SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM

0
9.170 views


Oleh: Prof.Dr. H. Abdullah Syah, MA

Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara

I. Pendahuluan

Perbedaan pandangan diantara umat Islam dapat terjadi di bidang akidah, siyasah, dan fiqh. Dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah;

Pertama: bahwa pertentangan dan perbedaan yang dibolehkan bukan pada inti dari ajaran agama, bukan dalam keesaan Tuhan, bukan tentang kesaksian Rasulullah, bukan pada Al Quran merupakan wahyu Allah, bukan pertentangan bahwa al Qur’an adalah mukjizat Nabi yang terbesar, bukan dalam hal periwayatan hadis mutawatir, dan bukan pula kepada kewajiban seperti shalat, zakat, puasa, haji, serta tata cara melaksanakannya. Secara garis besar dapat dikatakan khilaf bukan pada rukun Islam, akan tetapi perselisihan itu hanya pada perkara selain rukun Islam dan Akidah (Dasar- dasar Islam yang umum). Khilaf terjadi padaa masalah furuiyah

Kedua; Perselisihan tidak dibolehkan dalam hal akidah dan siyasah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Zainab binti Zahhys ia berkata:

إستیقظ النبي صلى الله وسلم محمرا وجھھ یقول:لاإلھ إلا الله,ویل للعرب من شر قد اقترب,ویشیر النبى صلى الله علیھ وسلم إلى ما یجرى بین المسلمین من خلاف من بعده

Suatu hari nabi bangun dari tidur dalam keadaan wajah merah padam kemudian ia berkata “La Ilaha Illa Allah” celakalah orang arab telah berbuat keburukan atau kejelekan kemudian nabi mengisyaratkan kepada kejadian yang akan terjadi diantara kaum muslimin setelah wafatnya nabi. Dan diririwatkan nabi bersabda

افترقت الیھود على إحدى وسبعین فرقة,وافترقت النصار على اثنین وسبعین

فرقة,وستفرق أمتى على ثلاث وسبعین فرقة

Orang yahudi terpecah menjadi 71 kelompok orang Nansrani tepecah menajdi 72 kelompok dan umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok.

Kalau pertentangan didalam akidah secara umum tidak dibolehkan maka kita harus akui bahwasanya perselishan dalam bidang fiqih yang tidak ada nash dari kitab maupun sunnah dibolehkan, akan tetapi itu hanyalah pendalam terhadap arti atau tafsiran al quran dan sunnah dan apa apa yang diistimbatkan dari keduanya. Hal tersebut tidak dikatakan perpecahan akan tetapi perbedaan sudut pandang, karena setiap mujtahid akan mengambil dalil yang lebih kuat Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz gemar melihat mendengarkan perbedaan antara sahabat dalam furu’furu fiqh. Beliau berkata “Aku tidak suka kalau sahabat Rusulullah itu tidak berselisih dalam bidang fiqh karena kalau dalam satu permasalahn hanya ada satu pendapat maka umat Islam akan merasa sempit. Sahabat adalah imam yang diikuti, kalau diantara kita mengikuti pendapat salah seorang diantara mereka maka berarti telah mengikuti sunnah.