KELESTARIAN DAN KEMURNIAN Al-QUR’AN Oleh : Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman LC. MA

0
3.985 views

Disampaikan pada Ahad 17 Ramadhan 1441 secara Live Streaming Youtube, Facebook, dan Isntagram

PENDAHULUAN

Diantara kemuliaan bulan Suci Ramadhan adalah diturunkannya kitab suci Al- Qur’an Al-Karim oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw pada malam 17 Ramadhan Tahun 41 dari kelahiran Rasulullah Saw ketika sedang berkhalwat di Gua Hira’ dan merupakan kebiasaan yang beliau lakukan setiap sebulan sekali.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an tersebut biasa disebut dengan Nuzul Qur’an yang hampir setiap tahun ketika datangnya bulan Suci Ramadhan diperingati oleh umat islam di Indonesa, bahkan acara resmi pemerintah diadakan di Istana Negara.

Turunnya Al-Qur’an Al-Karim dilakukan dua tahap oleh Allah Swt, tahap pertama diturunkan dari “Lauh Mahfuz” ke langit dunia sekaligus secara lengkap, dan tahap kedua diturunkan dari langit dunia kepada Nabi Muhammad Saw (kedunia) secara berangsur-angsur selama lebih kurang 23 Tahun, sama dengan lamanya tugas beliau menyampaikan dakwah islam di Mekkah dan Madinah.

Turunnya Al-Qur’an Al-Karim kepada Nabi Muhammad Saw menandai resminya beliau diangkat menjadi Rasul untuk umat manusia didunia seluruhnya. Dengan turunnya wahyu tersebut dimulai pada malam 17 Ramadhan Tahun ke 41 dari kelahiran Baginda Rasul sampai dengan Tanggal 9 Dzulhijjah Tahun 10 Hijriah, maka seluruh perkataan, perbuatan dan tindakan yang beliau lakukan menjadi Hadits, yang wajib diikuti dan dilaksanakan oleh umatnya.

Kitab-kitab dan shuhuf yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul sebelumnya, juga diturunkan pada Bulan Ramadhan. Ada 100 shuhuf dan 3 kitab (Taurat, Zabur, Injil) diturunkan dibulan Suci Ramadhan. Shuhuf Nabi Syeis sebanyak 60 shuhuf, Nabi Ibrahim As sebanyak 30 shuhuf, Nabi Musa sebanyak 10 shuhuf ditambah Kitab Taurat, Kitab Zabur kepada Nabi Daud dan Injil kepada Nabi Isa As.

Kitab-kitab samawy yang diturunkan dari langit tersebut disampaikan Allah Swt, kepada Nabi dan Rasul, melalui malaikat Jibril As sesuai dengan tugasnya sebagai pembawa dan menyampaikan wahyu.

Menurut Ibnu Adil malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Adam As sebanyak 12 kali, kepada Nabi Ibrahim As sebanyak 42 kali, kepada Nabi Idris As sebanyak 4 kali, kepada Nabi Nuh sebanyak 50 kali, kepada Nabi Isa As sebanyak 10 kali dan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir sebanyak 24.000 kali. Dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir, maka berakhir pula lah tugas malaikat jibril sebagai pembawa dan penyampai wahyu, karena tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad Saw.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw untuk melengkapi isi Kitab- Kitab Samawy sebelumnya sehingga menurut sebagian ulama ketika seseorang membawa Al-Qur’an sampai khatam berarti telah membaca semua Kitab Samawy yang diturunkan kepada semua Nabi dan Rasul.

Kelestarian dan Kemurnian Al-Qur’an

a. Kelestarian Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Saw dengan berbahasa arab, disampaikan secara Mutawatir (dipastikan kebenarannya) beribadah bagi orang yang membacanya, dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat An-Nas.

Kelebihan Al-Qur’an adalah dengan keindahan Uslub (gaya bahasa) yang sangat mengagumkan, sehingga tidak seorang pun ahli bahasa apapun yang mampu menyamai apalagi menandinginya dari dulu sampai hari kiamat.

Sejak diturunkan Al-Qur’an kedunia semua ayat-ayatnya utuh tidak akan berubah walau satu ayat pun, baik berkurang atau bertambah karena Allah swt langsung yang menjaganya, sebagaimana firmannya dalam Surat Al-Hijr ayat 9. Artinya “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan kami pula lah yang menjaganya”.

