Tuesday, 29 September, 2020

MUI SUMUT: Rumah Sakit Haji adalah milik umat



Muisumut.com- Belakangan ini isu terkait tanah wakaf di Rumah Sakit Haji Medan Sumatera Utara hangat diperbincangkan. Eksistensi nya sebagai tanah wakaf milik umat Islam mulai di perebutkan.
DR H. Arso, M.Ag menyampaikan selaku Wakil Ketua Umum sekaligus penggagas acara FGD menyampaikan dalam sambutannya “kami mempunyai dokumen yang tebal dan lengkap, yang judulnya tertulis Rumah Sakit Haji siapa punya??, dalamnya ada 17 orang yang memberikan petisi agar Rumah Sakit Haji adalah milik umat Islam, oleh sabab itu dalam beberapa perjalanan bahwa Rumah Sakit Haji adalah milik umat Islam sebagaimana fatwa MUI Sumatera Utara, namun ada segelintir orang yang menari nari dan tidak takut kepada Allah karena mengambil wakaf yang notebenenya milik Allah”

Abdul Hamid Hakim MH, Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam Sumatera Utara menjadi fasilitator dalam pada Forum Group Discussion terkait Peraturan Daerah No. 11 tahun 2014, Jum’at (28/08/2020), yang bertempat di Aula MUI SU lantai 2, yang juga di siarkan secara langsung melalui chanel Youtube MUI Sumatera Utara. Harapannya adalah ada tindak lanjut yang terukur, bahwa menurut infonya rumah sakit haji sudah terbit sertifikatnya namanya Sertifikat hak pakai no. 32 atas nama Pemprov Sumatera Utara, tentunya ini harulah kita diskusikan secara serius untuk mengembalikan wakaf umat Islam”

Dr. Ardiansyah, Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara menyampaikan kita perlu memberikan solusi yang terbaik buat Rumah Sakit Haji, agar bisa melayani dan bermanfaat umat Islam secara umum, dan fatwanya sudah jelas bisa dilihat di web resmi muisumut.com

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof DR Syariful Mahya Bandar beserta perwakilan dari Dewan Pimpinan MUI SUMUT dan perwakilan dari seluruh ormas Islam di Sumatera Utara.
Prof DR Syariful Mahya Bandar mengatakan “Isu ini harus kita tuntaskan, sebab semakin hari eksistensi tanah wakaf di Sumatera Utara mulai hilang sebab tidak adanya dokumen”, ujarnya
Mahya menambahkan bahwa diskusi ini harus ditindaklanjuti dan kita sebagai perwakilan umat Islam harus memperjuangkan tanah wakaf di Sumatera Utara.
“Kita sudah ajukan permintaan kepada Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi untuk dikonfirmasi, semoga kasus ini selesai, sehingga tidak ada lagi kasus seperti ini di kemudian hari dan tanah wakaf di Sumatera Utara tidak hilang”, tegasnya.

Prof Yasir, menyampaikan bahwa kita rasakan ada yang janggal peralihan ini melalui perda, maka kewajiban kita kita perjuangkan dan bergerak sekarang untuk mengembalikan kepada milik umat, maka jika generasi kita tidak selesai maka akan menjadi dosa bagi kita, karena kita tahu bahwa itu hak umat tapi kita biarkan”

Prof. Hasyim, bahwa dari historis, bahwa umat Islam ingin memiliki rumah sakit Islam, dan jika dilihat bawah yang membangun adalah umat Islam dengan modal awal sekitar 9 milyar rupiah, yang menjadi persoalan adalah terbitnya Pergub dan Perda tentang Pengalihan Rumah Sakit Haji Medan. Menurutnya pengalihan ini tidaklah benar, seharusnya Undang Undang Yayasanlah yang membatalkannya. Bukan dengan menerbitkan Perda. Jika ingin membatalkan Perda caranya dengan paripurna DPRD atau Kemendagri tutupnya.

Hukum Asalnya adalah Wakaf, namun dicarilah win win solution, namun jika tidak maka akan diputuskan di Pengadilan

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?