Mengenal Halalmart MUI-SU

0
806 views

Oleh: Irvan Mangunsong

Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI-SU

Sejarah dan Latar Belakang Berdiri Halalmart

Kehadiran Halalmart didasari atas anjuran agama, yang sudah lebih dulu diimplementasikan oleh uswah hasanah, yaitu Nabi Muhammad saw. sebelum diutus menjadi nabi dan rasul. Setelah diutus, beliau membuka pertapakan sebagai stan untuk kegiatan dagang para sahabat di Madinah. Perjuangan beliau dalam berdagang diikuti oleh para sahabat, salah satunya ‘Abd ar-Rahman bin ‘Auf, dan para ulama, salah satunya Imam Abû Hanîfah.

Selain dari mengaplikasikan anjuran agama dan mengikuti jejak Nabi Muhammad saw., para sahabat dan ulama. Halalmart ini hadir sebagai sarana untuk memperkenalkan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI-SU), LPPOM MUI-SU dan PTKU MUI-SU kepada masyarakat dengan tujuan silaturahim agar masyarakat mengetahui visi dan misi dari ketiganya. Memperkenalkan sesuatu dengan sarana perdagangan adalah sarana yang sangat ampuh, sebagaimana telah terbukti dengan perdagangan Islam masuk ke Indonesia, sehingga menjadikannya sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Dalam dunia perdagangan yang cukup menyedihkan, di mana umat Islam hanya berperan sebagai konsumen yang mendistribusikan hartanya untuk membantu perekonomian negara lain, sedang negaranya dalam keadaan susah. Produsen dan kapitalis bukan dari umat Islam dan bukan dari penduduk asli Indonesia. Bukan hanya umat Islam yang terpuruk akan keadaan ini, tapi juga Indonesia.

Karena mengingat itu semua, Halalmart hadir untuk memvisikan akan terbangunnya pabrik-pabrik untuk memproduksi produk-produk halal yang dibutuhkan masyarakat umum yang diawali dari berdirinya Halalmart. Teori ekonomi dagang ini adalah “setitik api”. Berawal dari Halalmart, ke depannya akan dibuka gerai-gerai diberbagai daerah, kabupaten, sampai ke tingkat provinsi, nasional dan bahkan internasional. Setelah tersebarnya cabang-cabang Halalmart dibanyak tempat, apakah produknya masih impor?

Tentu tidak. Nah, saat sudah banyak cabang, maka keuntungan dari Halalmart dan cabang-cabangnya dikumpulkan sebagai modal untuk mendirikan pabrik. Dari produk pabrik itulah yang akan memenuhi rak-rak diruangan Halalmart yang telah tersebar diberbagai tempat, produk-produk dari luar akan dikeluarkan. Halalmart hanya akan menjual hasil dari pabrik yang diproduksinya dan produk dari karya masyarakat untuk dipasarkan. Semua ini dilakukan untuk membuka lapangan kerja di Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan menghilangkan sifat konsumtif masyarakat menjadi masyarakat produkif dengan tujuan agar terlepasnya masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dari produk impor negara sekuler.

Mungkin ada yang menganggap ini mustahil seperti mustahilnya Allah memiliki anak dan istri. Ada juga yang mengatakan ini hanya mimpi, khayalan dan sebagainya. Akan tetapi, ini bukanlah demikian, semua ini akan menjadi nyata jika Allah mengizinkan dan kita semua ikut berpartisipasi untuk mewujudkannya dengan cara mendatangi Halalmart, untuk menukarkan uang dengan produk yang ada di Halalmart. Semua itu akan nyata, seperti nyatanya kehadiran Halalmart hari ini. Halalmart ini lahir dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumut, MUI-SU, pengusaha UKM dan para pewakif lainnya. Jika Halalmart bisa berdiri dari bantuan beberapa pihak saja, mustahilkah jika semua pihak berperan, visi mulia ini akan terwujud?

