Topik Bahasan
- Introspeksi diri dalam Islam
oleh: Dr. H. Maratua Simanjuntak (Wakil Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara) - Menyambut Embusan (Nafahat) Rahmat Allah di Bulan Ramadhan dan Menolak nafahat Adzab (Bala)
Oleh: Dr. H. Arso, SH., M.Ag (Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara) - Moderator : Dr. Tohir Ritonga, LC. MA
Ahad, 10 Ramadhan 1441H / 3 Mei 2020 M Gedung MUI Sumatera Utara
YouTube: MUI Sumatera Utara Tenda Besar Umat Islam
Facebook Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara
Instagram: mui_sumut
MEDAN (Waspada): Suasana Covid-19, tetapi MUI Sumut tetap menggelar diskusi, dengan cara live streaming Minggu (3/5).
Pemateri, Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H Maratua Simanjuntak dengan judul makalah Intropeksi diri dalam Islam mengingatkan akan pentingnya intropeksi atau muhasabah tersebut, sebab manusia adalah tempatnya salah dan lupa.
“Pengakuan atas kesalahan ini mesti ada dalam diri kita sehingga kita akan terus menerus mengintropeksi diri dan semoga dengan itu kita menjadi orang yang berakhlak mulia,” kata Dr Maratua.
Kata dia, manfaat mengintropeksi diri antaranya, agar lebih diringankan ketika hisab di akhirat kelak, memiliki hati yang lapang karena lebih mengutamakan akherat ketimbang dunia, memperbaiki hubungan silaturahmi sesama manusia dan akan terbebas dari sifat munafik.
Ditambahkanya, dengan rajin melakukan intropeksi maka kita akan semakin lebih menyadari kesalahan, semakin mengenal diri sendiri guna menjaga konsistensi dalam ibadah, senantiasa rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah.
Sedangkan pemateri, Dr. H Arso yang juga Wakil Ketua Umum MUI Sumut mengingatkan pentingnya intropeksi diri sehingga umat Islam dapat memanfaatkan kesempatan emas meraih rahmat Allah di bulan Ramadan tahun ini serta selalu terhindar dari segala bala bencana.
Disebutkanya, kekhawatiran serta kecemasan masyarakat dunia termasuk Indonesia saat sekarang ini akan bahaya Virus Covid-19, menjadi ujian yang harus mampu disikapi dengan benar oleh umat.
“Karena itu, umat wajib beriman dan bertakwa, melakukan ihtiar secara maksimal sesuai petunjuk kesehatan serta mengintropeksi diri dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah guna memohon perlindungan-Nya agar terhindar dari segala bencana,”ujarnya.
Dr Arso menyebutkan, tiga hal yang dapat menolak bencana yakni, umat yang selalu memakmurkan masjid, selalu menjalin silaturahmi dan umat yang selalu memohon ampun di sepertiga malam atau menjelang waktu sahur.
Sementara Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. H Akmaluddin Syahputra menyampaikan rasa syukur karena meningkatnya pengunjung (follower) Muzakarah MUI secara live streaming tersebut.
Untuk itu, sebut Akmal kepada umat dapat berpartisipasi aktif melalui chanel Youtube MUI Sumatera Utara, Facebook Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Instagram mui_sumut. “Juga dapat berinteraksi dan bertanya melalui WA Komisi Fatwa di nomot 082165810724,”sebutnya












