RAMADAN BERBAGI H-2 Pentingnya Membangun Generasi Muda Demi Kemajuan Negara, Bangsa, dan Agama

0
2.908 views

PARADE TAUSIYAH RAMADAN Hari ke 2 DI KEDAIWAKAF

Pada Ramadan hari kedua kegiatan “Ramadan berbagi PTKU MUI Sumut” diisi dengan berbagai kegiatan, berbagi seni lukis Islam, berbagi tahsin al Quran, dan salah satu programnya adalah parade tausiyah sebelum berbuka puasa yang dilaksanakan di kedaiwakaf. Pada Ramadan hari ke dua tampil sebagai pembicara adalah Kader Ulama Abdul Hafiz. Berikut petikan tausiyahnya:

Soekarno pernah berkata: “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku goncangkan dunia”

Mengapa soekarno berani mengatakan yang demikian? Karna dia tahu bahwa betapa dahsyatnya pengaruh seorang pemuda dalam menentukan nasib sebuah Bangsa, Agama, maupun Dunia. Pemuda yang memiliki semangat berjuang yang tinggi, pantang puang sebelum menang, pantang mundur sebelum musuh gugur, darah merah menjadi biru, darang dingin menjadi panas ketika mendengar, melihat Bangsa, Negara, dan Agamanya di tindas tindas.

Pemuda adalah seorang yang memiliki pemikiran yang masih cemerlang tanpa ada bebeban di dalam pikirannya, namun tidak seperti layaknya seorang yang sudah menikah dan mempunyai ketururan, maka ia akan lebih banyak memiliki beban dalam berfikir, seperti memikirkan bagaimana mendapatkan nafkah untuk hari ini dan masa yang akan datang, kemudian memikirkan bagaimana nasib anak dan istri yang di tinggal di rumah saat ia sedangkan keluar rumah baik dalam urusan mencari nafkah maupun lain dan sebagainya. Namun berbeda halnya dengan seorang pemuda yang blm memiliki beban,oleh sebab itulah seseorang di tuntut keras untuk menuntut ilmu sewaktu mudanya agar ia lebih fokus pada satu tujuan yaitu menuntut ilmu. Maka di samping itu  ada sebuah pepatah arab yang berbunyi :

شباب اليوم رجال الغد

Pemuda hari ini adalah generasi di masa yang akan datang” 

ان فى يد الشباب امر لامة وفى اقدامهم حياتها

“Sesungguhnya di tangan pemudalah maju dan mundurnya suatu bangsa, dan pada langkah kaki merekalah jayanya suatu bangsa”

Sebab itu lah jikalau sekiranya pemuda kita saat ini buruk, sedangkan suatu saat ia akan tumbuh dewasa yang kemudian menikah dan memiliki keturunan, maka bagaimana ia mampu mendidik anaknya menjadi generasi bangsa yang baik.Nauzubillahiminzalik.

Maka dari pada itu hendaklah kita sebagai pemuda generasi bangsa untuk memperbaiki diri dengan sebaik baik mugkin agar kita dan anak keturunan kita menjadi generasi generasi yang lebih baik dari pada sebelumnya serta mampu mengubah nasib Negara menjadi ini lebih baik kedepannya, Amin ya rabbal alamin.

Tausiyah ini juga akan diupload di yutube dan akan dikompetasikan, semoga Allah memberikan kekuatan untuk kita berbagi dibulan penuh berkah