Sekilas tentang Halalmart

      Halalmart berasal dari dua kata yaitu halal dan mart. Kata “halal” berasal dari bahasa Arab, yang artinya diizinkan (allowed)  dan sah (lawful). Maksud diizinkan dan sah adalah sesuatu yang dibenarkan oleh syariat Islam. Sedang kata “mart” berasal dari bahasa Inggris, yang artinya pasar perdagangan. Jadi, dari penamaan saja kita sudah tahu bahwa Halalmart berdiri atas dasar syariat Islam.

      Sebagai contoh bahwa ia berdiri atas syariat Islam dan yang menjadi kelebihan Halalmart dari yang lain di antaranya adalah (1) ia berdiri atas dasar wakaf, yaitu wakaf produktif dari umat, (2) semua produk berlabel halal, yang menjadi idaman tidak hanya umat Muslim, tapi juga non-Muslim, (3) slogannya “Belanja Berkah Wakaf Mudah,” berkah karena setiap kali belanja sama dengan berwakaf, (4) menjual buku-buku agama, seperti Alquran, Hadis, kitab-kitab Arab, Novel Islami, motivasi, anak Islami, dan buku karya para ulama dan cendikiawan Sumatera Utara, (5) disajikan suara lantunan Alquran dan musik-musik religi, (6) fasilitas Masjid, (7) gerai tutup sementara saat masuk waktu salat, dan (8) pegawainya calon ulama masa depan.

      Selain itu, Halalmart MUI Sumut ke depannya akan menyediakan semua jenis produk, sehingga bisa dikatakan, setiap produk di minimarket lain ada, Halalmart juga ada. Tapi tidak setiap produk yang ada di Halalmart, ada di minimarket lain. Seperti produk dari produksi umat Islam dan produk dari masyarakat, baik dalam bentuk makanan maupun karya tangan yang tidak mereka –minimarket lain– pasarkan, akan dipasarkan di Halalmart.

Ayo! Bergabung dengan Halalmart MUI Sumut

      Halalmart milik umat bukan milik pribadi. Dia berdiri atas bantuan dari umat, dia hadir untuk membangun perekonomian umat, keuntungannya untuk umat, pendeknya dari umat untuk umat. Dia dibangun dan dikelola atas dasar iman, semuanya didasari oleh iman. Alquran dan hadis memerintahkan untuk mengeluarkan harta secara baik, kita wafat amal putus, kecuali salah satunya sedekah jariyah (berwakaf). Dia akan berjaya jika kita ikut berperan, karenanya, marilah kita bersama-sama untuk menjadi tokoh pembangun perekonomian umat melalui Halalmart.

      Bagi saudara/i yang ingin mengeluarkan hartanya di jalan Allah dan Rasulullah melalui wakaf produktif, marilah bergabung dengan Halalmart MUI Sumut. Untuk informasi lebih lanjut, saudara/i bisa hubungi Direktur halalmart MUI Sumut di No. 0821-6875-5222 atas nama Dr.Akmaluddin Syahputra, M. Hum. Atau saudara/i bisa langsung datang ke gerai Halalmart di Jln. Majelis Ulama No. 3 Sutomo Ujung Medan, di samping Kantor MUI-SU.

Peresmian Halalmart

      Halalmart telah diresmikan pada Kamis, 12 April 2018, bertempat di Aula MUI-SU, di Jln. Majelis Ulama No. 3 Sutomo Ujung Medan. Peresmian Halalmart dipimpin langsung oleh ketua umum MUI-SU, Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA, Perwakilan BWI, Prof. Dr. Yasir Nasution, MA, Direktur PTKU, Direktur LPPOM,  para staf MUI, dan para pengusaha lainnya. Karena itu, marilah berkunjung ke Halalmart, ia akan berdiri dengan jaya, dan bisa menjadi salah satu penggerak majunya ekonomi Islam, itu semua atas pertolongan Allah dan partisipasi dari semua lapisan masyarakat, dan dari kemurahan saudara/i untuk mengeluarkan uang, membantu mendirikan Halalmart lebih maju dan besar lagi, dengan cara berwakaf.