FATWA TENTANG TABUNGAN

0
1.171 views

Keperluan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan
dan dalam penyimpanan kekayaan, pada masa kini, memerlukan
jasa perbankan; dan salah satu produk perbankan di bidang
penghimpunan dana dari masyarakat adalah tabungan, yaitu
simpanan dana yang penarikannya hanya dapat dilakukan
menurut syarat-syarat tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak
dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang
dipersamakan dengan itu, di samping itu Kegiatan tabungan tidak semuanya dapat dibenarkan oleh hukum syariat Islam. oleh karena itu, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang bentuk-bentuk mu’amalah syar’iyah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tabungan pada bank syari’ah.

Pertama : Tabungan ada dua jenis:

  1. Tabungan yang tidak dibenarkan secara syari’ah, yaitu tabungan
    yang berdasarkan perhitungan bunga.
  2. Tabungan yang dibenarkan, yaitu tabungan yang berdasarkan
    prinsip Mudharabah dan Wadi’ah.

Kedua : Ketentuan Umum Tabungan berdasarkan Mudharabah:

  1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul mal atau
    pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau
    pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan
    berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip
    syari’ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya
    mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai
    dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah
    dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.
  5. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional tabungan
    dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan
    nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Ketiga : Ketentuan Umum Tabungan berdasarkan Wadi’ah:

  1. Bersifat simpanan.
  2. Simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasar-kan
    kesepakatan.
  3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk
    pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank.

Ditetapkan di : Jakarta

Tanggal : 26 Dzulhijjah 1420 H.
1 April 2000 M

Download Fatwa