ASAL HUKUM HARTA WAKAF (Fatwa Thn. 1982)

0
771 views

WAKAF; Tidak boleh dijual asalnya (wakaf) dan tidak boleh diwarisi dan tidak boleh dihibahkan. Orang yang memeliharanya boleh memakan dan memberi makan keluarganya dari sebahagian hasilnya sekedar yang pantas

Kecuali beberapa hal yang dibolehkan istibdal (ditukarkan/dijual)

  1. Masjid, madrasah dan perkuburan, apabila yang tersebut tidak dapat dipergunakan sama sekali sesuai dengan maksud wakaf tersebut
  2. Apabila yang tersebut di atas itu tepat di pinggir jalan dan jalan tersebut sangat sempit, maka untuk menghindarkan kesulitan lalu lintas, madrasah, masjid, dan perkuburan tersebut boleh dijual yang diperuntukkan untuk kepentingan umum
  3. Apabila harta wakaf itu dijual atau ditukar maka harga atau pengganti tersebut harus dibelikan atau ditukar sesuai dengan jenis wakaf yang dijual atau digantikan kedudukannya sama dengan asalnya. dan yang melaksanakan penukaran atau penjualan harta wakaf adalah hak Imam/Qadhi
  4. Apabila harta wakaf tersebut masih dapat dimanfaatkan akak tetapi apabila ditukar atau dijual dapat lebih besar manfaatnya, maka dalam hal ini harta wakaf tersebut belum boleh dijual, karena kebolehan menjual harta wakaf itu hanyalah karena darurat untuk memelihara wakaf jangan sampai sia-sia
  5. Untuk melaksanakan penukaran atau penjualan harta wakaf adalah hak imam. Dalam hal ini adalah petunjuk Kepala Kantor Urusan Agama setempat dan Majelis Ulama Sumatera Utara.
  6. Haram hukumnya meruntuhkan/ membongkar wakaf kecuali karena darurat dan hajat dan maslahat seumpamanya karena perbaikan atau memperluasnya dengan tidak menghilangkan sesuatu bendanya, boleh dirubah bentuknya dan tidak boleh dirubah namanya atau fungsinya, seperti dari masjid menjadi madrasah, kecuali karena darurat seumpama tidak dapat dipakai lagi untuk maksud semula maka digunakan untuk yang lebih aslah (bermanfaat)

Medan, 16 Februari 1982

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA PROV.SUMATERA UTARA

Ketua Sekretaris

Hamdan Abbas H. Abdullah Syah