PRAKTEK BISNIS MULTI LEVEL MARKETING (MLM) DAN SEJENISNYA

0
1.772 views

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Indonesia Propinsi Daerah Tingkat I Suamatera Utara dalam rapatnya pada tanggal 15 Rabiul Awal 1420 H/ 29 Juni 1999 M. dan tanggal 22 Rabiul Awal 1420 H/ 6 Juli 1999 M setelah :

MEMPERHATIKAN :

Bahwa pada waktu belakngan ini telah ramai dalam masyarakat dilakukan peraktek Bisnis MLM dan Sejahteranya. khusunya dikotamadya medan dan daerah lain di Sumatera Utara dan Propinsi lainya. Peraktek tersebut antara lain :

  1. Pemberian modal dalam tertentu dan masa tertentu, mendapat keuntungan atau imbalan diluar kewajaran, umpanya memberikan modal Rp. 5.000.000,- dalam jangka waktu 28 hari/30 hari mendapat tambahan pada saat jatuh tempo menjadi Rp. 9.000.000,- .
  2. Membeli paket pakaian jadi 26 Paket, Harga Rp. 4.940.000,- ditambah administrasi Rp. 494.000,- konpensesi laba menjadi Rp. 9.000.000,- seperti pada formulir terlampir.
  3. Bahwa menurut keterangan ahli ekonomi muslim yang dapat dipercaya ternyata : bahwa praktek Bisnis MLM, BMA dan sejenisnya dengan keuntungan diluar kewajaran menimbulkan dampak nagatif bagi masyarakat.
  4. Bahwa Di Eropa dan Amerika pada masa lampau bisnis yahudi semacam ini telah berkembang pesat, namun karena orang Eropa dan Amerika Serikat orang pintar dalam mengelola uang, maka pemerin-tahan telah mengeluarkan undang-undang secara tegas melarang bisnis tersebut.
  5. Bahwa dalam kenyataanya dikota medan Bisnis MLM ini telah meresahkan masyarakat karena sebagian diantaranya telah tutup dan pimpinan-nya melarikan diri sehingga nasabah sangat dirugikan.

MENIMBANG :

  1. Ajaran Islam, telah mengatur sistem perdaganagan sekaligus memberikan ketentuan-
    ketentuan dan patokan-patokan didniah akhlakian dan tanzimiah yang mewajibkan iap pelaku dagang untuk memlihara dan mematuhinya, jika hal ini dilanggar maka keuntungan yang diperoleh hukumnya haram dan bercampur dengan yang haram.
  2. Islam tidak memisahkan antara ekonomi dan akhlak, berbedan dengan falsafah kapitalisme yang menjadikan keuntungan meteri sebagai tujuan utama.
  3. Ajaran Islam melarang berbuat zalim kepada siapapun.
  4. Ajaram Islam melarang melakukan kemudratan.
  5. Ajaran Islam melarang melakukan penipuan, penganiayaan dan kemubazir-an.

MENGINGAT :

  1. Dalam Praktek Bisnis MLM dan sejenis-nya terdapat unsur mubazzir dalam perktek membeli suatu barang jauh diatas pasaran. Sedangkan barang tersebut dapat dibeli dimana saja dengan harga jauh lebih murah.
  2. Dalam Bisnis MLM dan sejenisnya dapat unsur kazaliman, karena pada waktu terjadi kejenuhan, atau sedikit nasabah baru, maka pengembalian uang nasabah yang telah jatuh tempo tidak dapat dikembalikan. Diantara peraktek MLM ini baik persahaan
    maupun membernya ternyata tidak bertanggung jawab. diantara ada yang melarikan diri, sehingga nasabah mengalami kerugian
  3. Dalam peraktek MLM terdapat unsur mafsadah (Kerusakan) diantaranya menyebabkan orang kafir berfikir logis mengambil jalan pintas menuju kekeayaan, mengurangi kegiatan kerja, menimbulkan pola hidup Konsumtif, usaha perbankan
    menjadi terganggu, menimbulkan sifat kesombongan dan lain lain.
  4. Unsur lain yang membawa kerugian material peribadi maupun masyarakat.

MEMUTUSKAN

  1. Bahwa hal – hal tersebut diatas Komisi Fatwa, Hukum dan Pengkajian Masalah Keagamaan Majelis Ulama Indonesia Propinsi Sumatra Utara Daerah Tingkat I Sumatera Utara memutuskan bahwa bisnis MLM dan sejenisnya hukumnya HARAM.
  2. Bagi pelaku bisnis ini dan masyarakat yang telah terlajur mengikuti bisnis ini, dianjurkan agar menhentikannya dan memohon Ampun kepada Allah SWT .
  3. Bagi Pemda Tingkat I Sumatera Utara dan pihak terkait lainnya agar menutup/ mencabut izin usaha bisnis yang bekedok penggandaan uang tersebut.

Download Fatwa