Allah Swt menurunkan Al-Qur’an dan menjaganya dalam ayat tersebut melibatkan selain dirinya, padahal tanpa melibatkan selain diri Nya pun Allah sangat mampu melakukannya. Pertanyaan yang timbul, mengapa harus melibatkan selain dirinya, dan siapa yang dimaksud dengan selain dirinya dalam ayat tersebut.

Itulah bukti wahyu Allah dan Mukjizat bagi Rasulullah Saw dengan keindahan gaya bahasa (uslub) Al-Qur’an dan kemahasempurnaan Allah Swt dalam setiap menetapkan ajaran hukum islam melalui wahyu tersebut.

Allah menugaskan malaikat jibril As membawakan wahyu untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw.

Setelah Al-Qur’an diterima secara sempurna oleh Nabi Muhammad dan disampaikan kepada para sahabat dari seluruh umatnya, baik ayat-ayatnya maupun isi kandungan dengan yang ada didalamnya untuk dipahami dan di amalkan dengan baik dan benar sebagai pedoman dan sumber utama dan pertama dalam menata semua aspek kehidupan manusia baik urusan dunia maupun akhirat.

Dari ungkapan ini jelas bahwa pihak lain yang turut dalam proses turunnya Al- Qur’an tersebut (selain Allah Swt) adalah malaikat Jibril As dan seluruh hambanya yang rajin membaca Al-Qur’an, yang rajin bertadarus Al-Qur’an, terlebih lagi para penghafal Al-Qur’an dari masa Rasulullah, Masa Sahabat, Masa Tabi’in, Masa Tabi’ Tabi’in sampai hari ini. Umat Islam umumnya dan di Sumatera Utara khususnya perlu bergembira dan mengapresiasi banyaknya lembaga-lembaga, dan pendidikan islam yang menambah kegiatan ekstra kurikuler dengan menghafal Al-Qur’an, bahkan banyak yang khusus untuk menghafal Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Al-Qur’an, sehingga ratusan bahkan ribuan para penghafal Al-Qur’an ada dimana-mana padahal mereka masih berada dijenjang pendidikan SMP, SMA, Tsanawiyah dan Aliyah.

Kondisi dan perhatian umat islam sebagaimana disebutkan membuktikan bahwa Al-Qur’an keberadaannya tetap utuh lestari, aman dari musuh-musuh islam yang ingin merubah, mengotak-atik ayat Al-Qur’an sampai hari kiamat.

Kemurnian Isi Kandungan Al-Qur’an


Al-Qur’an Al-Karim jumlah ayatnya 6666 ayat berada dalam 114 surat,

merupakan wahyu Allah Swt dan salah satu mukjizat terbesar bagi Rasulullah Saw yang dapat disaksikan langsung oleh umat islam saat ini.

Dengan wahyu Allah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, untuk dibaca setiap waktu baik ketika senang, gembira maupun ketika susah dan sedih merupakan bentuk ibadah lisan, jika dia dengan baik dan benar akan diberikan pahala oleh Allah Swt, maka Al-Qur’an disebut dengan wahyu Al-Matlu.

Al-Qur’an Al-Karim selain ayat-ayatnya dibaca sebagai ibadah lisan, isi kandungannya yang meliputi aqidah, syari’ah, akhlak dan kisah-kisah umat terdahulu, merupakan inti dan prinsip dasar ajaran dan hukum islam. Yang perlu di gali, dibahas,

dipelajari, dipahami, oleh umat islam agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari- hari.

Untuk menggali, membahas, mempelajari, dan memahami isi kandungan Al- Qur’an tersebut diperlukan orang-orang yang mampu dan ahli agar hasil yang diperoleh benar-benar sesuai dengan yang diinginkan, dapat dipertanggungkan dihadapan Allah swt. Dalam hal ini tentu para ulama, mujtahid lah yang paling berhak menggalinya dengan sejumlah ilmu yang dimiliki, apakah berhak sebagai seorang mufassir atau faqih.

Karenanya para ulama, para kiyai, para ustazd, sangat diperlukan keseriusan, keaktifannya dalam menggali isi kandungan Al-Qur’an baik dibidang aqidah, syariah secara baik dan benar. Agar kemurnian ajaran dan hukum islam, tidak ada peluang bagi siapa pun untuk menyelewengkan dan merubahnya. Dengan demikian ajaran islam yang ada dalam Al-Qur’an akan dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman dimana islam itu berada, namun tetap terpelihara kemurniannya.

