MUI Sumut Sepakat Ibadah Tidak Dilarang Tapi Sesuai Protokoler

0
706 views

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia atau MUI sepakat ibadah tidak dilarang tapi sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Ya, MUI Sumut sepakat ibadah tidak dilarang tapi sesuai protokoler,” kata Sektetaris MUI Sumut, Dr Ardiansyah MA (foto), Selasa (19/5).

“MUI Sumut sudah membahas hal itu belum lama ini sudah diungkapkan,” katanya.

Kata dia, pelaksanaan ibadah yang diatur, yakni Shalat Idul Fitri 1441 H dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah di masjid-masjid dan lapangan terbuka.

Kegiatan itu wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Misalnya, setiap jamaah yang memasuki masjid atau lapangan untuk mengikuti shalat idul Fitri 1441 H wajib menggunakan masker.

Kemudian, membawa sajadah masing-masing,mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk dan setelah keluar dari masjid dan lapangan.

Setiap Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan Panitia shalat Idul Fitri di lapangan diharuskan menyediakan fasilitas seperti: sabun cuci tangan, hand sanitizer, membersihkan lantai masjid sebelum dan setelah pelaksanaan

ibadah shalat berjamaah dan dapat menggunakan dana masjid atau infak untuk keperluan dimaksud.

Setiap jamaah dianjurkan untuk tidak kontak fisik sesuai himbauan Pemerintah berkaitan social distancing dan physical distancing serta tidak berkumpul berlama-lama setelah melaksanakan rangkaian ibadah shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Kepada imam dan khatib shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dimohon memendekkan isi khutbah serta bacaan ayat Alquran dengan tetap memperhatikan sahnya shalat dan khutbah sesuai dengan ketentuan syariat.

Agungkan Idul Fitri 1441

Ardiansyah menambahkan bahwa, MUI Sumut juga menghimbau masyarakat untuk mengagungkan Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini dengan memperbanyak takbir, tahmid, tasbih dan tahlil dari masjid dan mushalla.

Demikian juga berzikir dan berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat virus Corona ini dari bumi. Menjaga Silaturrahim dg saling memaafkan dapat dilakukan melalui medsos dan video call.

Sehingga kita tetap saling menjaga dan memutus rantai Covid-19 ini sesegera mungkin.

Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah tak pernah melarang masyarakat beribadah selama masa pandemi virus corona (covid-19). Untuk itu, Jokowi meminta jajarannya melakukan sosialisasi lebih jelas mengenai aturan beribadah selama pandemi kepada masyarakat.

“Dalam penerapan protokol kesehatan maupun aturan PSBB, saya minta betul-betul dijelaskan, diberi pemahaman, disosialisasikan bahwa pemerintah tidak melarang untuk beribadah,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai Persiapan Idul Fitri, Selasa (19/5)().

Jokowi mengatakan pemerintah selalu mendorong semua umat beragama untuk meningkatkan ibadahnya.

“Pemerintah melalui Kementerian Agama mendorong agar setiap umat beragama meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya masing-masing,” katanya. (m22)

https://waspada.id/medan/mui-sumut-sepakat-ibadah-tidak-dilarang-tapi-sesuai-protokoler/