Tuesday, 24 November, 2020

JANGAN PERNAH RAGUKAN NASIONALISME SANTRI (Refleksi Hari Santri 22 Oktober 2020)


muisumut.com. (Medan)

Besarnya peran Santri dan Kiai dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak diragukan lagi. Hingga momen bersejarah dalam Resolusi Jihad diabadikan dalam sebuah peringatan Hari Santri Nasional tepatnya pada tanggal 22 Oktober.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SUMUT) Dr Ardiansyah Lc MA mengatakan “Selamat memperingati peringatan Hari Santri Nasional, jadilah santri yang akan menjadi pemimpin masa depan yang berpegang teguh pada ajaran Islam dan cinta tanah air”, ucapnya di Kantor MUI SUMUT, Rabu (21/10).

Senada dengan itu Ketua Komisi Pengkaderan MUI SUMUT Prof Dr Hasan Bakti Nasution MA mengatakan “di momentum peringatan Hari Santri Nasional ini semoga santri bisa menjadi penerus generasi yang akan datang dan memperoleh hak-haknya sebagai bagian dari bangsa”, ucapnya.

Mahmud el Khudri MA selaku pengurus Ketua Badan Forum Silaturahmi Pesantren Deli Serdang mengatakan “santri adalah orang yang belajar di pesantren, yang mana lingkungan pesantren itu diasuh oleh kiai dan dilengkapi dengan fasilitas masjid serta mendalami ajaran Islam”, ucapnya di Studio Kedai Wakaf pada acara Talk Show MUI SUMUT dalam peringatan Hari Santri, Rabu (21/10).

Mahmud menegaskan “seorang santri statusnya tidak akan pernah mati, maka jadilah santri yang abadi menjunjung nilai-nilai Islam dan Nasionalime dimanapun dan kapanpun”, ujarnya.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammad Syafri MM mengatakan “sejarah lahirnya hari santri dilatarbelakangi oleh adanya resolusi jihad yang disuarakan oleh Kiai Hasyim Asy’ari untuk mempertahankan Indonesia dari penjajah Belanda”, tegasnya.

Syafri menegaskan “para kiai selalu menanamkan kepada santri-santrinya 4 pilar kebangsaan, maka santri adalah orang yang turut berpartisipasi dalam mempertahankan keutuhan NKRI”, tutupnya.
Di samping itu Dr H Thohir Ritong Lc MA selaku Direktur Pondok Pesantren Tahfiz Darul Quran mengatakan “banyak diantara para pahlawan Nasional berasal dari kalangan santri dan tidak sedikit juga yang sampai saat ini menjadi tokoh nasional baik di lembaga legislatif dan lainnya”, ujarnya.

Thohir mengharapkan agar pemerintah Indonesia untuk selalu menjalin silaturahmi dengan pesantren dan kiai-kiai, jika terjalinnya hubungan yang baik antara ulama dan umara maka akan tercipta Indonesia yang kuat.
Bersamaan dengan itu Indra Prastarij santri kelas 5 Pondok Pesantren Darul Arafah Raya Deli Serdang mengatakan “kami sebagai santri setiap harinya mempelajari ilmu agama dan umum, diajarkan adab-adab yang baik, dan ditanamkan rasa nasionalisme”, ucapnya.

“Kepada seluruh santri di Indonesia marilah kita jaga nama baik santri, kita adalah sebuah pondasi dari bangsa dan agama ini, dengan menjaga kekuatan dasar selanjutnya kita akan perbaiki bangunan yang diatas sehingga menghasilkan bangsa dan agama yang kokoh”, harapnya.

MUI SUMATERA UTARA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI SANTRI 22 OKTOBER 2020

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?