Wednesday, 21 April, 2021

Kegiatan muzakarah mahasiswa PTKU MUI-SUMUT


Saddan Yasir (Mahasiswa PTKU)

Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PTKU MUI-SUMUT) mengadakan kegiatan pembelajaran diluar jam kuliah, di antaranya yaitu mudzakarah (belajar bersama) rutin setiap tiga kali seminggu pada malam hari. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dengan menggunakan kitab bacaan yang telah disepakati, seperti an-Nahwu li Ibn ‘Aqil, al-Fiqh Fathul Qarib li Ibn Qasim,kitab tauhid Fathul Majid, dan lain-lain.

Setiap pertemuan mudzakarah yang diadakan di Masjid ar-Rahmah MUI-SUMUT dibimbing oleh salah seorang mahasiswa yang bernama Anton Ritonga yang berasal dari Kabupaten Labuhan Batu Utara. Dosen yang mengajar di ruangan sering mengatakan, “belajar di ruang kuliah hanya 25 persen, sedangkan 75 persen lagi harus dicari di luar”, begitulah nasehat yang sering disampaikan al-Ustadz Khaidir Abdul Wahab, al-Ustadz Iqbal Habibi, dan dosen- dosen lain yang hampir menyampaikan nasehat yang senada. Karena kegiatan belajar di ruangan kuliah hanya memakan waktu sekitar satu jam untuk satu mata kuliah, sehingga waktu yang sedikit itu masih kurang untuk melakukan kegiatan seperti tanya jawab, diskusi, giliran membaca yang merata, dll.

Oleh karena itu perlulah bagi mahasiswa untuk menambah perbendaharaan ilmunya dengan mencari ilmu diluar ruangan, baik dengan cara mengulang kembali ilmu yang telah diajarkan (muthala’ah), mendatangi guru, dan belajar bersama (mudzakarah). Ungkapan yang sering kita dengar tentang pentingnya mudzakarah seperti hayatul ‘ilmi bil mudzakarahartinya hidup dan berkembangnya ilmu itu dengan melakukan mudzakarah. Kegiatanmudzakarah ini tidak hanya untuk berusaha menghidupkan ilmu dan mengembangkannya, namun juga bertujuan untuk saling menguatkan tali persaudaraan diantara sesama mahasiswa.

Kegiatan ini berlangsung sekitar satu jam, dimulai sehabis shalat Isya dengan diawali membaca alquran dan shalawat kepada nabi bersama-sama, lalu membaca kitab arab dengan bergiliran, kemudian jika ada yang kurang mengerti akan dijelaskan oleh pembimbingmudzakarah, terakhir ditutup dengan pembacaan alquran dan shalawat kepada nabi kembali. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh mahasiswa mampu mengoptimalkan keilmuwannya, mampu menjawab pertanyaan, dan bisa mengajarkan ilmunya.

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?