Maka sangat jelas bahwa peran Qori dan Hafiz demikian juga peran ulama (Mufassirin, Fuqaha, Mujtahidin) sangat penting dan harus ada pada setiap generasi dalam upaya melestarikan dan mewujudkan kemurnian kitab suci Al-Qur’an.

Perintah Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan ke bumi, untuk dibaca sebagai bentuk ibadah lisan, sebagai

amalan harian dan perlu ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya khususnya dibulan Suci Ramadhan. Dengan demikian setiap keluarga muslim harus ada kitab suci Al- Qur’an dirumah masing-masing untuk dibaca baik ketika senang maupun ketika susah, siang hari maupun malam.

Perintah membaca Al-Qur’an tersebut ditemukan dalam banyak ayat maupun hadits Nabi Saw diantaranya : pada surat Muzammil ayat yang artnya : “maka bacalah olehmu apa yang mudah dari Al-Qur’an”. Pada Surah Al-Ankabut ayat 44, artinya : “Bacalah kitab (al-qur’an) yang diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikannlah solat, sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”.

Dari ibnu umar ra. Beliau berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : sesungguhnya hati (manusia) itu bisa berkarat sebagaimana besi bisa berkarat, kemudian sahabat bertanya apa penawarnya ya Rasulullah, Rasul menjawab penawarnya adalah membaca Al-Qur’an.

Dari hadits Rasulullah saw diantaranya :

– Artinya – Artinya – Artinya

– Artinya

: “Terangilah rumahmu dengan membaca Al-Qur’an”
: “ Hiasilah suaramu pada waktu membaca Al-Qur’an”
: “Sebaik-baik ibadah umatmu adalah membaca Al-Qur’an”

: “Bacalah olehmu Al-Qur’an karena bahwasanya dia datang pada hari kiamat memberikan syafa’at (pertolongan) bagi yang membacanya”

– Artinya : “sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”

– Artinya : “Dari Ibnu Mas’ud ra. Beliau berkata telah bersabda Rasulullah Saw : Barang siapa satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an) baginya satu kebaikan, satu kebaikan digandakan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif, lam, mim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.

– Artinya : ”Dari Jabir As. Beliau berkata Perbanyakkan membaca Al-Qur’an dirumahmu, maka sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan didalamnya Al-Qur’an, akan sedikit kebaikan didalamnya, dan akan banyak keburukannya dan akan sempit suasana dalam keluarganya.

– Artinya : “Dari Abi Hurairah ra. Beliau berkata “Manusia yang paling baik ibadahnya adalah orang yang paling banyak bacaan Al-Qur’annya”.

– Artinya : “Barang siapa yang ingin berdialog dengan Allah saw maka hendaklah dia membaca Al-Qur’an”

Sikap Seorang Muslim Terhadap Kitab Suci Al-Qur’an

Wajib bagi umat islam meyakini kebenaran al-qur’an baik semua ayat maupun isi kandungannya. Al-qur’an merupakan sumber utama dan pertama ajaran islam bahkan sumber dari segala sumber kebenaran yang ada dalam hidup dan kehidupan manusia sepanjang masa dan disemua tempat.

  1. Bagi setiap keluarga muslim dimana pun dan kapan pun apapun profesinya apakah sebagai pemimpin, pejabat, rakyat biasa, orang kaya, orang miskin, guru dan sebagainya harus ada kitab suci Al-Qur’an dirumahnya masing- masing untuk dibaca sebagai ibadah harian yang dapat menerangi dan menentramkan hati serta mendapatkan keberkahan dan kebaikan dalam keluarga.
  2. Bagi para pecinta Al-Qur’an khusus para qori/ah, hafiz dan hafizah, bacalah al-qur’an itu dengan baik dan benar serta mentadabburkan isinya dan mengamalkannya.
  3. Bagi para ulama, kiyai, ustazd disamping membacanya di iringi dengan tadabbur, juga dapat menggali, membahas, mendalami, memahami secara luas dengan baik dan benar, mengamalkan dan meyampaikannya kepada umat agar syiar dan ajaran agama sampai kepada masyarakat luas.
  4. Bagi lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an (TPA) agar dapat memberikan pelajaran al-qur’an kepada murid-murid secara profesional, dengan mendatangkan guru-guru yang benar-benar paham tentang Al-Qur’an.
  5. Bagi umat islam jika melakukan tindakan kepada siapa pun baik ucapan maupun perbuatan hendaknya terlebih dahulu memperhatikan petunjuk Al- Qur’an, jika menurut Al-Qur’an baik lanjutkan, jika menurut Al-Qur’an tidak baik tinggalkan.

