Ustadz Aminurrasyid Aruan Mati Syahid

0
149 views

muisumut.com KH. Akhyar Nasution, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri

Tadi malam saya mendapat berita, Ust Drs H Aminurrasyid Aruan  tewas terbunuh secara sadis di tangan preman kampung. 

Motif pembacokan yang mengakibatkan Ketua MUI Labura H Amirnurrasyid Aruan hingga tewas mengenaskan adalah lantaran pelaku sakit hati dinasehati oleh korban.

AD (35) warga Lingkungan Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualah Hulu, Kabupaten Labura  Sumatera Utara tersebut tidak terima dinasehati karena ketahuan mencuri buah sawit milik korban.

Pelaku diketahui menghabisi korban yang ditemukan di selokan dengan posisi telungkup, Selasa (27/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Dari photo jenazah ada berapa tanda dan kriteria yang terdapat dalam diri beliau bahwa beliaumati syahid dan ahli surga , ia meninggal terbunuh sesecara zhalim, air mata masih mengalir dan hidungnya kelihatan mengembang.

Dalam kitab Nihayatuz Zein disebutkan bahwa orang yang meninggal seperti ustadz tersebut adalah mati syahid,

Ibarotnya:

نهاية الزين (ص: 160 ( و ) أما الشهيد فهو ثلاثة أقسام لأنه إما شهيد الآخرة فقط فهو كغير الشهيد وذلك كالمبطون وهو من قتله بطنه بالاستسقاء أي اجتماع ماء أصفر فيه أو بالإسهال والغريق وإن عصي في الغرق بنحو شرب خمر دون الغريق بسير سفينة في وقت هيجان الريح فإنه ليس بشهيد والمطعون ولو في غير زمن الطاعون أو بغيره في زمنه أو بعده حيث كان صابرا محتسبا والميت عشقا بشرط الكف عن المحارم حتى عن النظر بحيث لو اختلى بمحبوبه لم يتجاوز الشرع وبشرط الكتمان حتى عن معشوقه والميتة طلقا ولو من زنا إذا لم تتسبب في إسقاط الولد والمقتول ظلما ولو بحسب الهيئة كمن استحق القتل بقطع الرأس فقتل بالتوسط مثلا والغريب وإن عصي بغربته كآبق وناشزة والميت في طلب العلم ولو على فراشه والحريق والميت بهدم وكذا من مات فجأة أو في دار الحرب قاله ابن الرفعة وكذا المحدود سواء زيد على الحد المشروع أم لا وسواء سلم نفسه لاستيفاء الحد منه تائبا أم لا قاله الشبراملسي ومعنى الشهادة لهم أنهم { أحياء عند ربهم يرزقون } آل عمران الآية 169 قاله الحصني

Syahid itu terbagi kepada tiga hal :

A. SYAHID AKHIRAT SAJA

Antara lain :

1. Orang yang ” sakit perut “, yaitu orang yang mati karena sakit perut, baik berupa busung air (perutnya dipenuhi cairan kuning) atau sebab diare (mencret).

2. Orang yang ” mati tenggelam “, meskipun tenggelamnya disebabkan maksiat,dengan meminum miras misalnya. Sedangkan orang yang tenggelam disebabkan naik perahu atau kapal laut di waktu angin ribut, orang yang tenggelam dengan cara seperti ini bukan termasuk syahid.

3. Orang yang mati sebab penyakit ” tha’un “(pandemi covid, pen), meskipun tidak pada waktu mewabahnya penyakit tha’un atau dengan sebab selain tha’un namun pada waktu mewabahnya tha’un atau setelahnya dengan syarat ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT .

4. Orang yang mati disebabkan “rindu membara” dengan syarat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan meskipun dari hanya sekedar melihat orang yang dicintai, seandainya ia berduaan dengan orang yang dicintai tidak akan melanggar norma-norma syar’i,selain itu juga bisa menyimpan rindu membaranya, sampai-sampai pada orang yang dicintai pun ia tidak pernah memperlihatkannya.

5. Wanita yang mati karena ” sakit melahirkan ” meskipun hasil dari perzinaan dengan syarat tidak bermaksud untuk menggugurkan kandungannya (aborsi) .

6. Orang yang ” dibunuh secara dzolim “, meskipun dengan hanya melihat keadaannya saja. Misalkan orang yang sebenarnya harus dihukum dengan memancung kepalanya kemudian ia dibunuh dengan membelah badannya.

7. Orang ” mati dalam pengembaraan ” meskipun pengembaraannya itu tergolong maksiat,misalnya budak yang pergi tanpa pamit dan juga istri yang pergi karena nusyuz (ngambek) pada suaminya.

