KPRK MUI SUMUT GELAR PENGAJIAN “Urgensi Qurban dimasa Pandemi Covid-19”

0
483 views

Ardiansyah (PTKU) Sabtu, 27 Juli 2020

muisumut.com. Majelis Ullama Indonesia (MUI) Sumatera Utara yang dimotori Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) kembali menggelar Pengajian dengan protokoler kesehatan dan jumlah terbatas di Alua MUI Sumut jalam MUI No. 03 Medan Timur. Hal ini disampaikan Dra. Hj. Rusmini, MA selaku ketua komisi KPRK. Menurutnya pengajian rutin akan terus diadakan pada  Sabtu pekan ketiga setiap bulannya pukul 14.00 sampai dengan Ashar, tentunya dengan protokoler kesehatan dan jumlah terbatas, namun masyarakat Sumatera Utara bisa menyaksikan langsung melalui live streamin facebook dan youtube.

Topik yang diangkat adalah  urgensi qurban dimasa pandemi covic-19 dengan narasumber DR. H. Ardiansyah Lc, MA, Ardiansyah menjelaskan bahwa topik ini menjadi sangat penting mengingat banyak pertanyaan di masyarakat terkait qurban, bahkan ada pendapat yang tidak benar seperti qurban boleh diganti dengan uang agar lebih bermanfaat bagi umat, qurban itu adalah perbuatan yang sia-sia karena banyak sekali hewan yang disembelih dan akhirnya akan menjadi kotoran. “Selain permasalahan itu, kesulitan yang dialami negara-negara di seluruh dunia mengalami perekonomian yang turun drastis, sehingga kesulitan itu dibebankan kepada masyarakat, harus kita pahami bahwa kesulitan ini tidaklah serta merta dibebankan kepada masyarakat akan tetapi pemerintah harus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat.” Tegasnya.

Di dalam membahas permasalahan itu ardi menerangkan bahwa tidaklah sah apabila hewan qurban diganti dengan uang karena bertolak belakang dengan defenisi qurban itu sendiri yaitu menyembelih hewan tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada waktu tertentu. Dari sini bahwa sudah jelas bahwa qurban tidak bisa diganti dengan uang karena syarat qurban itu harus dengan menyembelih hewan.

Uataz Ardiansyah menambahkan bahwa dalam berqurban  pasti ada hikmahnya yaitu dengan berqurban  maka akan mengikis kekikiran didalam diri dan akan menumbuhkan rasa kasih sayang kepada fakir dan miskin.

“Aisyah radhiallahuanha menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda tidaklah anak adam melakukan suatu amalan pada hari idul adha yang lebih dicintai oleh Allah SWT melebihi mengalirkan darah sesungguhnya ia datang di hari kiamat kelak tanduk, kulit dan bulu-bulunya sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah sebelum darah itu tumpah ke tanah maka hendaknya kalian merasa senang karena itu” tambahnya.

Dijelaskan, ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT di hari idul adha diantara ibadah sunnah-sunnah lainnya adalah berqurban.