Dialog interaktif Komisi Pemuda:
muisumut.com. Medan. Ketua Umum MUI SU Prof Dr H.Abdullah Syah, MA, mengajak keluarga besar MUI SU dan umat Islam seluruhnya untuk selalu menebarkan salam, sebab salam sebagai bendera umat islam, “ Lewat salam bendera umat Islam akan terus berkibar “ katanya. Hal ini disampaikan saat membuka dialog interaktif Komisi Pemuda dan Budaya Islam MUI SU, Minggu (11/10 ) di Aula pertemuan MUI SU.
Dijelaskan penebaran salam itu merupakan perintah Rasul, dengan tujuan untuk kebaikan dan keamanan. ia yakin jika kita meneber salam keamanan selalu didapati. Bahkan ia juga mengajurkan pemberian salam ini bukan hanya ditujukan kepada sesama muslim, tapi tidak salah juga kepada non muslim. “ jadi ucapan salam juga dijadikan salam perkenalan walau kita belum saking kenal.“ katanya . Bukti pentingnya salam untuk mendapat keamanan dan kesejahteraan itu kita lakukan seusai salat dengan mengucapkan salam kekiri dan kekanan. Ia berharap kepada generasi muda dan anak keluarga MUI sejak dini sudah melatih untuk menebarkan salam sehingga akan menjadi budaya yang dianjurkan Rasul. Bahkan pada kesempatan itu ia menyambut baik dialog pemuda ini ,karena perintah dalam keluarga untuk membina pemuda dalam keluarga. perintah ini dimulai dengan menyuruh anak untuk pelaksana salat sejak dini. ” Ini satu anjuran bagi generasi muda dalam keluarga untuk melaksanakan kebaikan “ katanya.
Sementara itu Ketua Komisi Pemuda dan seni budaya Islam, Prof Dr H. Asmuni MA, mengatakan dialog interaktif ini, dilaksanakan mengingat kemunculan budaya asing dalam kehidupan masyarakat, Untuk itu Komisi pemuda perlu mengajak pemuda dari organisasi Islam di Sumut, juga komisi pemuda MUI Kabupaten / Kota se Sumut, dalam mengantisipasi budaya asing yang bebas. Padahal kata Asmuni, walau budaya termasuk muamalah, tapi islam tidak memberi peluang akan semua kebebesan.Namun dalam muamalah punya pilter sesuai dengan kaidah Islam. Bahkan dalam makalahnya berjudul Bahaya Budaya Asing tentang pergaulanBebas, Asmuni menjelaskan dapat merusak berbagai hal, seperti kerusakan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta benda.
Dialog ini juga diisi narasumber lain dalam memberikan bimbingan untuk memfilter budaya asing yangmasuk dalam kehidupan masyarakat.( husni as)












