Tuesday, 24 November, 2020

MUI SU Upah-upah Rektor UIN-SU Prof Dr H.Syahrin Harahap MA



muisumut.com. Medan
,- Ditetapkannya Prof Dr H.Syahrin Harahap MA, sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ( UINSU) masa jabatan 2020 s/d 2024, lewat SK Menteri Agama RI nomor  032401 dan 032402/B.II/3/2020, tanggal 2 Nopember 2020 dan telah dilantik oleh Menteri Agama RI, Jumat  (6/1i) di Jakarta.

Majelis Ulama  IndonesiaProvinsi Sumatera Utara, Selasa ( 10/11) di aula MUI SU telah melaksanakan upah-upah kepada Prof Dr H.Syahrin Harahap MA, dihadapan peserta Rakorda Infokom MUI SU dari Kabupaten/Kota se Sumut.    Menurut Wakil Ketua Umum MUI SU Dr H Arso, M HUm, upah-upah ini dilaksanakan MUI SU, sebagai rasa syukur atas dilantiknya Prof .Dr. Syahrin Harahap sebagai Rektor UINSU, mengingat  beliau merupakan salah seorang unsur pimpinan MUI SU. “Kita berdoa agar amanah yang diberikan kepada Prof. Syahrin Harahap sebagai orang pertama UIN SU,  berjalan dengan sukses dan tetap berkiprah di MUI SU ”  papar Arso.

           Sementara Sekum MUI Dr H Ardiansyah MA, dalam sambutannya, duduknya Prof Syahrin sebagai Rektor UNI SU telah mencatat sejarah, bahwa salah seorang ketua di MUI SU mempu menduduki jabatan tertinggi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ” Ini menjadi catatan sejarah, salah seorang pimpinan MUI SU diberikan kepercayaan untuk memimpin UIN SU” ungkapnya. Untuk itu lanjut  Ardiansyah, keberhasilan Syahrin Harahap dengan jabtaan itu, juga mengangkat nama  MUI SU. ” Mari kita dukung dan doakan agar pak Syahrin sukses menjalankan tugasnya” ajaknya.

Jangan Tinggalkan MUI.

Prof Syahrin Harahap, dalam sambutannya, menyebutkan begitu terharu atas upah-upah yang dilaksanakan MUI SU, dan ia tidak akan meninggalkan MUI Su walau sudah duduk sebagai orang pertama UIN SU.

Pada kesempatan itu ia mengkissahkan upaya untuk meraih kedudukan sebagai rektor UIN SU. Disebutkan dari pemilihan senat ditetapkan sebanyak lima orang  calon rektor. Lalu mengkerucut menjadi  tiga orang.   Ternyata dari tiga orang tersebut, ia tergolong sebagai ulama ,sehingga jatuh pilihan terhadap dirinya. Mungkin kalau  bukan ulama  dan salah seorang pimpinan MUI SU. tidak akan terpilih. Untuk itu kepada semua yang duduk di MUI hendaknya terus berkiprah dan nama MUI itu cukup berpengaruh ditengah masyarakat dan umat. ” Jangan tinggalkan MUI “ajaknya kepada pengurus MUI yang mengikuti Rakor Infokom itu. Upah -upah itu dibarengi dengan ungkapan bahasa mandailing dengan penyarungan kain oleh  unsur pimpinan MUI SU,  H Arso, Ardiansyah, Sotar Nasution dan Sakhira Zandi. (husni,as).

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?