ALQURAN: RAHMATAN LIL ALAMIN

0
2.862 views

oleh: Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA (Ketua Umum MUI Sumut)

Sejarah Turunnya Al Quran

Al Quran pertama sekali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW katika beliau berkhalwat di gua Hira pada malam Isnin tanggal 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bertepatan 6 Agustus 610 M. Adapun surat yang pertama diturunkan adalah surat al Alaq (Iqra)

Kitab suci alQuran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tidak dengan sekaligus diturunkan oleh Allah SWT adalah dengan perantaraan malaikat Jibril, dan secara berangsur- angsur, bercerai berai dan bermasa, Diturunkan mulai dari tanggal 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW (16 Agustus tahun 610 M) hingga 9 Zulhijjah (Hari Raya Haji) tahun 10 Hijriyah, atau 63 tahun dari kelahiran Rasulullah, Lamanya masa al Quran ini diturunkan lebih kurang 22 tahun 2 bulan dan 22 hari

Semua ayat/surat yang diturunkan kepada Nabi dibawa oleh malaikat Jibril. Malaikat Jibril mempunyai tugas khusus membawa wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Malaikat Jibril tercatat paling banyak turun menemui Nabi Muhammad SAW dalam rangka wahyu atau tugas lainnya dari Allah SWT.

Sebelum turunnya al Quran di bulan Ramadhan, telah turun sebelumnya ke bumi 103 kitab dan shuhuf.

  1. Shuhuf Nabi Syis, 60 shuhuf
  2. Shuhuf Nabi Ibrahim, 80 shuhuf
  3. Shuhuf Nabi Musa, 10 shuhuf
  4. Kitab Taurat kepada Nabi Musa
  5. Kitab Injil kepada Nabi Isa
  6. Katab Zabur kepada Nabi Daud
  7. Kitab al Qurab kepada Nabi Muhammad

Jumlah seluruhnya 100 suhuf dan 4 kitab, urutannya sebagai berikut

  1. Suhuf Nabi Ibrahim di awal bulan Ramadhan
  2. Taurat pada malam 6 Ramadhan
  3. Zabur kepada Nabi Daud pada malam 8 Ramadhan
  4. Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW pada malam 17 Ramadhan dan ada pendapat pada malam 24 Ramadhan

Al Quran sebagai kitab terakhir diturunkan, melengkapi isi kitab-kitab sebelumnya, dan mempunyai beberapa keistimewaan, antara lain:

  1. Mempunyai styl bahasa (uslub) yang menganggumkan, tidak ada ahli bahasa manapun yang dapat menyamainya dari dulu sampai dunia kiamat
  2. Mengarahkan khitabnya (titahnya) kepada jamaah, sehingga hukumnya menjadi tanggung jawab bersama
  3. Ayat-ayat nya selalu dikutip dengan sifat-Nya yang Maha Agung, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, seperti: alam, hakim, qadir, dan lain sebagainya.
  4. Memuliakan dan menjadikannya dasar memahami hukum dan melaksanakan segala urusan.
  5. Menanamkan tauhid dan tidak menghinakan diri kepada makhluk apapun
  6. Memberi kebebasan kepada manusia menganut suatu kepercayaan atau agama
  7. Menyamaratakan manusia secara keseluruhan, tidak ada kelas-kelas dalam masyarakat
  8. Menyatukan kebaikan roh dan jasad sehingga menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.
  9. Memberikan kebaikan di alam kubur dan hari kiamat, Ramadhan dan al Quran menjadi dua penerangan dua kegelapan (kegelapan dalam kubur dan kegelapan hari kiamat).

Allah memuliakan umat Muhammad SAW dengan menjadikan makna (isi) seluruh kitab itu ada dalam al Quran, dan makna kandungan al Quran ada pada al Fatihah, an makna al Fatihah ada pada Bismillah dan makna bimillah ada terkandung pada huruf “ba” nya

Ibnu Adil berkata: Diriwayatkan bahwa Jibril telah turun kepada Nabi Adam AS sebanyak 12 kali, kepada Nabi Idris 4 kali, kepada Nabi Ibrahim 42 kali, kepada Nabi Nuh 50 kali, kepada Nabi Isa 10 kali, dan kepada Nabi Muhammad SAW 24 ribu kali.

