PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH

0
408 views

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 21/DSN-MUI/X/2001

Dalam menyongsong masa depan dan upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya resiko dalam kehidupan ekonomi yang akan dihadapi, perlu dipersiapkan sejumlah dana tertentu sejak dini, salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut dapat dilakukan melalui asuransi. Bagi mayoritas umat Islam Indonesia, asuransi merupakan persoalan baru yang masih banyak dipertanyakan; apakah status hukum maupun cara aktifitasnya sejalan dengan prinsip-prinsip syari’ah;

Ketentuan Umum

  1. Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah
    usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara
    sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan /
    atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk
    menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang
    sesuai dengan syariah.
  2. Akad yang sesuai dengan syariah yang dimaksud pada point
    (1) adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir
    (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap),
    barang haram dan maksiat.
  3. Akad tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk
    tujuan komersial.
  4. Akad tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan
    dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata
    untuk tujuan komersial.
  5. Premi adalah kewajiban peserta Asuransi untuk memberikan
    sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai dengan
    kesepakatan dalam akad.
  6. Klaim adalah hak peserta Asuransi yang wajib diberikan oleh
    perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.

selengkapnya silahkan download fatwa