Kesimpulan

Semua kitab suci dan shuhuf para Nabi dan Rasul terdahulu sejak Nabi Adam As sampai diutusnya Nabi Muhammad Saw diturunkan di Bulan Ramadhan. Al-Qur’an diturunkan Allah swt melalui dua tahap yaitu, tahap pertama diturunkan Allah dari lauh Mahfuz ke langit dunia sekaligus, dan tahap kedua Al-Qur’an diturunkan dari langit dunia kepada Nabi Muhammad Saw secara berangsur-angsur sesuai situasi dan kondisi selama lebih kurang 23 tahun, sama lamanya dengan tugas Nabi menyampaikan dakwah islam selama di Mekah dan Madinah.

Al-Qur’an diturunkan dibulan Ramadhan sebagai petunjuk dan penjelasan bagi umat manusia dan pembeda antara yang Hak dan Bathil agar selamat di dunia dan akhirat.
Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah terbaik bagi umat islam yang perlu dibaca setiap hari baik ketika senang dan susah, maupun ketika

  1. Bagi setiap keluarga muslim dimana pun dan kapan pun apapun profesinya apakah sebagai pemimpin, pejabat, rakyat biasa, orang kaya, orang miskin, guru dan sebagainya harus ada kitab suci Al-Qur’an dirumahnya masing- masing untuk dibaca sebagai ibadah harian yang dapat menerangi dan menentramkan hati serta mendapatkan keberkahan dan kebaikan dalam keluarga.
  2. Bagi para pecinta Al-Qur’an khusus para qori/ah, hafiz dan hafizah, bacalah al-qur’an itu dengan baik dan benar serta mentadabburkan isinya dan mengamalkannya.
  3. Bagi para ulama, kiyai, ustazd disamping membacanya di iringi dengan tadabbur, juga dapat menggali, membahas, mendalami, memahami secara luas dengan baik dan benar, mengamalkan dan meyampaikannya kepada umat agar syiar dan ajaran agama sampai kepada masyarakat luas.
  4. Bagi lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an (TPA) agar dapat memberikan pelajaran al-qur’an kepada murid-murid secara profesional, dengan mendatangkan guru-guru yang benar-benar paham tentang Al-Qur’an.
  5. Bagi umat islam jika melakukan tindakan kepada siapa pun baik ucapan maupun perbuatan hendaknya terlebih dahulu memperhatikan petunjuk Al- Qur’an, jika menurut Al-Qur’an baik lanjutkan, jika menurut Al-Qur’an tidak baik tinggalkan. Demikian juga dalam melakukan, menerima, mendengar satu ajaran yang
  6. menyangkut aqidah, ibadah, muamalat pastikan dulu apakah sudah sesuai petunjuk Al-Qur’an melalui orang yang ahli dibidangnya.
  7. kaya dan miskin sebagai obat penentram hati yang bergejolak dan sakit, dan

Demikian makalah ini disampaikan semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Bahan bacaan :

  1. Al-Qur’an Al-Karim
  2. Khazanah Istilah Al-Qur’an : Rahmat Taufik Hidayat Penerbit Mizan Cet.I 1989
  3. Zikrayaat Wa Munasabaat : Muhammad Alawy al-Maliky, Maktabah Al- Gazaly,1981, Baghdad.
  4. Prolematika Menghafal Al-Qur’an Dan Petunjuk-Petunjuknya oleh Drs. H. A. Muhaimin Zen, Cet I, Pustaka al-Husna, 1985.
  5. Al-Madkhal Fi Fiq Al-Qur’an, Fajr Taufiq Al-Walid Dar Al-Risalah, Baghdad,1977.
  6. Butir-Butir Mutiara Ramadhan, Prof. Dr. H. Abdullah Syah, Cita Pustaka Media Printis, Cet. I 2009, Bandung.
  7. Dan Lain-Lain.