Selamat Milad Halalmart MUI Sumut

0
611 views

S

Irvan Mangunsong

Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI SU

Dalam ShahîhMuslim, no. 1162,dari Abî Qatâdah al-Anshâri ra., bahwa Rasûlullâh saw. pernah ditanya tentang puasa Senin, lalu beliau menjawab: “pada hari itu saya dilahirkan”. Mengingat pentingnya mengenang atau merayakan hari kelahiran atau semisalnya seperti hari pernikahan dan hari peresmian suatu usaha. Maka demikian pulalah Halalmart Laboratorium Enterprenuership PTKU MUI Sumut mengadakan milad (ulang tahun) pada 12 April 2019 terhitung sejak peresmian pada 12 April 2018.

Acara milad Halalmart MUI Sumut dirayakan pada Kamis, 19 Sya’ban 1440 H/25 April 2019. Direktur Halalmart, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum mengatakan, mengapa pada hari ini dirayakan padahal miladnya pada 12 April? Beliau langsung menjawab, karena ada pemilihan umum (pemilu).

Ketua Umum MUI berfoto bersama Direktur Halamart dan mahasiswa PTKU

Sebelum acara dimulai, ada dendangan “Salawat Hadrah” untuk menghibur para tamu yang dibawakan oleh Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI-SU. Setelah itu barulah acara dimulai dengan membaca basmalah yang dipandu oleh dua orang pembawa acara dari Mahasiswa PTKU MUI-SU, yaitu Arjan Saputra Harahap dan Muhammad Fauzi Marpaung. Lantunan Alquran surah Alî `Imrân [3]: ayat 92-95 lalu dibacakan oleh Qori dari salah seorang mahasiswa PTKU MUI-SU, Tomi Ujung.

Ketua Umum MUI-SU (Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA), Sekretaris MUI-SU dan Direktur PTKU MUI-SU (Dr. H. Ardiansyah, M.Ag), Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (Dr. H. Arso, M.Ag) dan Direktur Yayasan Lembaga Wakaf MUI-SU (Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA) menyampaikan kata sambutan mengenai “Setahun Perjalanan Halalmart MUI Sumut” yang bertemakan “Membangun Jiwa Kewirausahaan Melalui Wakaf Produktif”.

Direktur Halalmart MUI Sumut menyampaikan laporan setahun Halalmart MUI Sumut. Beliau menyampaikan tiga poin penting, yaitu tentang: (1) aset Halalmart, (2) lesson learndan (3) best practice

  1. Ada penambahan aset meski tidak signifikan yaitu 2,1%.  Aset Halalmart MUI Sumut sampai dengan 31 Desember sebesar Rp. 442.238.520,- sedangkan posisi aset pada 30 April 2018 sebesar Rp. 432.761.226,98. Disampin itu dari nilai wakaf berjangka yang seharusnya dikembalikan pada April 2019 sebesar Rp. 54.000.000,- hanya dikembalikan 16 juta, dan 38 juta diperpanjang oleh pwakif
  2. Lesson learnyang kami dapatkan pada tahun 2018 ternyata tidak mudah untuk mendapatkan komitmen terhadap pengembangan ekonomi umat dalam berwakaf. Hal ini terlihat dari kontribusi dan antusiasme umat Islam pewakif maupun yang berbelanja termasuk dari stakeholderyang kita harapkan. Ke depan kami akan mulai memperbaiki aspek networkingdan sosialisasi manfaat wakaf kepada umat. Selain itu kami akan lebih menggiatkan aspek pemasaran melalui bisnis online aplikasi “kedai wakaf” dengan target-target yang lebih realistis dan strategis.
  3.  Best practice: yang kami dapatkan pada tahun 2018 adalah kami mampu menjawab tantangan dari banyak tentang kemampuan mahasiswa kader ulama MUI dengan mengelola bisnis wakaf produktif. Konsep pengkaderan yang kami telah lakukan ternyata telah terbukti efektif menggerakkan kader ulama menjadi entrepreneur. Selain itu, kami telah membuktikan merintis model penerapan bisnis berbasis wakaf produktif di Indonesia. Ke depan konsep pengkaderan dan model penerapan bisnis seperti ini akan terus dikembangkan di tempat-tempat lain yang memiliki prospektif.

