SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH

0
829 views

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 14/DSN-MUI/IX/2000

Dalam sistem pencatatan dan pelaporan (akuntansi) keuangan dikenal ada dua sistem, yaitu Cash Basis, yakni “prinsip akuntansi yang mengharuskan pengakuan biaya dan pendapatan pada saat terjadinya” dan Accrual Basis, yakni “prinsip akuntansi yang membolehkan pengakuan biaya dan pendapatan didistribusikan pada beberapa periode”; dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kedua sistem tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha dalam Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS). Agar para pihak yang berkepentingan memperoleh kepastian tentang sistem mana yang akan digunakan dalam LKS, sesuai dengan prinsip ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang sistem pencatatan dan pelaporan keuangan dalam LKS untuk dijadikan pedoman oleh LKS.

Ketentuan Umum

  1. Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan sistem Accrual Basis
    maupun Cash Basis dalam administrasi keuangan.
  2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), dalam pencatatan
    sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis; akan tetapi, dalam
    distribusi hasil usaha hendaknya ditentukan atas dasar
    penerimaan yang benar-benar terjadi (Cash Basis).
  3. Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam akad.

Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.

Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 17 Jumadil Akhir 1421 H. 16 September 2000 M.

Download Fatwa