ALIRAN SESAT DI JAWA BARAT

0
3.910 views

I. Aliran yang sudah dideteksi dan ditemukan di Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia (berdasarkan sensus penduduk tahun 2015) telah mencapai 46jt lebih. Mungkin karena faktor jumlah penduduk yang banyak itulah menyebabkan aliran-aliran sesat seperti mendapatkan lahan subur di Jawa Barat. Banyak kasusaliran sesat yang muncul di beberapa wilayah Jawa Barat mendapatkan reaksi dan penolakan masyarakat kemudian MUI baik Provinsi, Kab/Kota, bahkan tingkat kecamatan dan kelurahan menangani setiap aliran sesat yang muncul itu, tetapi anehnya setelah ditangani oleh MUI bahkan di proses hukum oleh aparat pemerintah, aliran tersebut sempat menghilang, tetapi tidak lama kemudian muncul kembali di tempat lain yang kadang-kadang namanya berbeda tapi inti ajarannya tetap sama, atau namanya sama tapi pimpinannya yang berbeda atau muncul lagi aliran-aliran baru yang sama sekali berbeda dengan yang telah ditangani baik oleh MUI maupun oleh Pemerintah.

Untuk menyebut beberapa contoh aliran-aliran sesat yang dimaksud baik yang sudah dinyatakan sesat melalui fatwa MUI atau yang masih dalam proses penanganan, berikut ini kami sajikan daftarnya :

  1. Jemaat Ahmadiyah
  2. Al-Qiyadah al-Islamiyah
  3. Agama Salamullah/Lia Eden
  4. Aliran Surga Eden
  5. Aliran Islam Jmaah
  6. Ajaran Milah Ibrahim
  7. Aliran Hidup Dibalik Hidup (HDH)
  8. Aliran Kutub Robani
  9. Aliran Al-Quran Suci
  10. Aliran Amanat Keagungan Ilahi (AKI)
  11. Islam Hanif
  12. Tarekat Qodariyah Naqsabandiyah Pimp. Sdr. Tarkum (Kab. Cirebon)
  13. Ajaran Khawarik Tasawuf yang tersebar di wilayah Rajapolah dan Kec. Sukarame Tasikmalaya
  14. Ajaran Pajajaran Siliwangi Panjalu yang tersebar di Kec. Darmaga Kab. Bogor
  15. Thoriqoh at-Tijaniyah di Wil. Jampang tengah Sukabumi
  16. Pengajian Sdr. Cecep Solihin di Kota Bandung
  17. Aliran Sapta Darma di Subang
  18. Agama SUnda WIwitan di Kanekes Baduy, Ciptagelar Cisolok SUkabumi, Kampung Cireundeu Cimahi, Kampung Naga Tasikmalaya, Kampung Cigugur Kuningan.
  19. Aliran gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR)
  20. Abdul Mujib yang mengaku sebagai nabi, ditemukan di Karawang pada awal agustus 2016. Sekarang dalam proses penanganan oleh kepolisian
  21. Satrio Piningit di Bogor
  22. Mahesa Kurung di Bogor
  23. Isa Bugis
  24. ISIS
  25. Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme Agama
  26. Aliran Ajaran Sensen Komara Bakar Misbah di Garut
  27. Lembaga supranaturan school/jam’ul ijazah

