Urgensi Makanan Halal

0
2.625 views

Oleh: Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA[1]

Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna. Mulai sejak lahir manusia sampai mati terikat dengan aturan. Begitu lahir bayi diazankan agar kalimat pertama didengarnya ketika memasuki alam dunia adalah kalimat-kalimat yang baik. Setelah umur tujuh hari diakikahkan sebagai tanda syukur kepada Allah atas anugerah-Nya dan diberi nama yang baik-baik mengandung doa agar menjadi anak yang salih dan berguna bagi agama, keluarga, dan bangsa. Kemudian, dikhitan baik laki-laki maupun perempuan. Anak wajib dididik berpakaian sopan dan diajari salat dengan segala ilmunya agar salatnya sah. Diajari bergaul dengan akhlak karimah. Begitulah seterusnya sampai anak menjadi dewasa, berumah tangga sampai mati ada aturannya, yaitu fardu kifayah memandikannya, mengkafaninya, mensalatkannya, dan menguburkannya. Lobang kuburnya ada aturannya, yaitu liang lahad dan mayat diletak miring ke kanan menghadap kiblat. Pendeknya, semua aktivitas manusia ada aturannya dalam agama Islam, termasuk makanan dan minuman. Dalam Islam ada makanan yang halal dan ada yang haram.  Orang Islam wajib mengkonsumsi yang halal, dan berdosa mengkonsumsi yang haram. Mengkonsumsi yang haram berdosa dan masuk neraka. 

Allah swt. berfirman dalam surat `Abasa: 24 yang artinya: “Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya.” Dalam surat Al-Baqarah: 168 yang artinya: “Hai manusia makanlah dari apa yang ada di bumi, yang halal dan baik dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, ia adalah musuh yang nyata bagi kamu.” Banyak lagi ayat yang senada dengan ini yang melarang dengan tegas memakan dan meminum benda-benda haram dan menjelaskan bahayanya akan masuk neraka. 

Di antara urgensi makanan halal adalah:

  1. Menyelamatkan diri dari masuk neraka. 

Dalam hadis, Rasul saw. melarang mengkonsumsi yang haram dan secara jelas dan tegas menerangkan bahwa orang Muslim memakan yang haram akan masuk neraka.Misalnya hadis yang berbunyi: Kullu lahmin nabata min haramin fannaru aula bih (Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih baik baginya). Hadis ini secara tegas menjelaskan bahwa setiap daging yang tumbuh yang berasal dari yang haram akan masuk neraka. Jadi, walaupun ia rajin beribadah, akan tetapi gara-gara makan yang haram akan masuk neraka lebih dahulu menebus dosa makan yang haram, setelah itu baru masuk surga. Alangkah malangnya nasib orang yang bekerja sepanjang hari mencari rezki yang halal, akan tetapi ia atau isterinya atau anaknya membelanjakan uang itu kepada roti atau jajanan apa saja yang haram, yang memakan roti dan jajanan itu berdosa dan akan masuk neraka. 

  • Agar doa dikabulkan Allah SWT

Orang yang mengkonsumsi yang haram, doanya tidak dikabulkan Allah.Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwaseseorang datang dari perjalanan jauh sehingga rambutnya kusut masai, pakaiannya penuh debu yang menunjukkan musafirnya cukup jauh. Musafir merupakan salah satu momen doa makbul. Orang yang datang berdoa meminta bermacam-macam kebaikan dari Allah dan Nabi saw. menyaksikannya. Ternyata, Nabi saw. mengomentarinya dengan negatif, “Makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dimamahi (waktu kecil) dengan yang haram, bagaimana bisa diperkenankan Allah.” Pertanyaan seperti ini disebut istifham bi ma`na inkar(Pertanyaan dengan makna penolakan). Artinya, doa orang musafir itu tidak diterima Allah. Jadi, doa orang yang mengkonsumsi yang haram ditolak Allah.