FATWA DEPOSITO

0
1.938 views

Masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan dan dalam bidang investasi, pada masa kini, memerlukan jasa perbankan; dan salah satu produk perbankan di bidang penghimpunan dana dari masyarakat adalah deposito, yaitu simpanan dana berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank; Namun demikian kegiatan deposito tidak semuanya dapat dibenarkan oleh hukum Islam (syari’ah); oleh karena itu, DSN menetapkan fatwa tentang bentuk-bentuk mu’amalah syar’iyah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan deposito pada bank syari’ah.

Pertama : Deposito ada dua jenis:

  1. Deposito yang tidak dibenarkan secara syari’ah, yaitu Deposito yang berdasarkan perhitungan bunga.
  2. Deposito yang dibenarkan, yaitu Deposito yang berdasarkan prinsip Mudharabah.

Kedua : Ketentuan Umum Deposito berdasarkan Mudharabah:

  1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal
    atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau
    pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan
    berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip
    syari’ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya
    mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai
    dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah
    dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.
  5. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional deposito
    dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan untuk mengurangi nisbah keuntungan
    nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Ditetapkan di : Jakarta

Tanggal : 26 Dzulhijjah 1420 H.
1 April 2000 M

Download Fatwa