Ayat yang pertama diturunkan ialah surat al Alaq, yaitu firman Allah:

“bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al Alaq (96): 1)

Di dalam al Quran Allah telah menyebutkan bahwa permulaan al Quran itu diturunkan ialah dimalam lailatur Qadar, Firman Allah disurat al Qadar

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (Al Qadr (97): 1) Mengenai malam al Quran diturunkan tidak ada perselisihan, yaitu dimalam bulan Ramadhan, berdasarkan firman Allah surat al Baqarah ayat 185

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al Baqarah (2) 185)

Menurut riwayat dari Ibnu Ishak dan Wahab bin Kaisan bin Ubaid bin Umar bin Qatadah al Latsy’ katanya: Rasulullah SAW berdiam diri di Gua Hira sebulan dan tiap-tiap tahun. Kebiasaan beribadah yang dilakukan orang Quraiys pada masa Jahiliyah, kemudian dia berkata; sehingga apabila tiba bulan yang dikehendaki oleh Allah memuliakan Nabi pada tahun ini, maka Muhammad SAW dibangkitkan Allah menjadi Rasulnya, yaitu dibulan Ramadhan.

Adapun mengenai tanggal permulaan wahyu ini diturunkan diperselisihkan para ahli sejarah, penulis tidak tidak menyebutkan pendapat-pendapat itu semuanya, karena persoalan itu terlalu luas dan panjang. Penulis hanya menyebutkan riwayat (pendapat) Ibnu Ishak yang berpendapat bahwa malam permulaan al Quran diturunkan ialah pada malam 17 Ramadhan. Pendapat ini sesuai dengan tradisi kita ditanah air yang telah diseragamkan dalam peringatan hari nuzul al Quran oleh pemerintah sebagai salah satu dari hari besar Islam, yaitu pada tanggal 17 Ramadhan.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa malam turunnya itu ialah malam lailatul qadar; dan sesuai dengan isyarat ayat dari surat al Anfal 41, bahwa turunnya itu pada (malam hari) hari pertemuan dua tentara (pasukan) muslimin dan musyrikin (kafir) pada peperangan Badar, sedang peperangan itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan (malam Jum’at) tahun kedua Hijrah. Maka kedua peristiwa yang bersejarah itu adalah bersatu hari dan bulannya, yakni 17 Ramadhan pada malam Jum’at, tetapi berbeda (berlainan) tahun keduanya.

Pendapat tersebut di atas dikuatkan oleh Imam Ibnu Jarir at Thabari, ia meriwayatkan di dalam Tafsirnya dengan sanadnya dari Al Hasan bin Aly bahwa malam al Furqan (hari berhadapan dua pasukan atau tentara) Islam dan kafir (musyrik) yaitu pada tanggal 17 Ramadhan.

Setelah tulisan ringkas tentang turunnya ayat al Quran, maka selanjutnya akan dikemukakan menganai ayat yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah, yakni surat al Maidah ayat 3:

pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (Al Maidah (3): 3)

Menurut riwayat Imam At-Thabari akhir turun ayat a lQuran kepada Rasul ialah terkandung dalam takwil ayat, kata mereka hari yang disebutkan Allah di atas itu ialah hari ‘Arafah, pada ketika itu Rasulullah sedang mengerjakan Haji (itulah yang dinamakan Haji Wada’). Menurut riwayat ini, setelah ayat yang terakhir itu turun kepada Rasulullah tidak ada lagi sesuatu yang diturunkan yang fardhu-fardhu, tidak ada lagi Nabi menghalalkan sesuatu dan tidak pula mengharamkan sesuatu. Setelah itu Rasulullah hanya hidup 81 malam saja, kemudian iapun kembali dipanggil Tuhannya, karena tugasnya telah selesai di dunia.

Masa Al Quran diturunkan dapat dibagi di dalam dua bagian, yaitu pada masa Rasulullah sedang berada di Mekkah atau masa sebelum Hijrah, dan masa Rasulullah sesudah hijrah ke Madinah. Surat-surat yang diturunkan semasa Rasul di Mekkah atau sebelum hijrah dinamakan surah Makkiyah. Jumlahnya lebih banyak dari surat-surat yang diturunkan di Madinah, dan surat-surat yang diturunkan di Madinah atau setelah Hijrah dinamakan surat Madniyah. Perbandingan surat Makkiyah dengan surat Madaniyah yaitu 19 surat Makkiyah dan 11 surat Madaniyah.