HAK PENGASUHAN ANAK BAGI ORANG TUA YANG BERCERAI KARENA BERBEDA AGAMA

0
723 views

Hadhanah adalah aktifitas melakukan pengasuhan anak yang masih kecil, baik laki- laki atau perempuan atau yang di bawah pengampuan yang belum mumayyiz dan tidak dapat mengurus semua urusannya dengan cara menyiapkan segala sesuatu yang mendatangkan kemaslahatannya, menjaganya dari segala sesuatu yang dapat menyakiti dan membahayakannya, mendidik jasmani, rohani dan akalnya agar mampu secara mandiri dalam menghadapi kehidupan dan memikul tanggung jawab. 


Hadhanah itu merupakan kewajiban kedua orang tua terhadap anak-anaknya dan menjadi hak anak dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, ketika kedua orang tuanya belum bercerai, kewajiban mengasuh anak itu menjadi tanggungjawab kedua orang tuanya.
Apabila terjadi perceraian di pengadilan, hak asuh anak berada pada salah satu dari kedua orang tuanya atau, pihak keluarganya dengan memperhatikan kemaslahatan anak. 


Persyaratan orang yang akan mengasuh anak : Beragama Islam, berakal sehat, dewasa (baligh), Memiliki kemampuan untuk mengasuh, merawat dan mendidik anak, dapat dipercaya (amanah) dan berbudi pekerti yang baik. 

Apabila salah satu persyaratan tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan tidak berhak untuk mengasuh anak dan hak asuh berpindah pada anggota keluarga yang muslim dan memenuhi ketentuan persyaratan orang yang akan mengasuh anak tersebut diatas

Apabila kedua orang tuanya bercerai di pengadilan, maka yang lebih berhak mengasuhnya adalah salah satu dari kedua orang tuanya. Bila anak tersebut belum baligh, maka ibu lebih berhak untuk mengasuh dari pada ayahnya. Apabila sudah baligh, maka anak memiliki hak untuk menentukan apakah ia ikut ayahnya atau ibunya. Apabila kedua orang tuanya berbeda agama, maka hak pengasuhan anak jatuh pada orang tua yang beragama Islam

KEPUTUSAN KOMISI B1MASALAH FIKIH KONTEMPORER(MASAIL FIQHIYAH MU’ASHIROH)IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SE-INDONESIA V TAHUN 2015