Setelah itu acara ditutup dengan pembagian bingkisan kepada para pewakif, pameran kaligrafi dari Halalmart MUI Sumut bergambar wajah Ketua Umum MUI-SU dan dendangan salawat Hadrah oleh Mahasiswa PTKU MUI-SU. Acara tersebut diabadikan dengan mengambil gambar dan video oleh dua orang Mahasiswa PTKU MUI-SU, yaitu: Fandi Fakhruddin dan Saddan Yasir.

Peresmian Kedai Wakaf

Acara milad tersebut diselenggarakan oleh Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI-SU. Turut hadir beberapa perwakilan dari Bank SumutBank Muamalat,Dewan Pimpinan MUI-SU, para pewakif Halalmart MUI Sumut,  Mahasiswa UIN-SU yang berasal dari Thailand, Alumni PTKU MUI-SU dan Mahasiswa PTKU MUI-SU.

Pada acara tersebut diresmikan Kedai Wakaf yang dibuka pada 18 Maret 2019. Kedai Wakaf menjual berbagai makanan dan minuman, seperti ayam penyet, ayam geprek, nasi goreng, indomie kuah, indomie goreng, pisang coklat, gorengan, dan minuman jus serta Tea Thai dari Thailand. Intinya, pada saat ini menu-menunya sama seperti kafe-kafe pada umumnya. Tetapi berbeda dengan nuansanya, kedai wakaf ini bernuansa klasik dan Islami ke depannya, demikian penjelasan dari Saniah, salah seorang pengelola kedai wakaf yang berpengalaman sebelumnya bekerja di Cafe Teman Ngopi, Suzuya Kampung Baru. Kedai Wakaf juga akan menyediakan aplikasi online yang berbasis Grab-Food dan Go-Food dalam waktu dekat ini.

Target Program

Pengurus Halalmart MUI Sumut optimis akan terlaksananya program-program yang ditargetkan yaitu: (1) jangka pendek (2018 s/d2020) menambah gerai wakaf produktif, (2) jangka menengah (2021 s/d 2030) membuka 100 gerai wakaf produktif dan membuka 2 SPBU berbasis wakaf produktif, dan (3) jangka panjang (2031 s/d 2050) membuka rumah sakit Islam wakaf dan membuka lembaga pendidikan yang akan dibiayai dari gerai wakaf produktif. 

Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI-SU membuat laboratorium untuk mahasiswanya dengan harapan agar mereka selain berdakwah juga bisa menjadi pengusaha. Direktur PTKU MUI-SU mengatakan, “Rasulullah adalah pedagang, Imam Abu Hanifah seorang fakih tetapi juga seorang pedagang, untuk itu dirharapakan mahasiswa PTKU juga mencontoh Rasulullah dengan menjadi pengusaha”. 

Saat ini Laboratorium Enterprenuership PTKU MUI Sumut memiliki satu unit  minimarket “Halalmart MUI Sumut”, dan pada ulang tahunnya yang pertama sudah berdiri  “Kedai Wakaf” MUI Sumut, yang tidak hanya menyajikan makanan dan minuman juga menjadi tempat anak anak untuk belajar Seni Lukis Islam (Kaligrafi) demikian dituturkan Dr. Amar Adly selaku penangung jawab. Hal yang terpenting adalah  rencana peluncuran aplikasi “kedaiwakaf”online yang merupakan media penjualan secara online. Mengapa ini penting disebabkan MUI tidak mampu menyediakan wadah untuk berbisnis yang konvensional seperti membelikan toko tempat berjualan, sehingga diharapkan aplikasi kedaiwakaf ini mampu menjadi wadah bagi kader ulama maupun pemuda Islam untuk berbisnis

pemberian bingkisan dari halalmart MUI Sumut wakaf kepada ketua Umum MUI dan pewakif

Akhirnya tentu  selamat milad buat Laboratorium Interpreneurship  Halalmart MUI-SU yang pertama (1 tahun), semoga ke depannya lebih sukses, banyak pengunjung dan para pewakif yang ringan tangan mewakafkan hartanya untuk ekonomi umat yang insyâ’ Allâhprogram-program mulia tersebut di atas tercapai sesuai yang diharapkan, dan selamat atas peresmian Kedai Wakaf.