DISKON DALAM MURABAHAH

0
560 views

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 16/DSN-MUI/IX/2000

Salah satu prinsip dasar dalam murabahah adalah penjualan suatu barang kepada pembeli dengan harga (tsaman) pembelian dan biaya yang diperlukan ditambah keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Penjual (Lembaga Keuangan Syari’ah, LKS) terkadang memperoleh potongan harga (diskon) dari penjual pertama (supplier). Dengan adanya diskon timbul permasalahan: apakah diskon tersebut menjadi hak penjual (LKS) sehingga harga penjualan kepada pembeli (nasabah) menggunakan harga sebelum diskon, ataukah merupakan hak pembeli (nasabah) sehingga harga penjualan kepada pembeli (nasabah) menggunakan harga setelah diskon.

Ketentuan Umum

  1. Harga (tsaman) dalam jual beli adalah suatu jumlah yang
    disepakati oleh kedua belah pihak, baik sama dengan nilai
    (qîmah) benda yang menjadi obyek jual beli, lebih tinggi
    maupun lebih rendah.
  2. Harga dalam jual beli murabahah adalah harga beli dan biaya
    yang diperlukan ditambah keuntungan sesuai dengan
    kesepakatan.
  3. Jika dalam jual beli murabahah LKS mendapat diskon dari
    supplier, harga sebenarnya adalah harga setelah diskon; karena
    itu, diskon adalah hak nasabah.
  4. Jika pemberian diskon terjadi setelah akad, pembagian diskon
    tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian (per-setujuan) yang
    dimuat dalam akad.
  5. Dalam akad, pembagian diskon setelah akad hendaklah
    diperjanjikan dan ditandatangani.

Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.

Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 17 Jumadil Akhir 1421 H. 16 September 2000 M.

Download Fatwa