Thursday, 29 October, 2020

MUI Sumut Peringati Hari Kemerdekaan RI Ke 75


Muisumut.com-

Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) adalah hal yang patut diselenggarakan oleh seluruh rakyat Indonesia, hampir seluruh instansi dan lembaga menyelanggarakan hal tersebut dengan kegiatan yang berbeda-beda.

Dalam hal ini Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengadakan muzakarah khusus peringatan hari kemerdekaan RI yang ke 75 dengan tema “Memaknai kemerdekaan Republik Indonesia” pada Ahad, 26 Dzulhijjah 1441 H / 16 Agustus 2020 M di Aula MUI Sumut. Hadir sebagai pembicara  Prof. De. H. Usman Felly, MA dan Prof. Dr. Hasyim Purba, M.Hum

Prof Dr H Usman Felly MA selaku pakar Antroplog Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengatakan “Bahwa di dalam sila pertama pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna tauhid, karena itu usaha-usaha untuk merobahnya adalah masalah yang sangat prinsipal dan krusial”, tegasnya.

Felly mengajak bahwa kita harus berpegang kepada penolakan MUI Pusat yang disampaikan oleh Ketua Komisi Dakwah K.H. Cholil Nafis, bahwa gagasan Haluan Ideologi Pancasila (HIP) itu cacat hukum dan cacat interpretasi.

Felly menegaskan “Sehari setelah Proklamasi tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila diintegrasikan dalam Mukaddimah UUD 45, dan sampai sekarang belum ada yang dapat “menandingi” isi dan makna Pancasila dalam mukaddimah itu”, tutupnya.

Sebagai pembicara kedua Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Hasim Purba menyampaikan “Dalam memaknai kemerdekaan ini setidaknya ada 5 hal yang harus kita dobrak dalam pengamalan sistem kolonial sekarang, diantaranya mendobrak sistem ekonomi kolonial menjadi sistem Pancasila, yaitu menguasai lahan perekonomian Indonesia yang sekarang ini dikuasai oleh perusahaan asing”,

Kita harus menjadi makhluk sosial yang hablum minallah dan hablum minannas, yaitu baik hubungan kepada Allah dan kepada sesama manusia, ini intinya kalau kita mau merubah bangsa menjadi lebih baik.

“Ada beberapa peluang di Legislatif untuk kita bisa memperjuangkan kebenaran, maka untuk hal ini kepada umat Islam mari masuki ranah tersebut, agar bukan orang yang luar yang ingin merusak bangsa ini yang menjadi wakil rakyat,” pungkasnya.

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?