PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH

0
2.001 views

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 15/DSN-MUI/IX/2000

Pembagian hasil usaha di antara para pihak (mitra) dalam suatu bentuk usaha kerjasama boleh didasarkan pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing), yakni bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (ra’su al-mal) dan biaya- biaya, dan boleh pula didasarkan pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing), yakni bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (ra’su al-mal); dan masing-
masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kedua prinsip tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha dalam Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS). Agar para pihak yang berkepentingan memperoleh kepastian tentang prinsip mana yang boleh digunakan dalam
LKS, sesuai dengan prinsip ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang prinsip pembagian hasil usaha dalam LKS untuk dijadikan pedoman.

Ketentuan Umum

  1. Pada dasarnya, LKS boleh menggunakan prinsip Bagi Hasil (Net
    Revenue Sharing) maupun Bagi Untung (Profit Sharing) dalam
    pembagian hasil usaha dengan mitra (nasabah)-nya.
  2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini, pembagian
    hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip Bagi Hasil (Net
    Revenue Sharing).
  3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih harus
    disepakati dalam akad.

Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.

Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 17 Jumadil Akhir 1421 H. 16 September 2000 M.

Download Fatwa