Wakaf Melalui Uang

0
1.286 views

(Setahun Perjalanan Halalmart MUI Sumut)

By. Akmaluddin Syahputra

Nomenklatur wakaf muncul pada awal munculnya Islam itu sendiri. Ketika Rasulullah berhijrah dari Makkah menuju Madinah, sesampainya di Madinah, beliau memperkenalkan wakaf kepada kaum Muslim, beliau mengatakan: ”Wahai Bani Najjamaukah kalian menjual kebun kalian ini?” Mereka menjawab: ”Ya!, tapidemi Allahkami tidak akan meminta harganyakecuali mengharapkan pahala dari Allah.” Kemudian beliau mengambilnya, lalu membangun masjid di atasnya.” Dari sinilah lahir syariat Islam untuk berwakaf, sehingga umat Islam berlomba-lomba untuk mewakafkan tanah-tanah miliknya, untuk keperluan pembangunan masjid dan kepentingan umum lainnya.

Umat Islam telah terbiasa mewakafkan tanahnya, baik untuk masjid,kuburan ataupun sekolah. Namun, untuk mewakafkan harta benda bergerak seperti uang masihlah sulit. Hal tersebut tidak terlepas dari pemahaman tentang lebih afdhalnya, mewakafkan harta benda berupa benda tetap seperti tanah daripada benda lainnya yang bergerak. Keafdhalan tersebut ditopang atas alasan antara lain,karena yang dicontohkan Rasulullah adalah wakaf tanah dan karena tanah merupakan harta benda yang bisa dibilang kekal sifatnya atau tidak gampang musnah, meskipun bisa musnah. Sedang untuk wakaf berupa benda lainnya tidaklah seperti demikian keadannya.

Di Indonesia istilah wakaf produktif atau wakaf yang dapat dikembangkan seperti wakaf uang (wakaf tunai) memang merupakan suatu hal baru. Bahkan dalam sejarah prekonomian Islam pun, ini masih merupakan persoalan yang diperselihsihkan (debatableikhtilaf). Perselisihan tersebut tidak lepas dari tradisi lazim di masysarakat, bahwa mewakafkan harta hanya berkisar pada harta tetap(fixed asset), dan penyewaan harta tetap. Berdasarkan tradisi inilah sebahagian ulama masa silam berbeda pendapat tentang kebolehan berwakaf dalam bentuk uang kontan; dan dalam bentuk komoditi yang ditimbang atau ditakar. Yang membuat perbedaan pendapat itu adalah bagaimana mungkin mempersewakan uang wakaf, bukankah hal tersebut itu telah merubah fungsi utama dari uang sebagai alat tukar. Dan apakah yang dapat kita lakukan terhadap wakaf tunai?