MUI KELUARKAN FATWA PENGGUNAAN VAKSIN ASTRAZENECA

0
388 views

Download Fatwa MUI No 14 Tahun 2021 Tentang Hukum Penggunaan Vaksin Covid -19 Produk AstraZeneca

Muisumut.com, Medan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa Nomor 14 Tahun 2021 terkait penggunaan Vaksin Vovid-19 Produk AstraZeneca sehubungan permohonan fatwa dari Pemerintah, pada 16 Maret 2021, demikian disampaikan ketua Fatwa MUI Sumut, Drs, Ahmad Sanusi Lukman, LC, didampingi ketua Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Sabtu 20 Maret 2021

Fatwa MUI Pusat ini dikeluarkan setelah mendengar penjelasan Menteri Kesehatan RI dalam rapat Komisi Fatwa MUI, penjelasan dari Direktur Utama PT Biofarma, juga penjelasan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada Senin 8 Maret 2021, serta laporan dan penjelasan tim auditor LPPOM MUI.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa “Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience Andong Korea, hukumnya haram, karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang terbuat dari babi

Pada angka 2 ketentuan hukum dalam fatwa ini dijelaskan bahwa pada saat ini vaksin tersebut dibolehkan (mubah) dikarenakan

Pertama, ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajjah syar’iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar’i

Kedua, ada keterangan ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (resiko fatal) jika tidak segera dilakukan vaknsinisasi Covid-19;

Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci masih terbatas jumlahnya. Sementara Indonesia masih berupaya menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk dapat keluar dari pandemi Covid-19.

Keempat, ada jaminan keamanan penggunaannya vaksin AstraZeneca dari pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga vaksin AstraZeneca dapat terjamin keamanannya.

Kelima, Pemerintah tidak memiliki keluasan memilih jenis vaksin mengingat Ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi dalam pelaksanaan vaksinasi

Kebolehan penggunaan vaksin covid-19 produk AstraZeneca ini tidak berlaku jika salah satu dari kelima hal diatas hilang, dan pemerintah wajib terus mengikhtiarkan ketersediaan vaksin covid-19 yang halal dan suci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here