Komisi Dakwah MUI Sumut Gelar Pelatihan Strategi Berdakwah Untuk Penempatan Da’i di Daerah Minoritas

0
151 views

Medan – Komisi/Bidang Dakwah MUI Sumut menggelar pelatihan secara virtual terkait strategi dakwah untuk penempatan da’i di daerah-daerah minoritas, Selasa (5/11). Pelatihan da’i ini dilakukan dengan Bimbingan dan Pelatihan da’i Yang Kompeten di Daerah Minoritas.

Komisi/Bidang Dakwah MUI Sumut turut mengundang 13 Kabupaten dengan masing-masing 3 orang dari 1 kabupaten sebagai peserta. Diantaranya, Kabupaten Humbang Hasundutan, Manda’iling Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Gunung Sitoli, Sibolga, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Karo, Da’iri, Pakpak Bharat dan Kabupaten Samosir. Selain itu komisi dakwah MUI SU juga ,mengundang 2 orang dari Mualaf Centre, 3 dari Adma Mualaf Centre,dan 2 dari PW. Muhammadiyah Sumatera Utara.

Dalam kegiatan ini, Ketua Umum MUI Sumut, DR. H. Maratua Simanjuntak turut membuka acara sekaligus memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Maratua menyampaikan kutipan ayat Al-qur’an yang menyangkut tuntunan berdakwah.
“Tuntunan Al-qur’an sudah memberitahu bagaimana kita berdakwah, ada dengan tiga cara. Yaitu dengan hikmah, Mauidzatil Hasanah atau nasihat yang baik, Jadilhum billati hiya ahsan. Ketiga metode ini bisa dipilih sesuai objek atau pelaksanaan dakwahnya”.

Maratua juga menghimbau kepada para peserta yang berada di kabupaten untuk berdakwah sesuai dengan anjuran Rasulullah. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan kapasitas daya tangkap masyarakat setempat.
“Rasulullah pernah bersabda, berkhotbahlah kepada manusia sekedar atau sesuai dengan kadar daya tangkap akal mereka. Kalau berada kita di desa, tidak perlu menggunakan bahasa yang sulit dipahami, itu makanya kita pilih dari 3 metode dakwah tuntunan Al-qur’an tadi”, ungkapnya.

Maratua juga memberikan bekal kepada peserta agar da’i di daerah minoritas dapat diterima di lingkungan masyarakat.
“Harus belajar adatnya, kebiasaan-kebiasaan di daerah itu, sepanjang dia tidak merusak syari’at harus panda’i-panda’i kita mengolahnya untuk dasar kita mengajak mereka percaya terhadap Islam” ujar Maratua.

Dari sisi penyampaian narasumber, Dr. Sugeng Wanto, M.Ag, menyampaikan bahwa langkah yang dapat dilakukan para da’i sebagai salah satu strategi dakwahnya yaitu dimulai dari diri sendiri.

“Langkah yang dapat dilakukan para da’i dakwah dimulai dari diri sendiri, meniru dari apa yang dilakukan nabi Muhammad yang sukses merubah masyarakat,” terang Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan bahwa strategi lainnya yang tidak kalah penting yaitu terkait kesiapan mental.

“Serupa dengan Nabi Muhammad, mental beliau sangat kuat. Sebab beliau berdakwah di daerah yang betul-betul minoritas. Bagaimana jika mental beliau tidak kuat? Kita tidak akan sampai pada titik ini”, Ujarnya

Disamping itu narasumber kedua, M. Ikbal Parinduri, S.Hi, M. Kom juga menyampaikan strategi terkait pelatihan ini. Ikbal mengajak da’i untuk memberikan ceramah secara kontiniu, dialog dan kajian diskusi, memfasilitasi sarana ibadah, memberikan perlindungan dan keamanan, membimbing akhlak masyarakat dengan metodologi ketauladanan dan kekeluargaan

“Strategi berdakwanya pertama melakukan ceramah secara terus-menerus, mengajak berdialog dan kajian diskusi, kemudian memfasilitasi sarana ibadah yang memadai, memberikan perlindungan dengan keamanan dari ancaman lingkungan dan terakhir membimbing akhlak masyarakat dengan ketauladanan dan kekeluargaan”, ucapnya.