Fatwa Tentang Shalat di Masjid yang di Sekitarnya Ada Kuburan Tahun 2009

0
4.764 views

Larangan menjadikan kuburan sebagai tempat shalat, dikarenakan terdapatnya najis baik dibawah, depan atau sampingnya, dan apabila najis dapat di hilangkan, maka hukumnya boleh. (Hasyiyah Al Bujairy ‘ala al-Khatib, jilid 4 halaman 470) Dari pendapat diatas dapat kita pahami bahwa yang dilarang adalah shalat di kuburan dengan alasan tersebut diatas, bukan shalat di dalam masjid yang dihalaman sekitarnya ada kuburan. Menurut Ibnu al Qasim bahwa Imam Malik membolehkan seseorang shalat yang disekitarnya ada kuburan yang terhalang dinding, bahkan beliau membolehkan shalat dikuburan, karena menurut beliau sebagian sahabat Nabi pun pernah melakukan shalat dikuburan. (Al Mudawwanah al Kubra, jilid 1 halaman 183).

Tidak boleh menjadikan atau membangun masjid diatas kubur, berdasarkan sabda Nabi saw : ”Allah melaknat orang Yahudi yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid”. Nabi saw memperingatkan umatnya untuk tidakmelakukan hal tersebut karena mengkhususkan kubur sebagai tempat shalat seperti mengagungkan berhala. (Ibnu Qudamah, As-Syarh al Kabir, jilid 2, halaman 387). Berarti shalat di masjid yang ada kuburan dihalaman sekitar masjid, tidak masalah. Fatwa DR „Ali Jum‟ah, salah seorang Mufti al Azhar: “Selama kuburan terhalang oleh dinding masjid, dan letak kuburan berada dibelakang dinding, sementara masjid terpisah dari kubur dan kuburan terpisah dengan masjid, maka sholat di masjid tersebut benar dan sah”. (Maktabah Syamilah com, kumpulan Fatwa-Fatwa al-Azhar).

Ulama tiga mazhab (Hanafiyah, Syafi‟iyah, Malikiyah) berpendapat sah shalat, apabila kuburan terletak dibelakang,atau samping kiri atau kanan, Dan juga sah tetapi makruh, apabila kuburan terletak di depan tempat shalat. Adapun Imam Ahmad bin Hambal berpendapat haram. Perbedaan pendapat diatas yaitu apabila kuburan berada di dalam masjid. Adapun bila kuburan terletak di luar masjid, maka tidak ada perbedaan pendapat ulama tentang kebolehan dan sahnya shalat di masjid tersebut. Adapun menurutku („Athiyah) apabila tujuan shalat di masjid yang ada kuburannya dengan tujuan penghormatan atau mengagungkan penghuni kubur tsb, maka haram dan batal, hukum shalatnya, dimanapun letak kuburan, apabila tidak ada tujuan pengagungan maka sah shalat di masjid tersebut, kecuali apabila kubur terletak didepan tempat shalat(sebagaimana pendapat tiga mazhab diatas). (maktabah syamilah com, kumpulan fatwa fatwa al Azhar, mufti „AthiyahShaqr)