibunuh secara dzolim “, meskipun dengan hanya melihat keadaannya saja. Misalkan orang yang sebenarnya harus dihukum dengan memancung kepalanya kemudian ia dibunuh dengan membelah badannya.

7. Orang ” mati dalam pengembaraan ” meskipun pengembaraannya itu tergolong maksiat,misalnya budak yang pergi tanpa pamit dan juga istri yang pergi karena nusyuz (ngambek) pada suaminya.

8. Orang yang ” mati pada waktu mencari ilmu ” meskipun berada di tempat tidurnya.

9. Orang yang mati ” terbakar api “.

10. Orang yang ” mati karena robohnya bangunan ” .

11. Begitu juga orang yang ” mati mendadak atau di negeri musuh ” seperti keterangan yang telah dikomentarkan Ibnu Rif’ah.

12.Begitu juga termasuk syahid akhirat adalah orang yang ” mati dengan sebab dihad (dihukum) ” , baik pelaksanaan tersebut melebihi ketentuan ataupun tidak,berdasarkan kemauan sendiri (taubat) ataupun tidak seperti yang dikomentarkan Assyibromilsi.

Pengertian syahid bagi mereka adalah bahwa sesungguhnya :

أحياء عند ربهم يرزقون

Bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. [ QS. Ali Imron, 3 :169 ]. Demikian ini dikomentarkan al Husni :

نهاية الزين (ص: 161)  واما شهيد الدنيا فقط فهو من قتل في قتال الكفار بسببه وقد غل في الغنيمة أو قتل مدبرا على وجه غير مرضي شرعا أو قاتل رياء أو نحوه  واما شهيد الدنيا والآخرة معا فهو من قتل كذلك لكن قاتل لتكون كلمة الله هي العليا ومراد الفقهاء أحد هذين الأخيرين وحكمهما أنه يجب الدفن

B. SYAHID DUNIA SAJA

Yaitu orang yang terbunuh di waktu pertempuran melawan orang-orang kafir dengan sebab perang dan tergiur pada harta jarahan atau terbunuh sebab berpaling pada arah yang tak diridlai syara’ atau bertempur karena riya’ dan sebagainya.

C. SYAHID DUNIA AKHIRAT

Yaitu orang yang terbunuh dalam pertempuran melawan orang-orang kafir tapi bertempurnya untuk menjunjung tinggi kalimah Allah yang luhur. yang dikendaki ulama’ ahli fiqih (pembahasan syahid) yaitu salah satu dari dua keterangan yang akhir (syahid dunia saja dan syahid dunia akhirat) dan hukum mereka adalah hanya wajib dikuburkan saja.

TANDA-TANDA MAYYIT YANG KHUSNUL KHOTIMAH DAN SU’UL KHOTIMAH

نهاية الزين (ص: 147)  ومن علامات السعادة عند الموت عرق الجبين وذرف العين وانتشار المنخر روي عن سلمان الفارسي رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ارقبوا الميت عند موته ثلاثا إن رشح جبينه وذرفت عيناه وانتشر منخراه فهو رحمة من الله قد نزلت به وإن غط غطيط البكر المخنوق وأخمد لونه وأزبد شدقاه فهو عذاب من الله قد حل به وقد تظهر العلامات الثلاث وقد تظهر واحدة أو ثنتان بحسب تفاوت الناس في الأعمال وأما علامة ذلك في حال الصحة فتوفيقه للعمل بالسنة على قدر الطاقة

Termasuk tanda-tanda kebahagiaan ketika kematian tiba adalah :

– Dahinya berkeringat

– Air matanya bercucuran

– Lubang hidungnya mengembang

Diriwayatkan dari Salman Alfarisi RA.ia berkata , aku mendengar Rosululloh SAW bersabda : “Telitilah keadaan mayit ketika maut menjemputnya, apabila dahinya berkeringat, air matanya bercucuran dan lubang hidungnya mengembang, maka Rahmat Alloh telah turun kepadanya.

Dan apabila mengeluarkan suara seperti suara anak unta tercekik,atau warna kulitnya berubah kebiru-biruan atau mengeluarkan buih dari kedua rahangnya maka adzab Alloh sungguh telah menimpa dirinya”.

Ketiga tanda-tanda ini terkadang nampak semua atau dengan satu atau dua saja. Memandang sedikit banyaknya manusia dalam berprilaku/ beramal. Adapun tanda-tanda diatas ketika dalam keadaan sehat maka itu adalah taufik untuk melakukan amal kesunahan sekuat tenaga .

LIMA ORANG YANG TIDAK AKAN MEMBUSUK MAYATNYA

إعانة الطالبين (3/ 133)    لا تأكل الأرض جسما للنبي ولا…….. لعالم وشهيد قتل معترك     ولا لقارىء قرآن ومحتسب…….. أذانه لاله مجرى الفلك

Bumi enggan memakan jasad para nabi, orang alim, orang yang syahid,orang yang hafal Al-qur’an dan muaddzin yang meng-ikhlaskan adzannya untuk Allloh dzat yang menjalankan peredaran bintang-bintang di cakrawala.

Wallaahu A’lam.

Disusun oleh KH Akhyar Nasution

Berita

Komsosben MUI SU Beri Penyuluhan dan Bantuan ke Daerah Rawan Bencana...

0
Girsang Sipangonbolon, (muisumut.com) - Komisi Sosial Bencana (Komsosben) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) memberikan Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana Perspektif Islam,...

Fatwa

Transplantasi Organ dan atau Jaringan Tubuh dari Pendonor Hidup untuk Orang...

0
Dalam rangka melindungi dan menjaga jiwa, akal dan keturunan yang merupakan bagian dari tujuan diturunkannya syariat (maqashid as-syari’ah), maka dianjurkan untuk menjaga dan memelihara...

Mudzakarah