HUKUM BERZAKAT DI BULAN RAMADAN

0
2.278 views


Oleh: Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum

(Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sumut)

Makna “zakat”ialah nama dari bagian harta tertentu yang difardukan Allah bagi yang berhak menerima. Adapun maksudnya menurut istilah (definisi) Syar’iyyah ialah:

الزكاة اسم لما يخرجه الانسان من  حق الله تعالي الي الفقرآء وسميت زكاة لما يكون فيها من رجاء البركة وتزكيه النفس وتنميتها بالخيرات

“Zakat ialah nama sesuatu (harta) yang dikeluarkan oleh manusia dari hak milik Allah untuk kaum fakir. Dinamakan zakat karena didalamnya mengandung unsur mengharapkan keberkahan dan  mensucikan jiwa serta menumbuh kembangkan dengan bermacam-macam kebijikan”. (Said Sabiq, fiqhus Sunnah, jld. II. Hal. 5)

Zakat dibagi menjadi dua macam zakat fitrah dan zakat harta

Zakat Fitrah Adalah Zakatul Abdan

زكاة الفطر اى الزكاة التى تجب بالفطر من رمصان

Artinya: Zakat fitrah ialah zakat yang diwajibkan sebab orang telah berbuaka puasa Ramadan

Dalil/dasar hukumnya sabda Rasulullah Saw;

فرض رسول الله صل الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغوى والرفث وطعمة للمسـاكين فمن اداها قبل الصلاة فهى زكاة مقبولة ومن اداها بعد الصلاة فهى صدٍقة من الصدقات

Artinya:

Ibnu Umar berkata: Rasulullah S a w mewajibkan zakat fitrah dan beliau berkata, zakat fitrah mensucikan diri orang yang berpuasa dari ucapan dan perbuatan yang tidak baik dan guna, makanan  bagi para orang miskin, maka siapa yang memberikannya sebelum shalat Id maka dia adalah zakat yang berterima (afdhal), dan siapa yang memberikannya sesudah shalat maka ia merupakan salah satu dari sedekah (zakat) HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, dll

Maksud dari “zakat maqbulah” kalau dibayarkan sebelum shalat adalah lebih baik atau dengan kata lain pembayaran terbaik (sunat), sedangkan jika dibayarkan sesudah shalat tetap masih dibolehkan, meski tidaklah baik atau makruh. Salah satu alasannya adalah bahwa makna shadaqah juga diartikan dengan zakat.

الصدقة زكاة, والزكاة صدقة, يغترف الاسم متفق المعنى

Artinya: Zakat itu shadaqah dan shadaqah itu zakat, berbeda nama tetapi ma’nanya sama

Zakat fitrah diwajibkan pada tahun ke dua Hijriah, yaitu 2 hari  sebelum Idul fitri. Disyariatkan untuk mensucikan bagi diri orang yang berpuasa dari segala kekurangan-kekurangan yang terjadi di dalam mengerjakan puasa. Kedudukannya hampir sama dengan sujud sahwi dalam shalat, karena sujud sahwi itu juga adalah sebagai sebagai penempel dari kekurangan-kekurangan yang terjadi pada shalat itu. Rasulullah bersabda:

أغنوهم عن ذل السؤال فى هذا اليوم (رواه دارقطنى والبيهقى)

“Kayakanlah mereka (fakir miskin) dari kehinaan meminta-minta di hari ini (hari raya ini)

Pelaksanaan zakat fitrah boleh dikeluarkan dari awal Ramadhan. Tetapi yang afdhal pada malam Idul Fitri, sampai pagi hari sebelum Shalat Id. Menurut Imam Hanafi, wajibya dimulai terbit fajar di pagi hari raya. Sedangkan menurut Jumhur ulama (Syafi’i, Hambali, Maliki) diwajibkan dengan terbenamnya matahari di malam Id. Para ulama sepakat bahwa zakat ini tidak gugur dengan sebab dilambatkan dari waktu wajibnya, tetapi ia tetap dan merupakan hutang sampai dengan dibayarkan. Zakat fitrah ini tidak boleh melambatkanya sampai lewat satu hari.