MUI SUMUT GELAR SAFARI RAMADAN 1440 H/2019 M

0
788 views

Irvan Mangunsong
Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI-SU

Islam adalah agama yang dibawa oleh para nabi, khususnya Nabi Muhammad saw. Disebarkan dengan dakwah, bukan dengan pedang. Buya Hamka dalam bukunya, Prinsip dan Kebijaksanaan Dakwah Islam, mengatakan bahwa Islam disebarkan oleh Rasûlullâh saw. bukan dengan pedang, tetapi dengan dakwah. Syaikh Shafiyy ar-Rahman al-Mubârakfûrî, dalam kitabnya, ar-Rahîq al-Makhtûm, halaman 74 membagi periode dan tahapan dakwah Rasûlullâh secara umum menjadi dua, yaitu (1) periode Makkah selama 13 tahun dan (2) periode Madinah selama 10 tahun.

Dengan dakwah Islam masuk ke Indonesia melalui perantaraan para saudagar dan pedagang dari Arab, hingga penduduk Indonesia mayoritasnya adalah umat Islam. Dakwah itu penting, untuk memberi pencerahan agar Islam itu selalu bersinar terang di hati setiap penganutnya (Muslim). Sebagai nasihat agar umat selalu beriman dan beramal saleh sesuai apa yang dibawa oleh Nabi; yang sekarang disampaikan oleh para dai dan ulama. Karena, ulama adalah pewaris para nabi (al-`ulamâ’ warastah al-anbiyâ’). Ditambah lagi, banyak sekali ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang menyuruh supaya umat Islam berdakwah.

Dengan banyak pertimbangan-pertimbangan dan alasan-alasan supaya dakwah Islam tetap hidup dan berkembang, para ulama khususnya di Sumatera Utara mendirikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara pada 11 Januari 1975 atau 28 Zulhijjah 1394 H. Majelis Ulama Indonesia berperan sebagai pewaris tugas-tugas para nabi, yaitu menyebarkan ajaran Islam serta memperjuangkan terwujudnya suatu kehidupan sehari-hari secara arif dan bijaksana yang berdasarkan Islam. MUI juga berperan sebagai tempat meminta dan memberi fatwa, pembimbing dan pelayan umat, gerakan ishlah wa at-tajdîd, dan penegak amar makruf dan nahi munkar.

Banyak cara yang dilakukan MUI untuk menyebarkan dakwah supaya umat Islam menjalani hidup berdasarkan syariat Islam, salah satunya adalah melakukan “Safari Ramadan” khusus pada bulan Ramadan dengan mengutus para ulama dan dai Sumatera Utara.

Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA selaku Ketua TIM Safari Ramadan MUI Sumut tahun 1440 H/2019 M mengatakan: Safari Ramadan MUI Sumatera Utara adalah merupakan kehadiran ulama di desa sebagai silaturahim dan ukhuwah. Dakwah Safari Ramadan dilaksanakan setiap bulan Ramadan dengan mengunjungi 5 Masjid di setiap Kecamatan. Tahun ini ada 106 Masjid di 25 Kecamatan di Sumatera Utara yang akan dikunjungi, termasuk 5 Kecamatan di Pulau Nias. Ulama yang menjadi penceramah adalah pengurus MUI Sumut. Tahun ini materi dakwah difokuskan pada persatuan, pengembangan ekonomi Islam, serta menjaga keharmonisan bangsa dalam mengawal NKRI.

Pada tahun ini, MUI Sumut mengutus para penceramah dari kalangan ulama dan dai Sumatera Utara sebanyak 31 orang termasuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA, Wakil Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Arso, SH. M.Ag dan Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, Sekretaris Umum MUI-SU dan Direktur PTKU MUI-SU, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA, dan para Ketua Komisi, salah satunya adalah Ketua Komisi Fatwa, Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA.

Safari Ramadan tahun ini dimulai pada tanggal 08 Mei sampai 01 Juni 2019. Adapun daerah yang dikunjungi ialah: Inalum Batubara Kuala Tanjung, Inalum Tobasa Paritohan, Kabupaten Langkat Kec. Brandan Barat, Binjai, Simalungun Kec. Pematang Bandar, Sibolga, Tapanuli Tengah, Deli Serdang Kec. Lubuk Pakam, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Gunung Sitoli, Labuhan Batu Utara Kec. Na IX-X, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Batubara Kec. Air Putih, Asahan Kec. Air Joman, Pakpak Barat, Dairi, Tanjung Balai Kec. Teluk Nibung, Serdang Bedagai Kec. Pantai Cermin, Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Karo Kec. Kabanjahe.

Apabila tujuannya dekat, para penceramah hanya diutus oleh MUI Sumut satu hari seperti di Serdang Bedagai dengan seorang supir. Apabila jauh seperti Sibolga dua hari dan Nias tiga hari dengan transportasi udara, pesawat. Seperti tahun tahun sebelumnya setiap masjid yang dikunjungi akan diberikan bingkisan berupa Alquran, kain sarung dan mukenah sebagai tanda ikatan ukhuwah dari MUI Sumatera Utara.

Kita berdoa semoga Safari Ramadan 1440 H/2019 M yang diadakan MUI Sumut berjalan dengan baik dan diridai Allah, dan perintah Nabi, “sampaikanlah pesan dariku walau satu ayat” dapat terlaksana sesuai ajaran beliau, âmîn yâ Allâh.