KEISTIMEWAAN LAILATUL QADAR DAN UPAYA MENDAPATKANNYA

0
1.674 views

Oleh  :  H. Ahmad Fuad Said.*

Pengertian.

Lailatul” artinya “malam”  dan “Qadar “ artinya “ nilai” , “mulia”,”ketentuan” dan “sempit”.

Dinamakan dengan “malam bernilai” atau “mulia”, kerena pada malam itu  diturunkan  Al-Qur’an  yang nilainya  cukup tinggi,  dan amal ibadah orang malam itu lebih baik dari pada 1000 bulan atau 83 tahun  empat bulan, sebagaimana  firman Allah  pada surah Al-Qadar ayat  1-5:

إنَّآ أنْزََلْنَاهُ فِىلَيْلَةِالْقَدْرِ. وَمَآ أدْراَكَ ماَ لَيْلَةُالْقَدْرِ. لَيْلَةُالْقَدْرِ خَيْرٌمِنْ ألْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَ ئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرِ, سلاَمٌ هِيَ حَتّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ. (القدر1-5

Maksudnya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Qur’an) pada kamu pada malam kemuliaan . Tahukah kamu apa malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu  lebih baik  dari seribu bulan. Pada malam itu turum Malaikat-malaikat  dan Jibril  dengan izin Tuhan mereka  untuk mengatur  segala urusan  Malam itu (penuh) kesejahteraan, sampai tebit  (fajar).

Berdasarkan  ayat-ayat tersebut, malam itu mengandung tiga macam kelebihan yaitu:

  1. Beramal ibadah  pada malam itu lebih baik daripada beramal ibadah  seribu bulan atau 83 tahun empat bulan.
  2. Malaikat-malaikat turun kemuka bumi, mengucapkan salam kesejahteraan  kepada orang-orang yang beriman.
  3. Malam itu penuh  dengan kesejahteraan  sampai terbit fajar.

Dinamakan juga malam itu dengan “Malam Ketentuan” , karena pada malam itu  Allah  menyerahkan  4 buah  daftar urusan  pentadbiran  alam  semesta kepada  4 pemuka  malaikat, yaitu:

  1. Daftar rahmat  dan azab kepada Jibril
  2. Daftar tumbuh-tumbuhan dan rezeki  kepada Mikail.
  3. Daftar  hujan, angin dan bencana  alam kepada Israfil.
  4. Daftar ajal, memuat nama-nama orang  yang akan dicabut  nyawanya  dari Ramadhan  ini sampai ke Ramadhan yang akan datang, kepada  Izrail atau Malaikal Maut.

Pengaturan  urusan  pentadbiran  alam semesta itu, dilakukan sesuai  dengan firman Allah  surah Ad-Dhukhan 4.

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ (الدخان. ٤)

Maksudnya: Pada malam  itu dijelaskan segala urusan  yang penuh hikmah.

Dilakukan pengaturan alam semesta setiap malam Qadar itu,  bukan berarti  bahwa Allah  itu, belum menentukan keadaan  alam kita ini, malahan  sebaliknya, sebelum alam ini ada, Allah telah menentukan segala sesuatunya pada Ilmu-Nya. Pada malam itu hanya merupakan penentuan  yang lebih terperinci  kepada malaikat-malaikat yang harus dilaksanakan mereka  dalam tahun itu.

“Qadar” juga berarti  “sempit”. Dinamakan demikian karena pada malam itu bumi kita ini penuh sesak atau sempit dengan  para malikat.

Turun malikat kemuka bumi pada malam itu, adalah  untuk memberikan ucapan selamat dan memintakan ampun segala dosa-dosa manusia  yang beriman. Hal ini dilakukan mereka, mengingat mereka pernah menuduh manusia itu adalah menumpahkan darah dan membikin keonaran dimuka bumi, ketika Allah  menyatakan kepada mereka bahwa Dia  akan mengangkat Nabi Adam  menjadi  khalifah  di muka bumi. Pada waktu  itu  mereka mengatakan  (firman Allah  surah  Al-Baqarah 30)

Mengapa Engkau hendak  menjadikan Khalifah di muka bumi itu orang yang akan membuat kebinasaan  padanya dan menumpahkan  darah, pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu? “Tuhan  berfirman : Sesungguhnya  Aku mengetahui  apa yang tidak kamu ketahui.”

Menurut Imam Fakhrur Razi, apabila terbit fajar  malam Lailatul Qadar, Jibril  berseru, ‘Hai malaikat-malaikat, berangkat, berangkatlah! Mereka menjawab dalam bentuk  pertanyaan, “Apa yang telah  dilakukan  Allah kepada orang orang mukmin  pada malam ini?” Jibril menjawab: “ Sesungguhnya Allah  memandang  mereka  dengan penuh rahmat dan kasih sayang  serta mengampuni segala  kesalahan mereka, kecuali  4 orang, yaitu peminum arak, mendurhakai ibu bapa, memutuskan silaturrahim  dan  bereseteru sesama Muslim lewat tiga hari.”