Tuesday, 24 November, 2020

Ahlak Nabi Muhammad SAW Patut Dicontoh Pemimpin


MEDAN (Waspada): Ahlak Nabi Muhammad SAW patut dicontoh calon pemimpin maupun untuk masa kini.

Ahlak Nabi Muhammad SAW patut dicontoh calon pemimpin, mengingat kebutuhan terhadap sosok itu merupakan hukum kauniyah dalam ranah kehldupan sosial.

Sudah menjadi fitrah manusia untuk hidup secara berkaum. Dalam perkauman itu, mereka membutuhkan pemimpin yang mengendalikan berbagai persoalan yang ditimbulkan dalam relasi dan interaksi mereka.

Walaupun bentuk kepemimpinan itu berbeda-beda, tetapi substansinya tetap sama, yaitu adanya pengendali sistem dalam kepemimpinan bagi suatu komunitas atau sosialitas.

Demikian antaralain disampaikan Husnel Anwar Matondang saat menjadi pembicara dalam kegiatan Muzakarah oleh Komisi Fatwa MUI Sumut, Minggu (26/10).

Hadir Ketua Umum MUI Sumut, Prof Dr Abdullah Syah MA, Ketua Komisi Fatwa, Drs H Ahmad Sanusi Lukman, Lc, MA dan Sekretaris, Dr H Akmaluddin Syahputra, M Hum serta undangan lainnya.

Lebih lanjut disebutkanya, tidak saia sebagai hukum kauniyah, keberadaan pemimpin juga dilandasi hukum syariyah Nabi Muhammad memerintahkan bagi orang yang musafir ebih dari dua orang untuk mengangkat seorang pemimpin.

Nabi juga menunjuk salah seorang sahabat untuk memimpin ekspedisi hijrah, perjalanan dakwah, dan pemimpin dalam peperangan sariyyah.

Ketika beliau sakit, ia mendelegasikan kepemimpinan shalat di masjid Nabawi kepada Abu Bakar. Setelah kewafatannya, masyarakat muslim mengangkat Abu Bakar menjadi pemimpin menggantikan peran Nabi dalam mengatur ihwal umat.

Pengangkatan pemimpin tersebut menjadi tradisi (sunnah) al-khulafa’arrasyndun. Akhirnya, kepemimpinan itu terlembaga dan dilanjutkan generasi ke generasi umat ini.

Maka, ketika kepemimpinan menjadi keniscayaan di dalam Islam, maka konsekwensi Ioglsnya tentu agama ini memiliki nilai-nilai atau norma-norma yang dijadikan sebagai Iandasannya.

Islam, sebagaimana klaim kitab suci Alquran, adalah agama yang ikmal (sempurna) dan itmam (universal)-surah Al-Maidah ayat 3, sangat mustahil tidak memiliki patron ideal yang mampu mengaplikasikan nilai-nilai luhur Islam yang menyejarah.

Sebab, Islam adalah agama yang diturunkan untuk membumikan kemashlahatan makhluk dunia,” paparnya.

Disebutkannya, dalam memimpin perlu dicontoh akhlak ataupun karakter Nabi Muhammad yang meliliki aspek kejujuran dan amanah merupakan persyaratan mutlak yang harus dimiliki pemimpin tersebut.

Tonggak kepercayaan masyarakat sangat tergantung terhadap dua sifat ini. Munculnya kecurigaan dan ketidakpercayaan publik itu berawal dari perilaku seseorang dalam berkata dan berperilaku jujur.

Ketika seorang pemimpin telah mengumbar kedustaan, janji-janji palsu, dan pencitraan semu sebagai orang baik, maka kecurigaan mereka terhadap keamanahan pemimpin itu akan tumbuh dan akhirnya terdegradasi ke titik paling ekstrem.

Dari sinilah api kebencian itu akan menjalar dan sangat memungkinkan menjalar menjadi aksi pembangkangan dari orang-orang yang mengangkatnya itu sendiri.

Muslimah Perlu Berhijab

Pembicara selanjutnya Dra Hj Armauli Rangkuti, MA Dia menyoroti ahlak muslimah yang perlu dilengkapi dengan perlunya berhijab.

Dijabarkannya, dalam Syari‘at Islam, berhijab atau mengenakan busana yang menutup aurat merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Mengapa? Karena perintah untuk memakai Hijab adalah perintah langgsung dari Allah.

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, Niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.” (QS  An Nisa: 14).

Sedangkan hikmah berhijab antaranya, selamat dari adzab Allah (adzab neraka). Ekonomis dan tidak berlebih-lebihan. Menghindari perzinahan. Mencegah penyakit kanker kulit

Memperlambat gejala penuaan. “Menurut hukum Islam, menutup aurat adalah wajib. Karena aurat itu tidak boleh diperlihatkan dan wajib ditutup dengan pakaian yang syar’i atau istilah yang kita kenal busana muslimah,” paparnya. (m22)

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?