Tuesday, 24 November, 2020

Jilbab Kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar


MEDAN (Muisumut.com):  Menurut hukum Islam, menutup aurat adalah wajib. Karena aurat itu tidak boleh diperlihatkan dan wajib ditutup dengan pakaian yang syar’i atau istilah yang kita kenal busana muslimah.

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah”. (Al-Ahzab:53)

Berhijab atau mengenakan busana yang menutup aurat lebih baik bagi seorang muslimah dan merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Mengapa? Karena perintah untuk memakai hijab adalah perintah langsung dari Allah .”Dan Barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya kedalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. “ (QS An Nisa: 14)

Demikian antara lain disampaikan Dra Hj Armauli Rangkuti MA (foto), saat menjadi pembicara dalam kegiatan, Muzakarah oleh Komisi Fatwa MUI Sumut, Minggu (25/10). Hadir Ketua Umum MUI Sumut, Prof Dr Abdullah Syah MA.

Ketua Komisi Fatwa, Drs H Ahmad Sanusi Lukman, Lc, MA dan Sekretaris, Dr H Akmaluddin Syahputra, M Hum serta undangan lainnya.

Dra Hj Armauli Rangkuti, MA menambahkan, al-hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi. Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah emat besar (dosanya) di sisi Allah SWT.(QS:Al Ahzab ayat 53).

Syarat Berhijab

  1. Menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain wajah dan telapak tangan.
  2. Tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram.
  3. Terbuat dari kain yang tebal dan tidak menampakkan warna kulit.
  4. Longgar dan tidak menampakkan bentuk dan lekukan anggota tubuh.
  5. Tidak dijadikan sebagai perhiasan.
  6. Tidak diberi parfum atau wewangian karena bisa menimbulkan fitnah bagi laki-laki.
  7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian perempuan non muslim.
  8. Tidak merupakan pakaian yang dibanggakan (menyolok mata) ●

Kain Tebal

Ditambahkannya, adapun syarat berhijab itu, yakni menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain wajah dan telapak tangan.

Kemudian, tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram.

Terbuat dari kain yang tebal dan tidak menampakkan warna kulit. Longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.

“Orang yang menggunakan hijab, akan selamat dari adzab Allah (adzab neraka). Ekonomis dan tidak berlebih-lebihan. Menghindari perzinahan Mencegah penyakit kanker kulit Memperlambat gejala penuaan dini,”pungkasnya. 

//
Konsultasi
Kirimkan via WhatsApp?