Komisi Infokom MUI SUMUT adakan seminar dan pelatihan dakwah berbasis IT

0
393 views


Muisumut.com- Di era millenial ini semua informasi mudah di dapat dan di edarkan, namun disisi lain terdapat berita dan pemuat berita yang tidak sesuai ajaran Islam. Melihat hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) mengadakan seminar dan pelatihan MUI Kabupaten / Kota se Sumatera Utara di Sibolga, Sabtu (22/08/2020).

Ketua Komisi INFOKOM MUI SUMUT Dr Asren Nasution MA mengatakan “MUI SUMUT kali ini mengadakan seminar sosialisasi dan upaya pencegahan berita hoax di media sosial pada Sabtu 22 Agustus dan pelatihan jurnalistik Islami dan IT pada Minggu 23 Agustus di Sibolga yang diikuti oleh MUI Kabupaten / Kota se Sumatera Utara yang akan diisi oleh narasumber yang sangat berkompeten”, Ujarnya di Aula Pemko Kota Sibolga.

Prof Dr Asmuni MA Ketua Komisi Pemuda dan Seni Budaya MUI SUMUT mengatakan “Saya mewakili Ketua Umum MUI SUMUT mengharapkan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan penting” , ucapnya

Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs Yasman MM mengatakan “Saya mewakili Walikota Sibolga Drs H. Syarfi Hutauruk mengucapkan selamat datang di Kota Sibolga, semoga acara ini berjalan dengan baik”, ujarnya

Dr Shohibul Ansor Siregar MA Ahli Sosiolog Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara mengatakan “Hoax adalah kebohongan dibuat dengan sengaja untuk menyamar sebagai kebenaran, yang terdiri dari beberapa motif yaitu iseng belaka, pencitraan, klaim, mengesahkan kejahatan, mencederai dan perlawanan”, tegasnya.

Shohibul Ansor menambahkan “Media adalah senjata yang paling ampuh saat ini untuk menyebarkan berita hoax, oleh karena itu kita harus cross check terhadap berita yang kita terima”,ujarnya.

H Sofyan Harahap mengatakan “Kita harus cerdas dalam menggunakan media massa sehingga kita tidak termakan berita hoax”, ucapnya

Kita harus menelusuri sumber berita tersebut, sehingga jika adanya berita hoax tidak mengakibatkan kerugian bagi kita umat Islam

“Kita belum bisa membuat jurnalisme Islami saat ini, namun koran Waspada sampai sekarang masih eksis menyuarakan hak-hak islam dan berita-berita Islami untuk mencerahkan umat”, tegasnya