TAUSHIYAH MAJELIS ULAMA INDONESIA PROVINSI SUMATERA UTARA TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH DALAM SITUASI SIAGA DARURAT CORONAVIRUS DESEASES (COVID-19) DI PROVINSI SUMATERA UTARA

0
1.434 views

Download Fatwa

Menimbang:

  1. Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19;
  2. Usul dan Pendapat Gubernur Sumatera Utara pada Rapat Pimpinan Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara tanggal 26 Maret 2020;
  3. Usul dan pendapat peserta rapat bersama Gubernur Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Tokoh Agama, Perwakilan MUI Kab/Kota serta tokoh masyarakat;
  4. Bahwa Status Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini (26 Maret 2020 pukul: 12.00 WIB) adalah Siaga Darurat Covid-19 tahun 2020.

Maka Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara memberikan taushiyah sebagai berikut:

  1. Masyarakat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dan terpapar Covid-19 wajib diisolasi dan diharamkan berada di tempat umum, termasuk masjid agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.
  2. Masyarakat dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 diharuskan untuk melaksanakan ibadah di rumah sebagai bentuk upaya pencegahan (sadd az- zari’ah).
  3. Masyarakat yang berada di kawasan yang potensi penularan Covid-19 tinggi, maka dibolehkan untuk tidak melaksanakan shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid.
  4. Masyarakat yang berada dalam kawasan potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang dan tidak khawatir akan tertular Covid-19 serta mampu menjaga diri, tetap wajib melaksanakan shalat Jumat dan dianjurkan berjamaah di masjid dengan ketentuan sebagai berikut : a) Pengurus Masjid tetap mengumandangkan azan shalat fardu lima (5) waktu dan tetap menyelenggarakan shalat Jumat dan shalat berjamaah; b. Pengurus masjid diharuskan menyiapkan fasilitas kebersihan, khususnya sabun cuci tangan; c. Pengurus Masjid diharuskan menggulung karpet, dan menjaga kebersihan lantai masjid dengan mengepel lantai masjid sebelum penyelenggaraan shalat berjamaah. d. Bagi jemaah yang akan shalat berjamaah di masjid, dianjurkan membawa sajadah sendiri sebagai langkah pencegahan (sadd az-zari’ah) e. Setelah selesai shalat berjamaah, diharuskan untuk segera pulang.
  5. Masjid yang berada dikawasan penyebaran Covid-19 tidak terkendali, atau masjid yang jemaahnya positif terpapar Covid-19, sementara waktu masjid tersebut ditutup. Pelaksanaan shalat Jumat dan shalat berjamaah ditiadakan namun tetap mengumandangkan azan.
  6. Dihimbau kepada seluruh Umat Islam di Sumatera Utara untuk senantiasa memperbanyak membaca al-Qur’ân dan Berzikir kepada Allah swt. Berdasarkan Firman Allah dalam al-Qur’ân surah al-Ahzâb [33]: ayat 41 : ” “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama Allah) dengan zikir yang banyak”.
  7. Dihimbau kepada seluruh Umat Islam di Sumatera Utara memperbanyak doa di rumah untuk keselamatan Provinsi Sumatera Utara khususnya dan Bangsa Indonesia umumnya dari wabah Virus Corona (Covid-19) berdasarkan ayat al-Qur’ân surah Ghâfir [40]: ayat 60 : “dan Tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan…”
  8. Dihimbau kepada seluruh Umat Islam di Sumatera Utara untuk membaca DOA QUNUT NAZILAH (Doa Tolak Bala) pada setiap salat Fardhu dan Shalat Jum’at dengan kaifiyat (tata cara) sebagai berikut :

a. Dilakukan disetiap shalat Fardhu dan shalat Jum’at pada raka’at terakhir setelah ruku’:

b. Membaca doa sebagai berikut :


c. Dibaca pelan pada saat shalat Sirriyah (salat yang disunnahkan tidak mengeraskan suara, yaitu shalat Zuhur dan Asar) dan dibaca keras saat shalat Jahriyah (shalat yang disunnahkan mengeraskan suara, yaitu pada shalat Maghrib, Isya dan Subuh), baik ketika menjadi Imam atau sedang shalat sendiri.

d. Bagi imam shalat berjamaah, saat membaca doa qunut nazilah ini agar mengumumkan lafaz doanya, yaitu dengan mengubah kata ganti untuk diri sendiri (mutakallim wahidah, ..اللهم الهدنى فيمن هديت الخ ) menjadi kata ganti untuk orang banyak (mutakallim ma’al ghair …اللهم اهدنا فيمن هديت الخ) dan makmum cukup mengaminkannya.

9. Dihimbau kepada seluruh umat Islam Sumatera Utara untuk memperbanyak infak dan sedekah membantu sesama umat Islam sebagai upaya untuk menolak bala Allah swt. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw. : ِ ِ ِ “Sedekah menutup 70 pintu bala dan memanjangkan umur” (HR. al-Baihaqy)