II. Aliran yang sudah dinyatakan sesat melalui fatwa MUI dan fatwa yang lain

  1. Jemaat Ahmadiyah. (Keputusan fatwa MUI Pusat. 1. Keputusan Majma’ al-Fiqh al-islami OKI Tahun1985 dalam Muktamar ke II di Jeddah Saudi Arabia : “Menyatakan Ahmadiyah Telah Murtad dan Keluar dari Islam”. 2. Keputusan Fatwa Munas MUI ke II tahun 1980 yang dikukuhkan oleh fatwa MUNAS ke VII tahun 2005 : “Aliran Ahmadiyah berada di Luar Islam, Sesat dan Menyesatkan”. Tindakan pemerintah yaitu : 1. Secara nasional telah terbit SKB Tiga Mentri yaitu Mentri Agama, Mentri Dalam Negeri dan Jaksa Agung RI No. 3 Tahun 2008, No : 033 Tahun 2008 dan no. 199 tahun 2008 tentang peringatan dan perintah kepada pengurus dan anggota JAI dan warga masyarakat. 2. Gubernur JABAR telah mengeluarkan PERGUB no. 12 tahun 2011 tentang larangan aktivitas Jmaat Ahmadiyah di seluruh Jawa Barat.)
  2. Al-Qiyadah al-Islamiyah. (Keputusan fatwa MUI Pusat No. 5 tahun 2007 tanggal 3 oktober 2007 yang menyatakan bahwa al-Qiyadah al-Islamyah adalah aliran sesat dan keluar dari Aqidah Islam. 2. Pimpinan al-Qiyadah al-Islamiyah (Ahmad Mosadeq) telah dihikum oleh pengadilan dengan tuduhan penodaan agama).
  3. Agama Salamullah/Lia Eden. (1. Keputusan fatwa. MUI Pusat No.768 tahun 1997 tanggal 22 desember 1997 menyatakan bahwa keyakinan yang dikembangkan oleh mereka yang mengaku bahwa malaikat jibril masih diberi tugas oleh Allah untuk menurunkan ajarannya kepada manusia adalah Sesat dan menyesatkan. 2. Lia Aminudin telah dihukum oleh pengadilan negeri Jakarta dengan tuduhan melakukan penodaan agama, namun yang bersangkutan tetap saja menyebarkan apa yang mereka sebut WAHYU TUHAN.)
  4. Aliran Surga Eden (1. Keputusan fatwa MUI Kota. Cirebon. 2. Hasil kajian tim yang dibentuk oleh MUI Jawa Barat tanggal 29 januari 2010. 3. Vonis pengadilan Negeri Kota Cirebon Dengan hukuman pidana 10 tahun terhadap ahmad tantowi dengan 2 tuduhan yaitu penodaan agama dan pencabulan).
  5. Aliran Islam Jamaah (Keputusan fatwa. MUI Pusat tanggal 13 agustus 1994)
  6. Ajaran Milah Ibrahim (1. Keputusan fatwa. MUI Kota. Cirebon No.070/HF-MUI-KC/XII/2009 menyatakan aliran millah ibrahim Sesat dan Menyesatkan. 2. FAtwa MUI Kab. Kuningan No. 11/SK.MUI.-KAB/II/2010 tanggal 1 februari 2010 menyatakan bahwa ajaran Zubaedi Djawahri Pimpinan Lembaga L.Sakani adalah Sesat dan menyesatkan)
  7. Aliran Hidup Dibalik Hidup (HDH). (Keputusan fatwa MUI Kab. Cirebon tanggal 4 februari 2010/19 safar 1431 H menyatakan : “Adanya pengakuan seseorang bahwa dirinya telah berdialog dengan malaikat dan menjelajahi alam ghaib dipandang sesat dan menyesatkan)
  8. Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). (Keputusan fatwa MUI Pusat No. 6 tahun 2016 yang menyatakan : 1. Gafatar merupakan metamorfosis dari aliran al-Qiyadah al-Islamiyah yang sudah difatwakan sesat oleh MUI nomor : 04 tahun 2007. 2. Gafatar mengajarkan faham dan keyakinan Millah Abraham yang sesat menyesatkan karena mencampuradukan ajaran Islam, Nashrani dan Yahudi dengan menafsirkan ayat-ayat al-Quran yang tidak sesuai dengan kaidah Tafsir)
  9. Inkarus Sunah. (Keputusan fatwa MUI Pusat No……)
  10. Satrio Piningit. (Keputusan fatwa MUI Kab. Bogor No……)
  11. Mahesa Kurung. (Keputusan fatwa MUI Kab. Bogor No……)
  12. Pajajaran Siliwangi Panjalu. (Keputusan fatwa MUI Kab. Bogor No……)
  13. Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme Agama. (Keputusan fatwa MUI Pusat No……)
  14. Isa Bugis. (Keputusan fatwa MUI Pusat No……)
  15. Aliran Ajaran Sensen Komara Bakar Misbah di Garut. (Keputusan fatwa MUI Kab. Garut No. 01 Tahun 2007 Tentang Aliran Ajaran Sensen Komara Bakar Misbah)
  16. Lembaga supranaturan school/jam’ul ijazah. (Keputusan fatwa MUI Kab. Cirebon No. 10/MUI/KAB.CBN/III/2015)