8. Orang yang ” mati pada waktu mencari ilmu ” meskipun berada di tempat tidurnya.

9. Orang yang mati ” terbakar api “.

10. Orang yang ” mati karena robohnya bangunan ” .

11. Begitu juga orang yang ” mati mendadak atau di negeri musuh ” seperti keterangan yang telah dikomentarkan Ibnu Rif’ah.

12.Begitu juga termasuk syahid akhirat adalah orang yang ” mati dengan sebab dihad (dihukum) ” , baik pelaksanaan tersebut melebihi ketentuan ataupun tidak,berdasarkan kemauan sendiri (taubat) ataupun tidak seperti yang dikomentarkan Assyibromilsi.

Pengertian syahid bagi mereka adalah bahwa sesungguhnya :

أحياء عند ربهم يرزقون

Bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. [ QS. Ali Imron, 3 :169 ]. Demikian ini dikomentarkan al Husni :

نهاية الزين (ص: 161)  واما شهيد الدنيا فقط فهو من قتل في قتال الكفار بسببه وقد غل في الغنيمة أو قتل مدبرا على وجه غير مرضي شرعا أو قاتل رياء أو نحوه  واما شهيد الدنيا والآخرة معا فهو من قتل كذلك لكن قاتل لتكون كلمة الله هي العليا ومراد الفقهاء أحد هذين الأخيرين وحكمهما أنه يجب الدفن

B. SYAHID DUNIA SAJA

Yaitu orang yang terbunuh di waktu pertempuran melawan orang-orang kafir dengan sebab perang dan tergiur pada harta jarahan atau terbunuh sebab berpaling pada arah yang tak diridlai syara’ atau bertempur karena riya’ dan sebagainya.

C. SYAHID DUNIA AKHIRAT

Yaitu orang yang terbunuh dalam pertempuran melawan orang-orang kafir tapi bertempurnya untuk menjunjung tinggi kalimah Allah yang luhur. yang dikendaki ulama’ ahli fiqih (pembahasan syahid) yaitu salah satu dari dua keterangan yang akhir (syahid dunia saja dan syahid dunia akhirat) dan hukum mereka adalah hanya wajib dikuburkan saja.

TANDA-TANDA MAYYIT YANG KHUSNUL KHOTIMAH DAN SU’UL KHOTIMAH

نهاية الزين (ص: 147)  ومن علامات السعادة عند الموت عرق الجبين وذرف العين وانتشار المنخر روي عن سلمان الفارسي رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ارقبوا الميت عند موته ثلاثا إن رشح جبينه وذرفت عيناه وانتشر منخراه فهو رحمة من الله قد نزلت به وإن غط غطيط البكر المخنوق وأخمد لونه وأزبد شدقاه فهو عذاب من الله قد حل به وقد تظهر العلامات الثلاث وقد تظهر واحدة أو ثنتان بحسب تفاوت الناس في الأعمال وأما علامة ذلك في حال الصحة فتوفيقه للعمل بالسنة على قدر الطاقة

Termasuk tanda-tanda kebahagiaan ketika kematian tiba adalah :

– Dahinya berkeringat

– Air matanya bercucuran

– Lubang hidungnya mengembang

Diriwayatkan dari Salman Alfarisi RA.ia berkata , aku mendengar Rosululloh SAW bersabda : “Telitilah keadaan mayit ketika maut menjemputnya, apabila dahinya berkeringat, air matanya bercucuran dan lubang hidungnya mengembang, maka Rahmat Alloh telah turun kepadanya.

Dan apabila mengeluarkan suara seperti suara anak unta tercekik,atau warna kulitnya berubah kebiru-biruan atau mengeluarkan buih dari kedua rahangnya maka adzab Alloh sungguh telah menimpa dirinya”.

Ketiga tanda-tanda ini terkadang nampak semua atau dengan satu atau dua saja. Memandang sedikit banyaknya manusia dalam berprilaku/ beramal. Adapun tanda-tanda diatas ketika dalam keadaan sehat maka itu adalah taufik untuk melakukan amal kesunahan sekuat tenaga .

LIMA ORANG YANG TIDAK AKAN MEMBUSUK MAYATNYA

إعانة الطالبين (3/ 133)    لا تأكل الأرض جسما للنبي ولا…….. لعالم وشهيد قتل معترك     ولا لقارىء قرآن ومحتسب…….. أذانه لاله مجرى الفلك

Bumi enggan memakan jasad para nabi, orang alim, orang yang syahid,orang yang hafal Al-qur’an dan muaddzin yang meng-ikhlaskan adzannya untuk Allloh dzat yang menjalankan peredaran bintang-bintang di cakrawala.

Wallaahu A’lam.

Disusun oleh KH Akhyar Nasution