MUI SUMUT GELAR BUKA PUASA BERSAMA

0
611 views


Pada Ramadan ke 13 yang bertepatan  Hari Sabtu Tanggal 18 Mei 2019, MUI Sumut menggelar buka puasa bersama di kantor MUI Sumut Jalan Sutomo/Jalan Majelis Ulama No 3.

Acara yang dilaksanakan di Aula MUI dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Panglima TNI, Lantamal, Lanud, Kakanwil Kemenag Sumatera Utara, Ketua MUI Kab/Kota, Dewan Pertimbangan MUI, unsur Dewan pimpinan MUI, serta perwakilan ormas Islam se Sumatera Utara.

Dalam sambutannya Ketua Umum MUI Prof. Dr. H. Abdulllah Syah, MA menyampaikan “untuk mempergunakan bulan Ramadan sebaik baiknya, sehingga tidak ada waktu yang sia sia, tanpa diisi dengan kebaikan,” Kegiatan berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan sholat magrib dan makan bersama, setelah itu akan shalat tarawih bersama di masjid ar Rahmah, yang biasanya diisi oleh mahasiswa PTKU.  Beliau juga memohon maaf karena tempat di MUI sempit dan tidak mampu manampung orang orang yng masih banyak di bawah, meskipun tempatnya sempit tapi Isnya Allah hati kita lapang.” tuturnya. Untuk itu  beliau berharap perluasan kantor MUI Sumut  akan dilakukan dengan waktu yang tidak terlalau lama atau paling tidak dalam tahun depan.  Ketua Umum menyampaikan kebahagiaanyan bisa berbuka puasa bersama umat Islam, sehingga silaturrahim antara umat dan Gubernur serta Majelis Ulama akan semakin erat.

Setelah sambutan ketua Umum MUI Sumut, dilanjutkan sambutan dari Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi, dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa “MUI adalah wadahnya Ulama di Sumatera Utara, Indonesia bukan negara Islam tapi umat Islam terbesar di dunia, ia menyambut baik perluasan gedung MUI karena memang sudah tak layak.” tuturnya. Dalam sambutannya beliau kembali menekankan bahwa beliau tidak mau didatangi oleh ulama, seharusnya umaralah yang mendatangi ulama, seperti saat ini. Sumatera Utara banyak umat agama yang lain, tetapi uamt Islam yang rahmataan lilalamin akan mampu menaungi seluruh umat Islam dengan syarat kita semua mendengar dan mematuhi fatwa MUI.

Acara berbuka puasa bersama ini juga dilaksanakan tausiyah menjelang berbuka. Prof.Ir.Basyarauddin, M.Si selaku pentausiyah menyampaikan bahwa ada lebih dari 150  mukjizat di dalam al quran yang belum diungkap setelah kemunduran Islam. Salah satunya adalah tentang energi matahari;

Surat Al-Furqan ayat 62

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوراً

Artinya:” Dan Dia yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau bagi yang ingin bersyukur.”(Al-Furqan:62).

Beliau mengutip pernyataan Gatot Nurmantiyo yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kaya, energi di Indonesia  luarbiasa hingga 13 jam , tanpa energi matahari semua akan berhenti. Sangking hebatnya matahari ada yang berTuhan kepada matahari. “

Dengan energi matahari air laut bisa menjadi tawar. Melalui cahaya energi cahaya matahari diangkatnya sehingga terbentuk awan, dan garam tidak ikut ke atas, awan turun ke gunung ke sawah sudah tawar sehingga bisa dipergunakan oleh manusia. Oleh sebab itu kita harus berdaulat atas air.

Mengenai tumbuhan, cahaya itu adalah energi dan yang bisa mengolahnya adalah tumbuh tumbuhan, Allah menciptakan tumbuhan untuk menangkap dan energi matahari kemudian dijadikan karbohidrat, dibuatlah batang, cabang, bunga, dan buah,

{وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ} [الأنعام: 99]

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan. Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang* korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. [Al-An’aam:99]

Buah buhan, beras, gandum juga tidak kita kuasai, bagaimana negara maju bisa menjual jagung dengan harga 2 dollar Singapura, sedangkan kita hanya 5 ribu rupiah.

Yang menjadi kagundahan kita adalah dua energi terbesar ini yaitu air dan tumbuh-tumbuhan tidak satupun umat Islam ikut dalam mengelolanya. Kedapan kita berharap ada kemauan yang keras dari kita untuk mengelolanya.

Setalah shalat magrib berjamaah di masjid ar Rahmah dilanjutkan dengan makan bersama, pada kesempatan tersebut, dipaparkan planing MUI Sumut untuk membangun MUI Sumut Tower. Mudah mudahan kegiatan pembangunan yang direncanakan dua gedung dengan enam lantai dapat terlaksana. Amin ya Rabbal Alamin