Amal-amal yang utama di Mekkah

0
842 views

Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA

Shalat di Masjidil Haram

Shalat di Masjidil Haram amat besar keutamaannya. Menurut hadis, shalat di Masjid tersebut lebih afdhal dari seratus ribu kali shalat di masjid-masjid yang lain selain masjid Nabi di Madinah. Dan shalat di Masjidil Nabawi seribu kali lebih afdhal dari shalat di Mesjid lain.

Sabda Nabi SAW:

صلاة فى مسجدى أفضل من الف صلاة فيما سواه إلا المسجد الحرام و صلاة فى المسجد الحرام افضل من مئة الف صلاة فيما سواه (رواه احمد وابن ماجة)

Artinya: Satu shalat pada masjidku lebih afdhal dari seribu shalat pada (masjid) yang lain kecuali Masjidil Haram. Dan satu shalat pada Masjidil Haram lebih afdhal dari seratus ribu shalat pada (masjid) yang lain. (Riwayat Ahmat dan Ibnu Madjah)

Oleh karena itu, selama di Makkah hendaklah diusahakan tiap-tiap shalat fardhu dapat dikerjakan di Masjidil Haram dan lebih baik lagi jika dapat dikerjakan berjamaah. Seterusnya hendaklah banyak-banyak pula mengerjakan shalat sunnat di mesjid tersebut.

Mengerjakan Tawaf

Selama di Makkah hendaklah banyak –banyak mengerjakan tawaf di Baitullah. Tawaf itu empat macam, yaitu tawaf qudum, tawaf rukun, tawaf wada’a dan tawaf sunnat. Tawaf qudum dikerjakan sewaktu mulai masuk ke Makkah. Tawaf rukun dikerjakan sewaktu mengerjakan haji dan umrah. Tawaf wada’a dikerjakan sewaktu hendak meninggalkan Makkah. Sedangkan tawaf sunnat boleh dikerjakan bila waktu ada. Lebih banyak dikerjakan akan lebih besar pahalanya. Maka selama di Makkah hendaklah banyak-banyak mengerjakan tawaf sunnat, baik pada waktu siang maupun pada waktu malam.

Sabda Nabi SAW:

ينزل الله كل يوم على حجاج بيت الحرام عشرين ومأئة رحمة ستين للطئفين واربعين للمصلين وعشرين للناظرين

Artinya: Allah menurunkan tiap-tiap hari untuk orang-orang yang mengerjakan haji ke rumahNya (Baitullah) seratus dua puluh rahmat. Enam puluh untuk orang-orang yang tawaf, empat puluh untuk orang-orang yang shalat, dan dua puluh untuk orang-orang yang melihatnya. (Riwayat Al Baihaqi)

Sabdanya:

من طاف بالبيت وصلى ركعتين كان كعتق رقبة

Artinya: Barang siapa tawaf di rumah (Baitullah) itu dan shalat  dua rakaat adalah seperti memerdekakan seorang budak. (Riwayat Ibnu Madjah dan Ibnu Khuzaimah)

Sabdanya:

من طاف بالبيت خمسين مرة خرج من ذنوبه كيوم ولدته امه

Artinya: Barang siapa tawaf di rumah  (Baitullah) itu lima puluh kali, keluarlah ia dari pada dosanya seperti hari dilahirkan ibunya. (Riwayat At-Tarmizi)

Banyak-banyak mendo’a

Orang-orang yang sedang mengerjakan haji dan umrah adalah utusan-utusan Allah yang makbul do’anya. Maka hendaklah mereka banyak-banyak mendoa dan memohonkan ampunan Tuhan.

Sabda Nabi SAW:

الحجاج والعمار وفدالله دعواه اجابهم وإن استغفروه غفر لهم (رواه النسائ وابن ماجة)

Artinya: Orang-orang yang mengerjakan haji dan orang-orang yang mengerjakan umrah adalah utusan-utusan Allah. Jika merka mendoa kepadaNya diperkenankanNya dan jika meminta keampunan kepadaNya diampunkanNya. (Riwayat A-Nisa’i dan Ibnu Madjah)

Menurut keterangan Imam Nawawi di dalam Al Azkar, Hasan Al Bisri telah menerangkan bahwa di sana terdapat lima belas tempat yang makbul padanya berdo’a, yaitu: 1. ketika tawaf, 2. di Multazam (antara pintu Baitullah dengan Hajar Aswad), 3. di bawah Mizab (pancuran emas), 4. di dalam Baitullah, 5. di telaga Zamzam, 6. di atas Shafa, 7. di atas Marwah, 8. di tempat Sa’i, 9. di belakang maqam Ibrahim, 10. di Muzdalifah, 11. di Arafah, 12. di Mina, 13. di Jumratul Ula, 15. di Jumratul Wustha, dan 15. di Jumratul Aqabah.

Memegang Hajar Aswad

Hendaklah pada ketika tawaf diusahakan agar dapat memegang/menyapu  (istilam) Hajar Aswad karena ia akan menjadi saksi di hari kemudian. Tersebut dalam hadis sebagai berikut:

والله ليبعثه الله يوم القيامة عينان يبصر بهما ولسان ينطق به يشهد على من استلمه بحق

Artinya: Demi Allah, Allah akan membangkitkan dia pada hari kiamat mempunyai dua mata yang dapat  melihat dan lidah yang dapat bertutur menjadi saksi kebenaran terhadap orang yang telah pernah memegangnya (istilam). (Riwayat At-Tirmizi, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban)

Meminum air Zamzam

Hendaklah banyak-banyak meminum air Zamzam, sebagaimana Sabda Nabi SAW:

ماء زمزم لماشرب له (رواه الدارقطنى والحاكم)

Artinya:   Air Zamzam itu untuk maksud orang yang meminumnya. (Riwayat Ad-Daraquthuni dan Al Hakim)

Oleh sebab itu hendaklah orang yang meminum air Zam-zam menentukan maksud dan niat meminumnya. Misalnya dengan maksud memperkuat iman, memperkuat ingatan, menyembuhkan penyakit, memperoleh ilmu yang bermanfaat dan sebagainya. Imam Nawawi menerangkan bahwa ulama dan orang-orang saleh telah mengamalkan hadis ini dan meminumnya dengan maksud-maksud yang penting dan telah berhasil.

Doa yang umum dibaca adalah:

بسم الله الرحمن الرحيم. اللهم إنى أسئلك علما نافعا ورزقا واسعا وشفاء من كل مرض وسقم

Artinya:

Ya Allah Aku meminta kepada Engkau Ilmu yang bermanfaat dan rizki yang lapang dan sembuh dari segala penyakit.

Oleh karena itu banyaklah meminum air zam-zam hingga kenyang.